Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»Ekonomi»Pemulihan Pariwisata Lambat, Ekonomi Bali Kritis
    Ekonomi

    Pemulihan Pariwisata Lambat, Ekonomi Bali Kritis

    October 21, 2021No Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Pemulihan Pariwisata Lambat, Ekonomi Bali Kritis 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
    Pemulihan Pariwisata Lambat, Ekonomi Bali Kritis 2
    Sejumlah wisatawan mengunjungi Sanur, Senin (18/10). Kunjungan wisatawan ke Bali sudah mulai meningkat sejak pembukaan kembali setelah 1,5 tahun ditutup karena pandemi COVID-19. (BP/Hendri Febriyanto)

    DENPASAR, BALIPOST.com – Berdasarkan hasil survei dari Bank Indonesia indikator ekonomi Bali tak kunjung membaik atau kristis dengan adanya PPKM sejak Juli 2021. Pemulihan pariwisata dinilai berjalan lambat karena pada triwulan III 2021 hanya ditopang oleh wisatawan nusantara.

    Deputi Kepala Bank Indonesia Kantor Perwakilan Provinsi Bali Rizki E. Wimanda, belum lama ini mengatakan, meskipun triwulan II 2021 pertumbuhan ekonomi Bali tumbuh positif, ia berharap pelaku ekonomi di Bali tidak langsung gembira. Sebab, pertumbuhan tersebut akibat dari perbandingan tahun sebelumnya yang turun tajam.

    Kedatangan wisatawan internasional nol pada triwulan III 2021 begitu juga dengan kedatangan wisnus lebih rendah dibandingkan triwulan II 2021. “Jadi beberapa indikator pada triwulan III memang menunjukkan penurunan misalnya SKDU pada triwulan III semua angkanya merah termasuk sektor akmamin, pertanian, konstruksi, perdagangan,” ujarnya.

    Selain itu kapasitas usaha juga mengalami penurunan, perkembangan tenaga kerja juga drop dibandingkan kwartal II 2021. Investasi pun mengalami penurunan. “Jika dilihat penjualan domestik secara umum pada triwulan III 2021 terjadi penurunan, terutama pada akmamin, perdagangan, pertanian. Namun khusus transportasi sedikit mengalami peningkatan. Penjualan ekspor juga demikian,” imbuhnya.

    Berdasarkan hasil survei konsumen bulan 7, 8, 9 memang menunjukkan tren naik. Namun jika dibandingkan dengan periode sama tahun sebelumnya, level konsumsi masyarakat di 2021 lebih rendah.

    Data ini didapat dari indikator penghasilan dan ketersediaan lapangan kerja. Dari hasil survei penjualan eceran (SPE) triwulan III 2021 menunjukkan angka negatif secara qtq maupun secara yoy.

    Dampak PPKM terberat dirasakan pengecer meskipun survei juga dilakukan pada distributor. Pengecer mengalami penurunan penjualan drastis selama PPKM darurat. Penjualan kebutuhan pokok dari beras sampai daging sapi mengalami penurunan penjualan, kecuali bawang putih justru mengalami peningkatan.

    Pada akhir September hingga awal Oktober 2021, kunjungan wisatawan yang datang lewat udara maupun darat yaitu Pelabuhan Gilimanuk, tertinggi dari Jakarta dan Jawa Timur. Sedangkan kedatangan lewat pelabuhan, tertinggi dari Jawa Timur, kedua Jakarta.

    Pengeluaran rata-rata atau spending akmamin wisatawan tersebut, di luar tiket yang paling banyak adalah untuk akomodasi sebesar Rp 1,5 juta, kedua untuk makan dan minum sebesar Rp 1,2 juta dan paling rendah untuk health and beauty.

    Secara total, pengeluaran wisatawan nusantara terbesar ada pada kisaran Rp 5 juta sampai Rp 10 juta, persentase spending terbesar kedua berkisar Rp 1,5 juta sampai Rp 5 juta. Lama tinggal di bawah 5 hari dan lama tinggal tertinggi yaitu 3 hari, hanya 38 persen wisnus yang tinggu 4-5 hari.

    Dari sisi tempat menginap, mereka lebih banyak tinggal di hotel bintang 3 ke bawah sebesar 42 persen, bintang 4 ke atas sebesar 23 persen. Lokasi tempat menginap sebesar 55 persen di Badung.

    Kepala BI KPw Bali Trisno Nugroho mengatakan, di masa penuh denpan ketidakpastian, terutama dalam pandemi COVID-19 seperti saat ini, peran data dan informasi, terutama melalui survei menjadi hal yang penting. Data dan informasi tersebut berperan sebagai leading indikator penyusunan perkiraan perkembangan perekonomian ke depan yang pada akhirnya bermuara untuk menentukan arah kebijakan perekonomian nasional. (Citta Maya/balipost)

    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleHarga Timah di Pasar Fisik JFX Tembus USD 38.800 – KRJOGJA
    Next Article Dapat Jabatan Penting di KADIN, Finsensius Akan Atasi Masalah Ekonomi
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru (Ilustrasi/AI)

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru, Pemerintah Bentuk PT DSI untuk Atur Ekspor

    May 21, 2026
    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat (Instagram/@menkeuri)

    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat

    May 18, 2026
    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter (Ilustrasi/AI)

    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter

    May 5, 2026
    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing (Ilustrasi/Ai)

    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing

    April 29, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • Indonesian Parrot Langka Muncul Lagi Usai Hilang
    • 5 Cara Mengenal Koleksi Kaos Branded Lifework yang Sedang Tren, Awas KW
    • Harga Obat Naik 2026 Mendadak Diungkap Budi Gunadi Sadikin
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.