Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»News»Pengamat: Literasi Guru dan Siswa Indonesia Masih Lemah
    News

    Pengamat: Literasi Guru dan Siswa Indonesia Masih Lemah

    September 3, 2019No Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
    Pengamat: Literasi Guru dan Siswa Indonesia Masih Lemah

    Praktisi pendidikan Indra Charismiadji (Foto: Muti/Jurnas.com)

    Jakarta, Jurnas.com – Praktisi pendidikan, Indra Charismiadji menyebut kemampuan literasi guru dan siswa Indonesia, secara umum masih sangat lemah.

    Hal itu dibuktikan dengan angka Indonesian National Assesment Programme (INAP) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud), di mana kemampuan membaca 46,83 persen masyarakat Indonesia masih kurang.



    “Literasi guru dan anak-anak Indonesia sangat lemah. Ini didukung oleh kajian luar negeri seperti UNESCO, dan bahkan Balitbang (Kemdikbud) sendiri, juga menunjukkan kemampuan literasi anak-anak kita lemah,” terang Indra dalam bincang-bincang menyambut `Hari Aksara Internasional` dengan awak media, pada Senin (2/9) di Jakarta.

    Dalam kenyataannya di lapangan, lanjut Indra, masih sering ditemui guru yang kesulitan membaca perintah. Dengan kualitas seperti ini, maka kualitas literasi anak didik pun akan berpengaruh.

    Baca juga.. :

    • Melek Literasi Keuangan Sejak Dini
    • Mendikbud: Literasi Bukan Sekadar Membaca Buku
    • Menarasikan Ulang Pangan Lokal di Indonesia

    “Guru saja literasinya perlu ditingkatkan apalagi anak-anak,” ujar Indra.

    Kondisi itu diperburuk dengan belum adanya cetak biru (blue print) pendidikan di Indonesia. Kendati sudah memiliki anggaran khusus pendidikan sebesar 20 persen dari APBN, namun tanpa blue print, pendidikan tidak memiliki fokus.

    Karena itu, jika pemerintah berniat membenahi pendidikan, Indra menyarankan agar perbaikan dilakukan mulai dari tingkat dasar, yakni taman kanak-kanak (TK).

    Siswa TK, kata Indra, jangan dibebani dengan kewajiban baca tulis hitung (calistung). Dan sebaliknya, dibiarkan bebas bermain untuk mengembangkan imajinasi mereka.

    “(Siswa TK) harus banyak mendengarkan cerita. Orang tua indonesia ini kan kebiasaan, karena ingin melihat anaknya pintar, sejak kecil disuruh les ini les itu,” papar dia.

    Kualitas guru juga harus ditingkatkan. Upaya tersebut, menurut Indra, dapat dilakukan dengan mereformasi pelatihan guru, serta pembenahan Lembaga Pendidikan dan Tenaga Kependidikan (LPTK).

    “Dengan melihat anggaran terbatas, justru pendidikan paling rendah harus dikuatkan yaitu SD. Mereka kan ruangnya paling banyak rusak, kualitas guru (juga) rendah. Kenapa SD sering dianaktirikan? Karena pejabat atau politis tidak senang ngurus SD,” kata dia.

    Dalam kesempatan itu, Indra juga menanggapi survei World Reading Habits 2018 yang menunjukkan bahwa minat baca orang Indonesia di atas negara maju. Dia mengatakan survei itu cuma menghitung responden yang membaca di dalam perpustakaan.

    Sementara di negara maju seperti Eropa dan Amerika, gemar membaca bukan lagi sebatas slogan, melainkan sudah dipraktikkan dalam bentuk kebiasaan.

    “Surveinya itu bukan gemar membacaya, tapi membaca di dalam perpustakaan. Karena negara maju tersebut gemar membacanya lebih dari kita, tapi karena sudah era digital mereka tidak lagi berpatokan pada kertas, tapi pada e-book,” ujar Indra.

    “Di negara maju, mereka membaca lebih lama. Perpustakaan daerah penuh dengan orang. Mereka, kalau butuh hiburan, membaca. Sudah habit. Cara mereka belajar juga beda,” tandas dia.

    TAGS : Literasi Indra Charismiadji Membaca Buku

    This article is automatically posted by WP-AutoPost Plugin

    Source URL:http://www.jurnas.com/artikel/58628/Pengamat-Literasi-Guru-dan-Siswa-Indonesia-Masih-Lemah/

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleIni Pesan Menteri PPPA untuk Para Srikandi Parlemen
    Next Article AS Pastikan Stabilitas di Irlandia Setelah Inggris Keluar dari UE
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Demo Hari Ini di Jakarta Menuntut Apa? Simak Isinya (Ilustrasi/AI)

    Demo Hari Ini di Jakarta Menuntut Apa? Simak Isinya

    June 12, 2026
    Harga Pertamax Hari Ini Naik Berapa per 10 Juni 2026 (Ilustrasi/AI)

    Harga Pertamax Hari Ini Naik Berapa per 10 Juni 2026?

    June 10, 2026
    Korupsi Kuota Haji Terbaru (Ilustrasi/AI)

    Korupsi Kuota Haji Terbaru: KPK Panggil Dua Tersangka dari Biro Travel

    June 8, 2026
    Indonesian Parrot Langka Muncul Lagi Usai Hilang (Ilustrasi)

    Indonesian Parrot Langka Muncul Lagi Usai Hilang

    June 5, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • KPop Demon Hunters Sukses Menarik Perhatian di 2026
    • Starbucks Jadi Perbincangan Gegara Promosi yang Bikin Orang Kesal
    • Puasa Muharram Berapa Hari yang Dianjurkan? Ini Kata Ulama
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.