Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»Ekonomi»Pasar Jauhi Aset Berisiko Jelang Data Inflasi AS, Rupiah Loyo
    Ekonomi

    Pasar Jauhi Aset Berisiko Jelang Data Inflasi AS, Rupiah Loyo

    December 13, 2022No Comments2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Pasar Jauhi Aset Berisiko Jelang Data Inflasi AS, Rupiah Loyo 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    JawaPos.com – Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Selasa (13/12) sore ditutup turun, seiring pelaku pasar yang menjauhi aset berisiko menjelang rilis data inflasi Amerika Serikat (AS). Rupiah ditutup melemah 29 poin atau 0,19 persen ke posisi Rp 15.657 per USD dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp 15.628 per USD.

    Analis DCXF Futures Lukman Leong saat dihubungi di Jakarta, Selasa, mengatakan, dalam beberapa sesi terakhir dolar AS cenderung menguat setelah data inflasi produsen AS pada minggu lalu yang lebih tinggi. “Walau demikian saya melihat rupiah cenderung kembali tertekan oleh kekhawatiran perlambatan ekonomi,” ujar Lukman.

    Pada akhir pekan lalu, rilis data inflasi produsen AS untuk November terlihat lebih tinggi dari yang diperkirakan. Hal itu memperkuat kemungkinan kenaikan suku bunga lanjutan oleh Federal Reserve (Fed) sekalipun dengan kecepatan yang lebih lambat.

    Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan, Indeks Harga Produsen (IHP) AS naik 0,3 persen pada November, di atas konsensus 0,2 persen, untuk kenaikan secara tahunan 7,4 persen. Para pelaku pasar khawatir bahwa laporan inflasi harga konsumen minggu ini yang keluar tepat sebelum keputusan suku bunga The Fed pada Desember, juga bisa mengejutkan.

    “Investor cenderung risk off mengantisipasi data inflasi AS yang dapat memengaruhi statemen The Fed pada FOMC besok,” kata Lukman dikutip dari Antara.

    Rupiah pada pagi hari dibuka melemah ke posisi Rp 15.655 per USD. Sepanjang hari rupiah bergerak di kisaran Rp 15.639 per USD hingga Rp 15.674 per USD.

    Sementara itu kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada Selasa melemah ke posisi Rp 15.661 per USD dibandingkan posisi hari sebelumnya Rp 15.642 per USD.


    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleImigrasi Soekarno-Hatta Klaim KUHP Baru Tak Pengaruhi Jumlah WNA Masuk
    Next Article Turunkan Tensi Politik, Perludem Desak Keterbukaan Data Pemilu
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru (Ilustrasi/AI)

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru, Pemerintah Bentuk PT DSI untuk Atur Ekspor

    May 21, 2026
    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat (Instagram/@menkeuri)

    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat

    May 18, 2026
    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter (Ilustrasi/AI)

    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter

    May 5, 2026
    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing (Ilustrasi/Ai)

    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing

    April 29, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • Indonesian Parrot Langka Muncul Lagi Usai Hilang
    • 5 Cara Mengenal Koleksi Kaos Branded Lifework yang Sedang Tren, Awas KW
    • Harga Obat Naik 2026 Mendadak Diungkap Budi Gunadi Sadikin
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.