Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»Lifestyle»Orang Tua Salah Asuh, Sering Pukuli Anak Secara Fisik
    Lifestyle

    Orang Tua Salah Asuh, Sering Pukuli Anak Secara Fisik

    September 15, 2021No Comments2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Orang Tua Salah Asuh, Sering Pukuli Anak Secara Fisik 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    JawaPos.com – Semua orang tua tentu ingin melakukan dan memberikan pengasuhan yang terbaik untuk buah hatinya. Namun tak bisa dimungkiri, orang tua tetaplah manusia. Terkadang, mereka ingin melakukan yang terbaik, tetapi ternyata tanpa disadari itu bukanlah hal yang tepat dan malah berpotensi melukai hati anak-anak. Sistem pola asuh yang justru dapat mengganggu mental anak bisa disebut sebagai toxic parenting.

    Berdasarkan survei Teman Bumil dan Populix pada 212 responden ibu berusia 20-35 tahun, 83 persen di antaranya mengetahui apa itu toxic parenting. Sadarlah para orang tua, jika Anda melakukan hal itu, mental anak bisa terganggu.

    Psikolog Klinis sekaligus Dosen Psikologi Islam IAIN Kediri, Tatik Imadatus Sa’adati, M. Psi., Psikolog mengatakan, toxic parenting datang dari perilaku yang dilakukan oleh toxic parents. Istilah orang tua yang toksik atau toxic parents tidak hanya berlaku untuk orang tua yang berperilaku buruk, seperti melakukan kekerasan fisik atau verbal.

    “Menjadi orang tua yang bisa meracuni kondisi psikologis anak terhitung sebagai kekerasan psikis, dan termasuk pula ke dalam kategori orang tua yang toksik,” katanya kepada wartawan baru-baru ini.

    Pemahaman tentang toxic parenting juga tercermin dari hasil survei. Hampir semua responden, yakni sekitar 90 persen ibu, tahu tentang toxic parenting. Mereka mengatakan perilaku egoisme orang tua serta kekerasan verbal dan fisik merupakan contoh dari toxic parenting.

    Menurutnya pertanyaan kenapa seseorang bisa menjadi orang tua toksik untuk anak-anaknya pasti muncul di kepala kita. Dalam ilmu neuropsikologi, satu faktor yang paling berpengaruh adalah bagaimana pola asuh orang tua kita sebelumnya.

    Editor : Nurul Adriyana Salbiah

    Reporter : Marieska Harya Virdhani


    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleHand Sanitizer dengan Ekstrak Lidah Buaya Bisa Cegah Tangan Kering
    Next Article Puluhan Orang Positif Covid -19 Usai Pesta Dansa
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Cek desil Dinsos untuk bansos 2026 kini banyak dicari masyarakat (Ilustrasi/AI)

    Cek Desil Dinsos untuk Bansos 2026, Begini Cara Melihat Statusnya

    June 25, 2026
    Apakah Niat Puasa 9 dan 10 Muharram dan Qadha Ramadhan Bisa Digabung (Ilustrasi/AI

    Apakah Niat Puasa 9 dan 10 Muharram dan Qadha Ramadhan Bisa Digabung?

    June 24, 2026
    Kerusakan Ginjal Disebabkan Oleh Apa (ILustrasi/AI)

    Kerusakan Ginjal Disebabkan Oleh Apa? Kenali Penyebab serta Risikonya

    June 23, 2026
    Puasa Muharram Berapa Hari yang Dianjurkan (Ilustrasi/AI)

    Puasa Muharram Berapa Hari yang Dianjurkan? Ini Kata Ulama

    June 15, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • Cek Desil Dinsos untuk Bansos 2026, Begini Cara Melihat Statusnya
    • 5 Jasa Konsultan KPI Terbaik di Indonesia untuk Efektivitas Bisnis
    • Apakah Niat Puasa 9 dan 10 Muharram dan Qadha Ramadhan Bisa Digabung?
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.