Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»News»Pengamat: Institusionalisasi PDIP dan Golkar Sama-sama Kuat, Tapi ini Bedanya?
    News

    Pengamat: Institusionalisasi PDIP dan Golkar Sama-sama Kuat, Tapi ini Bedanya?

    August 5, 2019No Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
    Pengamat: Institusionalisasi PDIP dan Golkar Sama-sama Kuat, Tapi ini Bedanya?

    Direktur Eksekutif Polltracking Institute Hanta Yuda dalam diskusi pra-kongres V PDIP

    Jakarta, Jurnas.com – Pakar Politik dan Direktur Eksekutif Polltracking Institute Hanta Yuda menilai, PDI Perjuangan dan Partai Golkar adalah dua partai yang institusionalisasi kelembagaan partainya paling kuat di Indonesia.

    “Kita harus akui tingkat institusionalisasi kelembagaan partai terkuat di negeri ini adalah dua partai besar, yaitu PDIP dan Partai Golkar,” ujar Hanta dalam diskusi Pra-Kongres V PDIP di DPP PDIP, Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta, Senin (5/8/2019).

    Kata Hanta, meski sama-sama memiliki institusionalisasi kelembagaan yang terkuat, PDIP dan Golkar memiliki perbedaan yang jelas, yakni dalam hal konsolidasi dan solidaritas.

    “Dalam hal ini PDIP lebih terkonsolidasi dengan solid. Sedangkan Partai Golkar tidak, di sana hantaman, turbulensinya sangat keras,” jelas Hanta.

    Ia menilai hal ini menjadi modal besar bagi PDIP karena tidak pernah melahirkan partai genelogi. Hal ini membiat PDIP tidak menumbuhkan faksi sebagaimana di Golkar.

    “Di Golkar itu setiap kongres atau Munas selalu melahirkan partai baru. Tahun 1999 misalnya lahir PKPI, kemudian 2004 Hanura lahir dari Wiranto, Gerindra dari Prabowo. Kemudian 2009 lahir NasDem dari Surya Paloh,” jelasnya.

    Hal yang terjadi di Golkar ini, jelas Hanta, berbanding terbalik dengan PDIP yang tidak pernah ada partai genelogi. Ini sejatinya sangat menguntungkan PDIP karena partai genelogi akan berpotensi mengerus suara partai.

    “Itu salah satu bukti dan uji konsolidasi soliditas kuat pada PDIP,” jelas Hanta Yuda.

    Dalam diskuai itu, Hanta menyebut bahwa PDIP mencetak sejarah menjadi partai pertama pasca-Reformasi yang memenangkan pemilu dua kali berturut-turut.

    Adapun dalam rekam jejak elektoral pemilu 2019, kata Hanta, data dari Polltracking maupun exitpol menunjukkan, pemilih paling solid tertinggi untuk paslon 01 Jokowi-KH Maruf Amin adalah PDIP, begitu pun untuk paslon 02 Prabowo-Sandi adalah Gerindra.

    Terkait rekam jejak elektoral PDIP dalam pileg, Hanta menggambarkannya sebagai kurva terbalik. Pada pemilu 1999 PDIP mendapatkan 163 kursi dan ini menjadi pencapaian partai itu dalam mefaih kursi DPR. Kemudian pemilu 2004, kursi PDIP turun menjadi 109, lalu 2009 turun lagi menjadi 94 kursi.

    “Kalau kita perhatian dari 99 sampai 2009, PDIP itu turun. Tetapi 2 pemilu terakhir itu naik. Pada 2014 109 kursi, pada 2019 naik lagi jadi 128 kursi, artinya kurvanya terbalik. Artinya tren PDIP sedang naik, dan itu yang harus dijaga. Jadi peluang luar biasa bagi PDIP, tapi sekaligus juga jadi tantangan,” beber Hanta.

    Berbeda sengan Golkar, kata Hanta, pada 2004 persentase 8-10 persen. Naik pada 2009, namun mengalami penurinan pada 2014, bahkan pada 2019 ini lebih turun lagi.

    “Artinya golkar seperti kurva, artinya trennya sedang turun,” ulas Hanta Yuda.

    Bagi Hanta, ada fakta lain terkait munculnya dua partai baru yang terus naik, yakni Nasdem dan Gerindra, tapi dua partai ini relatif tidak sebanding dengan PDIP.

    “Yang kedua, PDIP menang di Pilpres dua kali beruntun, tapi sebelumnya juga kalah di Pilpres 2 kali. Nah ini juga menarik untuk PDIP,” jelas Hanta Yuda.

    TAGS : Institusionalisasi kelembagaan PDIP dan Golkar

    This article is automatically posted by WP-AutoPost Plugin

    Source URL:http://www.jurnas.com/artikel/57055/Pengamat-Institusionalisasi-PDIP-dan-Golkar-Sama-sama-Kuat-Tapi-ini-Bedanya/

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleDaftar 40 Nama Capim KPK yang Lulus Tes Psikologi
    Next Article Tak Mau Membajak Kader, PDIP Besarkan Sekolah Calon Kepala Daerah
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    5 Jasa Konsultan KPI Terbaik di Indonesia untuk Efektivitas Bisnis

    5 Jasa Konsultan KPI Terbaik di Indonesia untuk Efektivitas Bisnis

    June 25, 2026
    Ancaman Ransomware Naik, Sysware Sebut EDR Adalah Investasi IT Krusial

    Ancaman Ransomware Naik, Sysware Sebut EDR Adalah Investasi IT Krusial

    June 24, 2026
    Polda Sumbar Gelar Road to Kapolri Cup MLBB 2026, Ajak Generasi Muda Ukir Prestasi di Dunia Esports

    Polda Sumbar Gelar Road to Kapolri Cup MLBB 2026, Ajak Generasi Muda Ukir Prestasi di Dunia Esports

    June 23, 2026
    Mengenal Prediction Market: Inovasi Pasar Prediksi yang Kian Populer di Era Digital

    Mengenal Prediction Market: Inovasi Pasar Prediksi yang Kian Populer di Era Digital

    June 19, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • Cek Desil Dinsos untuk Bansos 2026, Begini Cara Melihat Statusnya
    • 5 Jasa Konsultan KPI Terbaik di Indonesia untuk Efektivitas Bisnis
    • Apakah Niat Puasa 9 dan 10 Muharram dan Qadha Ramadhan Bisa Digabung?
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.