Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»Ekonomi»Pembukaan Pariwisata Internasional Ditanggapi Biasa, Industri Dinilai Satu Persepsi dengan Pemerintah
    Ekonomi

    Pembukaan Pariwisata Internasional Ditanggapi Biasa, Industri Dinilai Satu Persepsi dengan Pemerintah

    April 6, 2021No Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Pembukaan Pariwisata Internasional Ditanggapi Biasa, Industri Dinilai Satu Persepsi dengan Pemerintah 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
    Pembukaan Pariwisata Internasional Ditanggapi Biasa, Industri Dinilai Satu Persepsi dengan Pemerintah 2
    Suasana sepi aktivitas di Jalan Poppies II Kuta, Badung. Kawasan ini biasanya ramai dengan aktivitas wisatawan di siang maupun malam harinya. Namun sejak pandemi Covid-19 melanda, toko disepanjang jalan ini banyak yang tutup dan jarang ada lalu lalang wisatawan. (BP/eka)

    DENPASAR, BALIPOST.com – Bali kini hidup tanpa parwisata. Adanya wacana Bali akan dibuka untuk wisatawan mancanegara (wisman) ditanggapi biasa oleh pelaku pariwisata.

    Pengamat ekonomi dari Universitas Udayana Prof. Wayan Ramantha mengatakan, wajar pelaku industri pariwisata bersikap menerima kondisi saat ini. Bukan berarti pesimis atau pasrah, namun bagi kalangan pariwisata saat ini mengikuti kebijakan pemerintah dan alur pemulihan ekonomi sudah menjadi satu persepsi di antara keduanya.

    “Bukan pesimis, tapi ini langkah cerdas telah menjadi satu persepsi dengan pemerintah. Kita akan amat sangat ketergantungan pada kondisi kesehatan saat ini. Kalau Covid-19 teratasi, pemerintah akan sangat objektif melihat itu dan akan merencanakan untuk buka. Seandainya di dalam negeri itu masih tinggi kasusnya, oleh pemerintah dibuka, ujung-ujungnya akan membahayakan dunia usah dan ekonomi Bali akan kembali stuck,” ujar Ramantha, Senin (5/4).

    Sementara itu, pengamat ekonomi dari Undiknas Prof. I.B. Raka Suardana mengatakan, pemerintah sedang berupaya untuk memulihkan kesehatan, salah satunya dengan vaksinasi. Baginya, upaya ini harus diyakini akan berhasil. “Memang perlu mental yang luar biasa tangguh dalam menghadapi pandemi ini, karena vaksin telah diprioritaskan untuk Bali,” katanya.

    Raka Suardana menambahkan, memberi penghidupan pada pariwisata Bali juga dilakukan pemerintah dengan mendatangkan wisatawan Nusantara ke Bali. Hanya saja, beberapa kebijakan yang sebelumnya menambah beban pelaku pariwisata karena adanya persyaratan rapid test antigen dan swab, kini telah diringankan dengan adanya GeNose. “Saya berharap momen-momen liburan seperti hari raya keagamaan, dan libur nasional dapat mendorong perlintasan orang terutama ke Bali. Kebijakan pemerintah terkait hal tersebut juga diharapkan berpihak pada pariwisata Bali,” tegasnya.

    Raka Suardana menambahkan, tahun 2021 adalah fase membentuk herd immunity masyarakat Bali. Meskipun telah divaksinasi, diharapkan masyarakat lebih berhati-hati dan tetap menerapkan protokol kesehatan mengingat kekebalan terbentuk sekitar lebih dari satu bulan, sehingga menjaga diri adalah hal yang utama agar dapat juga menjaga orang lain.

    Selain itu, kata dia, destinasi wisata yang ada di Bali juga diharapkan dapat dibuka, terutama destinasi wisata yang berkonsep open air. Menurutnya, ruang terbuka lebih minim risiko daripada destinasi wisata indoor.

    Dengan dibukanya tempat wisata berkonsep ini, wisatawan lokal juga dapat bergerak sehingga ekonomi bisa sedikit menggeliat. “Jangan sampai pelaku pariwisata menyerah karena memang ini cobaan berat. Jangan menyalahkan siapa-siapa, termasuk pemerintah karena pemerintah juga tidak punya uang saat ini,” katanya mengingatkan.

    Raka Suardana menambahkan, pemerintah pusat telah menggelontorkan dana  Rp 1,1 triliun untuk pariwisata Bali pada tahun 2020 lalu. Salah satu tujuannya untuk merawat pariwisata Bali, karena disadari pengusaha telah kehabisan uang. Setelah pandemi ini, ia yakin pariwisata akan kembali booming karena orang akan “balas dendam” untuk bepergian setelah setahun lebih lockdown di negaranya. (Citta Maya/balipost)

    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticlePrestige akan boyong mobil listrik Renault Zoe ke IIMS 2021?
    Next Article Dominan Saat Bicara, 4 Zodiak Ini Dikenal Paling Cerewet
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru (Ilustrasi/AI)

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru, Pemerintah Bentuk PT DSI untuk Atur Ekspor

    May 21, 2026
    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat (Instagram/@menkeuri)

    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat

    May 18, 2026
    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter (Ilustrasi/AI)

    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter

    May 5, 2026
    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing (Ilustrasi/Ai)

    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing

    April 29, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • 5 Cara Mengenal Koleksi Kaos Branded Lifework yang Sedang Tren, Awas KW
    • Harga Obat Naik 2026 Mendadak Diungkap Budi Gunadi Sadikin
    • SPMB Jateng 2026 Jalur Prestasi Punya Aturan Baru?
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.