Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»News»Pembukaan Kedutaan AS di Yerusalem Telan 52 Korban Jiwa
    News

    Pembukaan Kedutaan AS di Yerusalem Telan 52 Korban Jiwa

    May 15, 2018No Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
    Pembukaan Kedutaan AS di Yerusalem Telan 52 Korban Jiwa

    Seorang demonstran Palestina menggunakan raket untuk mengembalikan tabung gas air mata yang ditembakkan oleh pasukan Israel selama protes menuntut hak untuk kembali ke tanah air mereka di perbatasan Israel-Gaza di Jalur Gaza selatan (Foto: REUTERS / Ibraheem Abu Mustafa

    Jakarta – Sekitar 52 orang tewas dalam kekerasan di Gaza menjelang pembukaan kontroversial Kedutaan Besar Amerika Serikat di Yerusalem pada Senin (14/05) waktu setempat.

    Upacara yang menandai kepindahan kedutaan AS dari ibukota resmi di Tel Aviv ke Yerusalem disambut ribuan demonstran yang mengecam langkah tersebut.

    Baca juga : Keputusan Trump Bantu ZTE Bikin China Girang

    Protes di perbatasan Gaza–Israel Senin bertepatan dengan Hari Nakba, “hari malapetaka” Palestina, yakni pendirian Israel tahun 1948 dan pengusiran warga Palestina dari rumah mereka di Israel.

    Di antara puluhan korban tersebut terdapat lima anak di bawah usia 18 tahun. Hampir 2.000 mengalami luka-luka dalam bentrokan itu.

    Baca juga : Turki Sebut AS Bertanggung Jawab Pembantaian Palestina

    Dilansir UPI, Militer Israel mengatakan sekitar 10.000 lebih warga yang ikut berpartisipasi dalam protes Gaza tersebut.

    Demonstrasi mingguan di perbatasan selama tujuh minggu terakhir, yang menyebabkan lebih dari 50 kematian dan lebih dari 9.000 cedera.

    Baca juga : Lagu Kebangsaan AS Berkumandang di Tanah Israel

    Sementara Israel memuji pengalihan kedutaan, diumumkan oleh Presiden Donald Trump tahun lalu, padahal keputusan itu sudah dikecam keras oleh banyak negara Arab.

    Deputi Perdana Menteri Turki Bekir Bozdag mengatakan, Turki menarik kembali utusannya di Tel Aviv dan Washington untuk konsultasi atas langkah kedutaan dan tindak kekerasan berikutnya. Pemerintah juga menyatakan tiga hari berkabung atas kematian warga Palestina.

    “Hari ini akan turun dalam sejarah sebagai Senin Berdarah bagi Muslim dan negara-negara Islam,” kata Bozdag.

    “Status bersejarah dan spiritual Yerusalem tidak akan pernah berubah. Seperti sebelumnya, Yerusalem akan terus menjadi ibukota Palestina independen,” katanya.

    Pembukaan Senin menyusul bentrokan meluas selama akhir pekan. Puluhan ribu Zionis, sayap kanan Israel, berpartisipasi dalam Bendera Maret pada Minggu, prosesi tahunan yang menandai Hari Yerusalem, akhir perang 1967 dan penggabungan Yerusalem Timur dan Barat.

    Pertempuran meletus di sepanjang rute ke Temple Mount, yang melewati kawasan Muslim di kota.

    Beberapa warga Palestina ditangkap, begitu pula enam orang Yahudi yang menyanyikan lagu-lagu polisi yang kemudian digambarkan sebagai hasutan. Kebanyakan vendor di Muslim Quarter membuka toko mereka, meskipun ada peringatan bahwa polisi tidak akan dapat melindungi mereka jika Maret Bendera berubah menjadi kekerasan.

    Kedua belah pihak dipisahkan oleh polisi di Temple Mount, sebuah situs suci untuk orang Yahudi, Muslim dan Kristen, dan beberapa orang Yahudi yang telah dipindahkan karena melanggar aturan perilaku.

    Langkah Kedutaan Besar AS terlihat di Israel sebagai peristiwa transformatif yang menghancurkan dekade netralitas AS pada hubungan Israel-Palestina.

    Palestina menganggap Jerusalem Timur sebagai ibu kota Palestina, semestinya negara itu menjadi negara berdaulat, dan menafsirkan langkah Kedutaan AS merupakan pememihakan kepada Israel.

    Israel secara efektif menguasai Jerusalem Timur setelah perang tahun 1967, meskipun tidak ada negara yang mengakui pengambilalihan itu sampai pernyataan Trump terkait pemindahan kedutaan.

    TAGS : Israel Gaza Trump Amerika

    This article is automatically posted by WP-AutoPost Plugin

    Source URL:http://www.jurnas.com/artikel/34444/Pembukaan-Kedutaan-AS-di-Yerusalem-Telan-52-Korban-Jiwa/

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleFahri: Pelaku Teror Bom bukan Islam, Mereka Robot
    Next Article RUU Terorisme, PKB Minta Pemerintah Tuntaskan Perbedaan
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    5 Jasa Konsultan KPI Terbaik di Indonesia untuk Efektivitas Bisnis

    5 Jasa Konsultan KPI Terbaik di Indonesia untuk Efektivitas Bisnis

    June 25, 2026
    Ancaman Ransomware Naik, Sysware Sebut EDR Adalah Investasi IT Krusial

    Ancaman Ransomware Naik, Sysware Sebut EDR Adalah Investasi IT Krusial

    June 24, 2026
    Polda Sumbar Gelar Road to Kapolri Cup MLBB 2026, Ajak Generasi Muda Ukir Prestasi di Dunia Esports

    Polda Sumbar Gelar Road to Kapolri Cup MLBB 2026, Ajak Generasi Muda Ukir Prestasi di Dunia Esports

    June 23, 2026
    Mengenal Prediction Market: Inovasi Pasar Prediksi yang Kian Populer di Era Digital

    Mengenal Prediction Market: Inovasi Pasar Prediksi yang Kian Populer di Era Digital

    June 19, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • Cek Desil Dinsos untuk Bansos 2026, Begini Cara Melihat Statusnya
    • 5 Jasa Konsultan KPI Terbaik di Indonesia untuk Efektivitas Bisnis
    • Apakah Niat Puasa 9 dan 10 Muharram dan Qadha Ramadhan Bisa Digabung?
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.