Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»Ekonomi»Pembangunan Infrastruktur Skala Besar di Bangli Disoroti, Sektor Lain Terabaikan
    Ekonomi

    Pembangunan Infrastruktur Skala Besar di Bangli Disoroti, Sektor Lain Terabaikan

    August 23, 2022No Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Pembangunan Infrastruktur Skala Besar di Bangli Disoroti, Sektor Lain Terabaikan 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
    Pembangunan Infrastruktur Skala Besar di Bangli Disoroti, Sektor Lain Terabaikan 2
    DPRD Bangli Selasa (23/8) menggelar rapat paripurna dengan agenda penyampaian pemandangan umum fraksi terhadap penyampaian ranperda APBD Perubahan 2022. (BP/Istimewa)

    BANGLI, BALIPOST.com – DPRD Bangli Selasa (23/8) menggelar rapat paripurna dengan agenda penyampaian pemandangan umum fraksi terhadap penyampaian ranperda APBD Perubahan 2022. Dalam pemandangan umumnya, Fraksi Golkar DPRD Bangli menyinggung soal pokok-pokok pikiran (pokir) dewan yang tidak terakomodasi selama dua tahun terakhir.

    Melalui anggota Fraksi Golkar I Nyoman Kartika, juga disoroti terkait meningkatnya pembangunan infrastruktur berskala besar di APBD 2022. Golkar menyebut hal itu mengakibatkan pembangunan di sektor lain terutama pada pembangunan pemerintahan terbawah menjadi terabaikan.

    Menurut pihaknya yang seharusnya menjadi prioritas adalah menunjang perekonomian di Desa dan Kecamatan. “Maka kami memandang perlu adanya anggaran pada APBDP ini dengan tujuan agar mampu membantu masyarakat dalam rangka meningkatkan sektor ekomomi kerakyatan,” terangnya.

    Golkar meminta pemerintah Kabupaten Bangli memenuhi pokok-pokok pikiran dewan yang merupakan aspirasi masyarakat. Sebab dalam UU diwajibkan untuk melaksanakan reses sebagai wujud penyerapan aspirasi masyarakat yang tidak terakomodasi dalam Musrenbang untuk dijadikan acuan penyusunan RKPD.

    Namun selama kurun waktu tahun 2020 sampai dengan 2022 aspirasi yang diterima dewan di masyarakat belum bisa terwujud. “Untuk itu kami mohon di tahun 2023, pemerintah daerah mampu memenuhi pokok-pokok pikiran anggota dewan agar jangan DPRD sebagai mediator masyarakat terhadap pemerintah dianggap mandul dan tumpul,” kata Kartika.

    Hal lain yang juga disoroti yakni terkait dengan penyerahan punia oleh Pemkab ke masyatakat. Golkar mengungkap secara praktiknya sering ada anggota legislatif dan bahkan orang yang tidak berada di lingkungan pemerintah menyerahkan secara simbolis ke masyarakat. “Kami Fraksi Partai Golongan Karya mohon penjelasan serta dasar hukumnya,” kata Kartika.

    Selain Golkar, tiga fraksi lainnya juga menyampaikan pemandangan umumnya terhadap penyampaian ranperda APBD Perubahan 2022. Fraksi Demokrat mengapreasi Pemkab Bangli yang telah mampu meningkatkan PAD secara optimal di tengah pasca Pandemi.

    Namun hanya satu OPD penghasil yaitu BLUD mengalami penurunan PAD yang cukup tajam sebesar Rp22 miliar. Demokrat juga mempertanyakan penyebab dan kendala sehingga terjadi penurunan tersebut.

    Sementara Fraksi PDI Perjuangan mengharapkan tingginya biaya Belanja Pegawai yang dirancang dalam Rancangan Peubahan APBD 2022, dapat meningkatkan kinerja ASN secara optimal. Dari Fraksi Restorasi Hati Nurani mengharapkan kepada Pemerintah Daerah untuk lebih arif dan bijaksana dalam Pembahasan RAPBD.

    Menanggapi pemandangan umum fraksi-fraksi di dewan, Wakil Bupati I Wayan Diar menyampaikan bahwa terkait pokir DPRD Bangli, dalam RAPBD 2022 belum bisa terakomodasi mengingat keterbatasan kemampuan keuangan daerah. Ke depan, Diar mengatakan pihaknya akan berupaya bisa mengakomodir pokir dewan namun tetap disesuaikan dengan kondisi dan kemampuan keuangan daerah di tahun 2023.

    Mengenai sorotan banyaknya pembangunan infrastuktur berskala besar di tahun ini, ia menegaskan bahwa pihaknya tidak mengabaikan pembangunan di sektor lain, khususnya pemerintah terbawah. Pemkab tetap mengalokasikan anggaran dalam rangka mendukung pembangunan di pemerintah desa. “Terkait dengan penyerahan Banten upasaksi merupakan salah satu prioritas dalam rangka mewujudkan visi dan misi pemerintah daerah serta dalam pelaksanaanya tetap berpedoman pada ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” kata Diar. (Dayu Swasrina/balipost)

    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleHidro-oseanografi Penting untuk Transformasi Blue Economy
    Next Article Kadin Diajak Gaungkan Optimisme di Tengah Ketidakpastian Global
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru (Ilustrasi/AI)

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru, Pemerintah Bentuk PT DSI untuk Atur Ekspor

    May 21, 2026
    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat (Instagram/@menkeuri)

    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat

    May 18, 2026
    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter (Ilustrasi/AI)

    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter

    May 5, 2026
    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing (Ilustrasi/Ai)

    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing

    April 29, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • KPop Demon Hunters Sukses Menarik Perhatian di 2026
    • Starbucks Jadi Perbincangan Gegara Promosi yang Bikin Orang Kesal
    • Puasa Muharram Berapa Hari yang Dianjurkan? Ini Kata Ulama
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.