Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»News»Pengamat: Pesantren dan Nasionalisme Satu Paket
    News

    Pengamat: Pesantren dan Nasionalisme Satu Paket

    February 22, 2018No Comments2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
    Pengamat: Pesantren dan Nasionalisme Satu Paket

    Seminar Pemilu Pemula

    Jakarta – Pengamat politik asal Central Politic Research (CPR) Pipin Suhendar menyebut pesantren punya posisi penting dalam sejarah perjalanan bangsa. Karena itu, tidak tepat bila pesantren dipisahkan dari panggung politik.

    Pipin menuturkan, dalam sejarah Indonesia ada kalangan kiai yang diberi predikat raden. Raden, menurut keterangan Pipin, merupakan paduan dari ulama dan umaro’ (pemerintah, Red). Hal itu menjadi simbol bahwa pesantren pernah punya posisi strategis di aspek politik dan keagamaan.

    “Pesantren dan nasionalisme itu satu paket. Karena itu bila ada kalangan pesantren yang tidak sepakat dengan nasionalisme, maka kesimpulannya perlu dipertanyakan. Pesantren seperti apa? Atau mungkin metode predikasinya itu yang salah,” ujar Pipin dalam seminar ‘Pemilu Pemuda: Peran Pesantren Menjadi Uswatun Hasanah dalam Membangun Jabar yang Bermartabat’ bersama Komisi Pemilihan Umum (KPU) Garut, Kamis (22/2) di Sukawening, Garut, Jawa Barat (Jabar).

    Senada dengan pernyataan Pipin, Pimpinan Pondok Pesantren Al-Mubarokah KH. Rd. Idad Ahmad Yasin Khudori menegaskan, kajian politik dan pemerintahan bukan hal yang baru di pesantren.

    Namun baginya, kajian saja tidaklah cukup. Dewasa ini, kiai dan pesantren harus ‘turun gunung’ untuk memberikan pemahaman mengenai pemilihan umum kepada masyarakat. Karena seperti diketahui, tahun ini Indonesia sudah memasuki tahun politik.

    “Realitas sekarang, masyarakat hanya tahu sebatas ada uang dan benda di balik pemilu. Seolah-olah pesta demokrasi tersebut adalah pesta pembagian uang gratis dan barang gratis. Padahal jauh dari itu, momentum pemilihan adalah memilih pemimpin yang akan memimpin masyarakat satu periode ke depan” jelas Khudori.

    TAGS : Pesantren Pemilu 2019 KPU

    This article is automatically posted by WP-AutoPost Plugin

    Source URL:http://www.jurnas.com/artikel/29555/Pengamat-Pesantren-dan-Nasionalisme-Satu-Paket/

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticlePimpinan Baleg DPR Akui UU MD3 Ada Kelemahan
    Next Article Kicauan Anas Urbaningrum Soal Tudingan Nazaruddin kepada Fahri
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Tokopedia PHK karyawan menjadi sorotan (Ilustrasi/AI)

    Tokopedia PHK Karyawan Bikin Heboh, Benarkah 90 Persen Pegawai Terdampak?

    July 2, 2026
    Pengumuman UMPTKIN 2026 UIN Mataram Dirilis (Ilustrasi/AI)

    Pengumuman UMPTKIN 2026 UIN Mataram Dirilis, Berikut Hasilnya

    June 30, 2026
    Wimbledon schedule 2026 resmi diumumkan (Ilustrasi/AI)

    Wimbledon Schedule 2026 Diumumkan, Turnamen Resmi Dimulai

    June 29, 2026
    5 Jasa Konsultan KPI Terbaik di Indonesia untuk Efektivitas Bisnis

    5 Jasa Konsultan KPI Terbaik di Indonesia untuk Efektivitas Bisnis

    June 25, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • Tokopedia PHK Karyawan Bikin Heboh, Benarkah 90 Persen Pegawai Terdampak?
    • Sarah Gibson Diselingkuhin? Ini Kronologinya hingga Direspons Tengku Dewi
    • Pengumuman UMPTKIN 2026 UIN Mataram Dirilis, Berikut Hasilnya

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.