Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»Ekonomi»Pandemi, Pengusaha Diharapkan Tidak PHK Karyawan
    Ekonomi

    Pandemi, Pengusaha Diharapkan Tidak PHK Karyawan

    November 2, 2020No Comments2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Pandemi, Pengusaha Diharapkan Tidak PHK Karyawan 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
    Pandemi, Pengusaha Diharapkan Tidak PHK Karyawan 2
    Seratusan pekerja pariwisata mendatangi Kantor DPRD Bali, Selasa (27/10) karena di-PHK. (BP/dok)

    DENPASAR, BALIPOST.com – Di tengah pandemi COVID-19, para pelaku usaha di Bali diharapkan tidak melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) karyawannya. Kendati dalam Undang-undang, pengusaha dapat melakukan PHK.

    Kepala Dinas Tenaga Kerja dan ESDM Provinsi Bali, Ida Bagus Ngurah Arda dikonfirmasi, Senin (2/11), mengatakan ada sejumlah alasan PHK dapat dilakukan, seperti memasuki batas usia pensiun, masa kontrak habis, pekerja meninggal dunia, atau pekerja mengundurkan diri.

    “Selain itu, ada juga penyebab lain seperti perusahaan melakukan efisiensi, melakukan merger, kemudian pekerjanya kena hukuman berat,” ujarnya.

    Arda mengaku tidak bisa berbuat banyak kalau PHK dilakukan sesuai ketentuan tersebut. Ditambah lagi, pengusaha sudah membayarkan hak-hak pekerja.

    Sekalipun PHK dilakukan secara sepihak. “Katakanlah karena efisiensi, di Undang-undang dimungkinkan seperti itu. Tapi sepanjang (pekerja) menerima hak-haknya,” imbuhnya.

    Menurut Arda, pekerja yang tidak menerima dirinya di-PHK atau merasa tidak puas dapat melakukan perundingan bipartit. Yakni perundingan antara pekerja atau serikat pekerja dengan pengusaha.

    Kalau tidak berhasil, selanjutnya bisa diajukan ke Dinas Tenaga Kerja kabupaten/kota melalui mediasi. Bila di kabupaten/kota tidak memiliki mediator, bisa diajukan ke Dinas Tenaga Kerja Provinsi.

    “Di kabupaten itu ada Pejabat Fungsional Mediator. Jadi mereka yang memediasi, memanggil kedua belah pihak. Kalau berhasil, diberikan pertimbangan untuk disepakati, ” jelasnya.

    Tapi kalau gagal, lanjut Arda, maka dapat diajukan ke pengadilan hubungan industrial. (Rindra Devita/balipost)

    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleKeren Nih, BNI Buka Program Magang Karyawannya ke Luar Negeri
    Next Article Paslon Amerta Komit Perkuat UMKM, Perlu Tata Kelola Pemerintahan Berbasis Digitalisasi
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru (Ilustrasi/AI)

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru, Pemerintah Bentuk PT DSI untuk Atur Ekspor

    May 21, 2026
    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat (Instagram/@menkeuri)

    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat

    May 18, 2026
    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter (Ilustrasi/AI)

    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter

    May 5, 2026
    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing (Ilustrasi/Ai)

    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing

    April 29, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • KPop Demon Hunters Sukses Menarik Perhatian di 2026
    • Starbucks Jadi Perbincangan Gegara Promosi yang Bikin Orang Kesal
    • Puasa Muharram Berapa Hari yang Dianjurkan? Ini Kata Ulama
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.