Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»Ekonomi»Omzet Pedagang Pasar Tradisional Denpasar Rata-rata Turun 50 Persen, Ini yang Terparah
    Ekonomi

    Omzet Pedagang Pasar Tradisional Denpasar Rata-rata Turun 50 Persen, Ini yang Terparah

    January 27, 2021No Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Omzet Pedagang Pasar Tradisional Denpasar Rata-rata Turun 50 Persen, Ini yang Terparah 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
    Omzet Pedagang Pasar Tradisional Denpasar Rata-rata Turun 50 Persen, Ini yang Terparah 2
    Pedagang Pasar Tradisional. (BP/Dok)

    DENPASAR, BALIPOST.com – Perumda Pasar Sewakadharma Kota Denpasar yang mengelola 16 pasar tradisional mengalami penurunan omset akibat pandemi COVID-19. Secara umum perolehan omset pedagang rata-rata turun 50 persen.

    Kondisi ini akibat melemahnya daya beli masyarakat serta turunnya tingkat kunjungan ke pasar hingga 40 persen. Hal ini ditegaskan Dirut Perumda Pasar Sewakadharma Kota Denpasar, I.B. Kompyang Wiranata, SE., Rabu (27/1).

    Dikatakan, akibat menurunnya omzet pedagang, berimbas pula pada pendapatan Perumda Pasar yang dipimpinnya. Pada tahun 2020 dari target yang dipatok Rp 47,2 miliar hanya terealisasi Rp 43,7 miliar.

    “Kekurangan perolehan pendapatan Perumda Pasar ini akibat banyak pedagang yang nunggak membayar sewa kios dan los akibat pandemi COVID-19,” ujar mantan Ketua Komisi II DPRD Denpasar ini.

    Kondisi terparah dialami Pasar Kumbasari di Jalan Gajah Mada, Denpasar. Jumlah persentase penurunannya mencapai 70 persen imbas dari COVID-19.

    Kompyang Wiranata mengungkapkan, rata-rata pendapatan di Kota Denpasar turun sebanyak 50 persen dari pendapatan setiap harinya sebelum COVID-19. Bahkan, Pasar Kumbasari omzet penjualan pedagang saat ini turun mencapai 70 persen.

    Dari sebelum COVID-19, omzet pedagang di dalam gedung Pasar Kumbasari dari lantai 1 sampai lantai 4 mencapai kisaran Rp 1 miliar. Namun, semenjak COVID-19 berlangsung, omzet seluruh pedagang Pasar Kumbasari per harinya menurun drastis mencapai Rp 340 juta.

    Gus Kowi, demikian pria ini akrab disapa, mengatakan, sebelumnya Pasar Kumbasari selalu ramai dengan kedatangan wisatawan mancanegara berbelanja. Tetapi, karena pandemi ini, wisatawan hampir satupun tidak ada yang ke Pasar Kumbasari.

    Padahal, pasar tersebut khusus menjual pernak-pernik kerajinan tangan. Dikatakan Gus Kowi, dengan penurunan tersebut, pedagang di kawasan kumbasari banyak yang nunggak pembayaran sewa kios dan los.

    Bahkan, Biaya Operasional Pasar (BOP) juga banyak yang belum terbayarkan. Hal itu membuat pedagang banyak yang memiliki tunggakan yang harus dibayar.

    Sampai saat ini menurut Gus Kowi, seluruh pasar di Kota Denpasar memiliki tunggakan sebesar Rp 4 miliar. Mereka diwajibkan membayar karena semua terdata dan tercatat. “Kami akan berupaya memberikan keringanan pada mereka. Tetapi kami juga gak bisa menghapus karena semua tercatat. Yang jelas kami hanya memberikan keringanan paling sebatas proses pembayarannya bisa dicicil,” jelasnya.

    Tunggakan itu menurut Gus Kowi khusus untuk pedagang dalam gedung. Namun, di dalam pelataran omslzet rata-rata pedagang masih stabil. Sehingga, untuk menutup operasional pasar selama COVID-19 ini hanya pelataran saja.

    Sementara salah satu pedagang di Pasar Kumbasari, I Wayan Mustini, mengatakan sebelum COVID-19, Pasar Kumbasari selalu ramai dikunjungi oleh wisatawan mancanegara. Penghasilan rata-rata bisa mencapai Rp 2 juta sampai Rp 3 juta per harinya hasil dari penjualan patung yang terbuat dari tembaga.

    Namun, saat ini hampir 3-5 hari tidak mendapatkan penjualan. “Kami sebelum COVID-19 lumayan dapatnya. Sekarang, karena pariwisata tutup, ya saya hanya bisa buka tanpa ada yang belanja. Hanya ada yang melihat tidak belanja, bule yang datang palingan yang memang tinggal di Bali saja. Bule lainnya hampir tidak ada yang datang,” imbuhnya. (Asmara/Balipost)

    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleKasus Aktif Tinggi, Rapor Bali Selama PPKM I Masih Merah
    Next Article Honda kembangkan Cruise Origin, pengujian mulai tahun ini
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru (Ilustrasi/AI)

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru, Pemerintah Bentuk PT DSI untuk Atur Ekspor

    May 21, 2026
    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat (Instagram/@menkeuri)

    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat

    May 18, 2026
    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter (Ilustrasi/AI)

    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter

    May 5, 2026
    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing (Ilustrasi/Ai)

    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing

    April 29, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • 5 Cara Mengenal Koleksi Kaos Branded Lifework yang Sedang Tren, Awas KW
    • Harga Obat Naik 2026 Mendadak Diungkap Budi Gunadi Sadikin
    • SPMB Jateng 2026 Jalur Prestasi Punya Aturan Baru?
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.