Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»News»Peminat Prodi Pertanian di Kota Besar Masih Minim
    News

    Peminat Prodi Pertanian di Kota Besar Masih Minim

    April 4, 2018No Comments2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
    Peminat Prodi Pertanian di Kota Besar Masih Minim

    Rektor Univeritas Trilogi Dr. Aam Bastaman (paling kanan) bersama para pembicara dalam Konferensi Internasional On Cold Chain & Logistic Management for Agrifood in Indonesia di Jakarta.

    Jakarta – Program studi pertanian di perkotaan masih sepi peminat. Di Jakarta contohnya, sebagian besar perguruan tinggi swasta maupun negeri tak menyertakan Fakultas Pertanian dalam daftar pilihan fakultasnya.

    Rektor Universitas Trilogi Dr. Aam Bastaman mengungkapkan, rendahnya minat calon mahasiswa perkotaan terhadap pertanian kemungkinan besar karena masih terbawa paradigma lama. Padahal menurutnya, pertanian di perkotaan berbeda perlakuannya dengan pertanian di pedesaan.

    “Kenapa mereka (calon mahasiswa, Red) tidak tertarik? Karena barangkali diselimuti ketakutan dan paradigma lama, bahwa pertanian itu kotor, miskin, dan tidak punya masa depan,” ujar Aam Bastaman dalam konferensi internasional bertajuk ‘On Cold Chain & Logistic Management for Agrifood Product in Indonesia, Rabu (4/4) di Jakarta.

    Sepinya peminat pertanian terlihat di Universitas Trilogi, Jakarta. Sebagai satu-satunya kampus swasta yang memiliki program studi agroekoteknologi, hanya diisi oleh sekitar 20 mahasiswa per semesternya.

    “20-an per tahun ajaran baru. Itu satu kelas. Tapi dengan upaya kami melakukan sosialisasi, berharap tahun ke depan peminatan akan semakin bertambah,” kata Aam.

    Aam menjelaskan, konsep pertanian di perkotaan mengadopsi model urban agriculture, yakni petani kota dapat memanfaatkan lahan yang sempit untuk menerapkan roof gardening dan vertical agriculture. Dengan demikian, bertani bukan hanya bisa dilakukan di sawah atau pedesaan.

    “Indonesia memang luas, tapi tidak merata. Jakarta lahan sangat sempit, bagaimana bisa menciptakan suatu kreativitas dengan memanfaatkan lahan yang sempit itu,” jelasnya.

    Sementara Direktur Bina Produktivitas Kementerian Tenaga Kerja Muhammad Zuhri mengatakan, Indonesia memiliki hasil pertanian buah-buahan dan sayur-mayur yang melimpah. Sayangnya, sumber daya alam yang melimpah itu belum mampu dikelola dengan baik.

    Untuk menuntaskan persoalan ini, kata Zuhri, pemerintah harus memperbaiki regulasi di bidang pertanian. Sementara itu juga dibarengi dengan peningkatan kualitas sumber daya manusianya.

    “Pemerintah kan punya target-target. Sasarannya bisa melalui dunia pendidikan, usaha, dan masyarakat. Itu yang kita sebut Quadruple Helix, yakni kaitan antara pemerintah, dunia pendidikan, dunia usaha, dan masyarakat,” pungkas Zuhri.

    TAGS : Pendidikan Pertanian Kemnaker

    This article is automatically posted by WP-AutoPost Plugin

    Source URL:http://www.jurnas.com/artikel/31774/Peminat-Prodi-Pertanian-di-Kota-Besar-Masih-Minim/

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleGolkar: Siapapun Cawapres Jokowi yang Penting Menang
    Next Article Puisinya Sarat SARA, MUI Panggil Sukmawati
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    5 Jasa Konsultan KPI Terbaik di Indonesia untuk Efektivitas Bisnis

    5 Jasa Konsultan KPI Terbaik di Indonesia untuk Efektivitas Bisnis

    June 25, 2026
    Ancaman Ransomware Naik, Sysware Sebut EDR Adalah Investasi IT Krusial

    Ancaman Ransomware Naik, Sysware Sebut EDR Adalah Investasi IT Krusial

    June 24, 2026
    Polda Sumbar Gelar Road to Kapolri Cup MLBB 2026, Ajak Generasi Muda Ukir Prestasi di Dunia Esports

    Polda Sumbar Gelar Road to Kapolri Cup MLBB 2026, Ajak Generasi Muda Ukir Prestasi di Dunia Esports

    June 23, 2026
    Mengenal Prediction Market: Inovasi Pasar Prediksi yang Kian Populer di Era Digital

    Mengenal Prediction Market: Inovasi Pasar Prediksi yang Kian Populer di Era Digital

    June 19, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • Cek Desil Dinsos untuk Bansos 2026, Begini Cara Melihat Statusnya
    • 5 Jasa Konsultan KPI Terbaik di Indonesia untuk Efektivitas Bisnis
    • Apakah Niat Puasa 9 dan 10 Muharram dan Qadha Ramadhan Bisa Digabung?
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.