Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»Ekonomi»Peluang Bisnis Baru, Nilai Ekonomi Sirkular Bisa Capai Rp 600 Triliun
    Ekonomi

    Peluang Bisnis Baru, Nilai Ekonomi Sirkular Bisa Capai Rp 600 Triliun

    November 27, 2022No Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Peluang Bisnis Baru, Nilai Ekonomi Sirkular Bisa Capai Rp 600 Triliun 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    JawaPos.com – Ekonomi sirkular menjadi salah satu tren sekaligus peluang bisnis kekinian. Nilai ekonominya tak main-main. Bahkan ditaksir bisa mencapai 2,5 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) pada 2030, dengan penyerapan tenaga kerja hingga 4,4 juta orang.

    Demikian disampaikan oleh Bambang PS Brodjonegoro selaku Board of Trustee National Center for Corporate Reporting (NCCR) dalam sambutannya dalam peresmian nama dan logo baru NCCR yang sebelumnya dikenal dengan National Center Sustainability Report (NCSR). Mantan Menteri Keuangan (Menkeu) RI itu menuturkan, pengembangan ekonomi sirkular dapat memperkuat ekonomi lokal secara inklusif dan secara sosial.

    “Ekonomi sirkular akan mendorong 4,4 juta penciptaan lapangan kerja bersih hingga tahun 2030, dimana 75 persen dari pekerjaan ini adalah untuk perempuan. Transisi ke praktik ekonomi sirkular akan meningkatkan PDB Indonesia sebesar Rp 593-638 triliun atau setara dengan 2,3-2,5 persen PDB pada tahun 2030,” kata Bambang Brodjonegoro beberapa waktu lalu.

    Namun untuk mewujudkan hal ini, lanjutnya, tentu saja diperlukan kerja sama yang ambisius dengan melibatkan pemerintah, perusahaan, masyarakat sipil, lembaga keuangan dan organisasi penelitian. Ekonomi sirkular ini menjadi tema utama Asia Sustainability Reporting Rating (ASRRAT) 2022 yang bertajuk “Pathway to Circular Economy”.

    Penghargaan yang telah berjalan selama 18 tahun ini juga diikuti oleh negara lain, yaitu, Bangladesh, Filipina, Australia, dan Rusia. Ketua NCCR Dr. Ali Darwin menuturkan, saat ini, informasi keberlanjutan tidak hanya tercakup dalam laporan keberlanjutan yang berdiri sendiri, tetapi juga dapat dimasukkan dalam laporan keuangan tahunan atau laporan tahunan perusahaan. Selain itu, framework pelaporan keberlanjutan tidak hanya berdasarkan GRI tetapi juga dari berbagai organisasi lainnya, yang terbaru adalah dari IFRS Sustainability melalui IFRS Foundation

    “Berdasarkan pertimbangan inilah, maka nama NCSR baru saja diubah menjadi NCCR, yang berarti bahwa kami tidak akan terlibat dengan laporan keberlanjutan saja, tetapi lebih dari itu, yang mencakup semua jenis pelaporan perusahaan,” kata Ali.

    Lebih lanjut dia menilai, tema ASRRAT kali ini sangat relevan dengan upaya untuk mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan. “Pelaksanaan pembangunan berkelanjutan harus dikomunikasikan kepada publik melalui Laporan Keberlanjutan. Sejauh mana suatu entitas berkontribusi terhadap tujuan pembangunan berkelanjutan serta pencapaian kinerja ESG-nya, semuanya dapat dipertanggungjawabkan dalam Laporan Keberlanjutan,” tuturnya.

    Pada kesempatan sama, Ketua Dewan Juri ASRRAT 2022, Prof. Eko Ganis Sukoharsono, Ph.D, CSRA, mengatakan bahwa pandemi Covid 19 telah membawa banyak pelajaran bagi profesi sustainability practitioner. Berbagai solusi dan inovasi telah dikembangkan.

    “Tiga tahun kita berada di masa Covid-19, inovasi yang mengejutkan hadir melalui standar baru GRI, yang disebut GRI Standards 2021. Penilaian didasarkan pada tingkat kepatuhan pelaporan keberlanjutan terhadap Standar GRI,” jelasnya.

    Dalam penilaian ini, dewan juri melibatkan penilai dari sarjana independen dari 15 universitas di Indonesia, dan satu penilai dari University of Essex UK. NCCR memberikan empat peringkat laporan keberlanjutan, yaitu Platinum (tertinggi), Gold, Silver, dan Bronze.

    Sebagai informasi ASRRAT 2022 diikuti oleh 50 perusahaan/organisasi. Sebanyak 10 perusahaan meraih peringkat Platinum.

    Perusahaan tersebut adalah PT Pupuk Indonesia (Persero), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Bank BTPN Tbk, PT Indonesia Power, dan PT Bio Farma (Persero). Kemudian, PT Petrokimia Gresik, PHE ONWJ, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank BJB, dan PT Pupuk Kalimantan Timur.


    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleSetelah EP Asa dan Rasa, Sisca JKT48 Ingin Punya Album dalam Dua Tahun
    Next Article Kasus COVID-19 Baru Nasional Capai Empat Ribuan Orang
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru (Ilustrasi/AI)

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru, Pemerintah Bentuk PT DSI untuk Atur Ekspor

    May 21, 2026
    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat (Instagram/@menkeuri)

    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat

    May 18, 2026
    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter (Ilustrasi/AI)

    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter

    May 5, 2026
    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing (Ilustrasi/Ai)

    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing

    April 29, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • 5 Cara Mengenal Koleksi Kaos Branded Lifework yang Sedang Tren, Awas KW
    • Harga Obat Naik 2026 Mendadak Diungkap Budi Gunadi Sadikin
    • SPMB Jateng 2026 Jalur Prestasi Punya Aturan Baru?
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.