Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»News»Pemerintah Datangkan 10 Vial Antidotum Dari Singapura
    News

    Pemerintah Datangkan 10 Vial Antidotum Dari Singapura

    October 27, 2022No Comments2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Pemerintah Datangkan 10 Vial Antidotum Dari Singapura 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
    Pemerintah Datangkan 10 Vial Antidotum Dari Singapura 2
    Tangkapan layar Juru Bicara Kementerian Kesehatan RI dr. Mohammad Syahril pada konferensi pers secara daring di Jakarta, Rabu (26/10/2022). (BP/Ant)

    JAKARTA, BALIPOST.com – Pemerintah hari ini kembali mendatangkan 10 vial antidotum dari Singapura untuk menangani penyakit gangguan ginjal akut progresif atipikal di Indonesia. “10 vial yang datang hari ini akan didistribusikan ke semua rumah sakit rujukan pemerintah yang merawat pasien,” kata Juru Bicara Kementerian Kesehatan Mohammad Syahril di Jakarta, dikutip dari kantor berita Antara, Kamis (27/10).

    Pada 10 dan 18 Oktober 2022 lalu, pemerintah telah mendatangkan 20 vial antidotum Fomepizole dari Singapura. Penawar injeksi itu digunakan untuk pengobatan pasien yang ada di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta.

    Sedangkan 16 vial dari Australia diberikan kepada rumah sakit rujukan di Padang, Surabaya, Medan, dan Aceh. “Jadi 30 (vial antidotum) sudah sampai ke Indonesia dari Singapura, dan 16 (vial antidotum) dari Australia,” ujar Syahril.

    Kementerian Kesehatan mencatat ada 269 kasus gangguan ginjal akut progresif atipikal di Indonesia per 26 Oktober 2022. Data itu mengalami peningkatan sebanyak 18 kasus bila dibandingkan data yang tertera pada 24 Oktober 2022 lalu.

    Syahril menjelaskan angka penambahan 18 kasus itu bersumber dari pelaporan 15 kasus yang terjadi pada akhir September sampai pertengahan Oktober.

    Sementara itu, sebanyak tiga kasus bertambah usai pemerintah melarang pemakaian obat sirop kepada seluruh dinas kesehatan, fasilitas pelayanan kesehatan, dan juga apotek di seluruh Indonesia.

    Dari total 269 kasus gangguan ginjal akut tersebut sebanyak 73 kasus masih dirawat, 157 kasus meninggal dunia, dan sembuh 39 kasus.

    “Kami bekerja sama dengan berbagai pihak terutama dinas kesehatan dan rumah sakit, termasuk IDAI dalam melakukan surveilans sampai ke seluruh kabupaten/kota supaya seluruh daerah di negara kita ini betul-betul terdata kasus-kasus gangguan ginjal akut,” pungkas Syahril. (Kmb/Balipost)

    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleINACA Diminta Percepat Pemulihan Penerbangan Nasional
    Next Article Komentar Aida Saskia Usai Dilaporkan Balik oleh Temannya
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Wimbledon schedule 2026 resmi diumumkan (Ilustrasi/AI)

    Wimbledon Schedule 2026 Diumumkan, Turnamen Resmi Dimulai

    June 29, 2026
    5 Jasa Konsultan KPI Terbaik di Indonesia untuk Efektivitas Bisnis

    5 Jasa Konsultan KPI Terbaik di Indonesia untuk Efektivitas Bisnis

    June 25, 2026
    Ancaman Ransomware Naik, Sysware Sebut EDR Adalah Investasi IT Krusial

    Ancaman Ransomware Naik, Sysware Sebut EDR Adalah Investasi IT Krusial

    June 24, 2026
    Polda Sumbar Gelar Road to Kapolri Cup MLBB 2026, Ajak Generasi Muda Ukir Prestasi di Dunia Esports

    Polda Sumbar Gelar Road to Kapolri Cup MLBB 2026, Ajak Generasi Muda Ukir Prestasi di Dunia Esports

    June 23, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • Wimbledon Schedule 2026 Diumumkan, Turnamen Resmi Dimulai
    • Tempat Wisata Bandung Terbaru 2026 untuk Healing Akhir Pekan
    • Cek Desil Dinsos untuk Bansos 2026, Begini Cara Melihat Statusnya

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.