Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»Ekonomi»Pandemi, Ni Luh Jelantik Lakukan “Shifting” dari “Shoemaker” ke Masker
    Ekonomi

    Pandemi, Ni Luh Jelantik Lakukan “Shifting” dari “Shoemaker” ke Masker

    March 1, 2021No Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Pandemi, Ni Luh Jelantik Lakukan "Shifting" dari "Shoemaker" ke Masker 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
    Pandemi, Ni Luh Jelantik Lakukan "Shifting" dari "Shoemaker" ke Masker 2
    Tangkapan layar saat Niluh Djelantik berbicara dalam webinar yang digelar Senin (1/3). (BP/kmb)

    DENPASAR, BALIPOST.com – Merk alas kaki Ni Luh Djelantik sudah mendunia. Ekspor ke sejumlah negara telah dilakukan, bahkan diproduksi bekerjasama dengan merk ternama di negara lain. Pesohor dunia, seperti Julia Roberts juga menggunakan produk Niluh Djelantik di filmnya “Eat, Pray, Love.”

    Namun, pandemi COVID-19 juga meluluhlantakkan bisnis yang dirintis oleh Niluh Putu Ary Pertami Djelantik atau akrab disapa Niluh Djelantik sejak 18 tahun silam itu. Perempuan itu pun harus putar otak untuk bertahan di tengah pandemi.

    Dalam sebuah webinar yang merupakan kerjasama JNE Express dan Markplus Inc., Senin (1/3), Niluh Djelantik mengungkapkan upaya yang dilakukannya bertahan di tengah pandemi. “Human touch merupakan hal yang utama meski pun sudah menggunakan e-commerce dan promosi lainnya. Human touch ini meliputi pelayanan yang baik,” ujarnya saat ditanya resep untuk bertahan dan menjaga merknya.

    Selama hampir 18 tahun menjalankan bisnis ini, ia mengatakan hal tersebut dilakukannya. Selain, berupaya menjaga kualitas produk sehingga pelanggan tetap setia. “In the end of the day you treat people the way you want to be treated (Pada akhirnya, kamu memperlakukan orang sebagaimana kamu ingin diperlakukan, red),” sebutnya.

    Human touch ini tak hanya dipraktekkan untuk pelanggannya, tapi juga karyawannya. Ia menyebut karyawannya sebagai “anak-anak” dan dirinya dipanggil “mamak” oleh para karyawan. Ini, menjadikan tidak ada istilah saya bos, dan anda adalah karyawan.

    Perlakuannya ini menyebabkan terciptanya rasa memiliki di kalangan karyawan sehingga bekerja dengan tulus ikhlas dan berjuang bersama-sama. “Krisis yang terjadi di luar sana dan badai pandemi, keputusan harus berada pada satu atap itu menumbuhkan sense of belonging (rasa memiliki, red) yang tinggi. Kita clear dan kita memperlakukan satu sama lainnya dengan respect,” tegasnya.

    Ia pun mengakui pandemi meluluhlantakkan seluruh kerja kerasnya sebagai pembuat sepatu yang sudah punya nama. Namun, pandemi mengajarkan dirinya untuk beradaptasi dan tidak goyah. “Kami putuskan menutup seluruh store di bulan Maret (2020, red) dengan alasan pelanggan harus aman dan anak-anak (karyawan Niluh, red) harus tetap selamat,” jelasnya.

    Ia mengutarakan bahwa dirinya hanya bisa bertahan hingga Juni tapi tetap berusaha mempertahankan karyawannya. Bahkan, karena kasihan pada dirinya, para shoemaker sempat meminta untuk pulang kampung. Tapi tidak diizinkannya.

    “Akhirnya kita membuat masker dari kain tenun koleksi pribadi sebanyak 1.000 buah. Saat diposting dan menjadi viral, banyak yang ingin memesan. Tapi kita sempat menolak adanya pesanan yang masuk, karena merasa shoemaker dan bikin masker hanya untuk donasi,” katanya.

    Ia mengaku sempat mengalami pergolakan batin karena merasa tidak bidangnya untuk membuat masker sebab selama ini merupakan seorang pembuat sepatu dan telah memiliki brand yang mendunia. Namun, ia akhirnya berpikir untuk merangkul UMKM dan perajin di Bali agar sama-sama bangkit lewat produksi masker.

    Saat ini, ia menyebut maskernya telah diekspor ke puluhan negara dan dikirim menggunakan JNE. Bangkitnya brand Niluh Djelantik lewat produk masker ini dengan menggandeng perajin kain tenun dan pelaku UMKM masker di Bali. “Di saat bangkit, kita harus menggandeng tangan-tangan lainnya. Hidup itu indah jika kita berbagi,” pesannya.

    Tiga Akses

    Soal tantangan UMKM di tengah pandemi, VP of Marketing JNE, Eri Palgunadi mengatakan ada tiga akses yang perlu dimiliki. Yaitu akses informasi, permodalan, dan distribusi. Jika ketiganya bisa dimiliki, ia percaya UMKM akan bisa membawa produknya ke tingkat global. “Sektor UMKM adalah sektor yang paling liat, yang bisa membawa Indonesia menjadi negara yang berkembang. Karena di tahun 1998, UMKM adalah sektor yang paling tidak terdampak oleh krisis moneter. Di tahun 2008 juga begitu,” ujarnya.

    UMKM diharapkan bisa menjadi titik balik bagi sektor perekonomian di tengah pandemi dengan menciptakan produk yang tidak hanya terkenal di daerahnya, tapi bisa masuk di kawasan, dan menjadi global. Dengan akses informasi, UMKM bisa menciptakan produk kreatif dan brand dengan value yang berbeda. (Diah Dewi/balipost)

    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleNegara G20 Perkuat Kerjasama Tangani Covid-19 Sampai Pemulihan Ekonomi – KRJOGJA
    Next Article Usai coating, ini yang harus dilakukan pemilik kendaraan
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru (Ilustrasi/AI)

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru, Pemerintah Bentuk PT DSI untuk Atur Ekspor

    May 21, 2026
    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat (Instagram/@menkeuri)

    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat

    May 18, 2026
    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter (Ilustrasi/AI)

    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter

    May 5, 2026
    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing (Ilustrasi/Ai)

    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing

    April 29, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • Indonesian Parrot Langka Muncul Lagi Usai Hilang
    • 5 Cara Mengenal Koleksi Kaos Branded Lifework yang Sedang Tren, Awas KW
    • Harga Obat Naik 2026 Mendadak Diungkap Budi Gunadi Sadikin
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.