Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»Lifestyle»Pengrajin Batik Berjuang di Era Pandemi Agar Tetap Bertahan
    Lifestyle

    Pengrajin Batik Berjuang di Era Pandemi Agar Tetap Bertahan

    October 2, 2020No Comments2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Pengrajin Batik Berjuang di Era Pandemi Agar Tetap Bertahan 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    JawaPos.com – Sektor industri fashion tak luput dari dampak pandemi Covid-19. Begitu juga para perajin kain batik. Mereka harus tetap bertahan di tengah menurunnya kapasitas pembelian karena banyaknya kegiatan yang terbatas untuk meminimalisasi dari penularan virus Korona.

    Cerita perjuangan para perajin batik diungkapkan oleh Desainer asal Solo, Jawa Tengah, Tuty Adib. Dia melihat betul nasib para perajin batik yang tetap berjuang di era pandemi.

    “Memang tahun ini Hari Batik Nasional berat ya. Menjalaninya di tengah wabah Covid-19. Tentu berpengaruh besar pada para perajin batik,” katanya kepada JawaPos.com, Jumat (2/10).

    Dia mencontohkan akibat pandemi memaksa semua aktivitas lebih banyak dilakukan di rumah. Maka pembelian kain batik pun menurun.

    “Biasanya orang aktif di luar lalu memakai batik, karena banyak WFH membuat pembelian berkurang,” kata desainer keluarga Presiden Joko Widodo itu.

    Contoh lainnya, kata dia, batik biasa dijadikan oleh-oleh wisata. Namun karena banyaknya spot wisata yang tutup atau sepi selama pandemi, naka pembelian juga menurun.

    “Sangat terpukul ya untuk batik di sektor wisata. Meskipun kini perlahan mulai bangkit,” jelasnya.

    Meski begitu Tuty mengapresiasi perjuangan ulet para perajin batik. Mereka tak patah semangat untuk tetap berkarya. Salah satunya banyak membuat masker dari kain batik.

    Dan untuk menjalankan kelangsungan usahanya, kata dia, para perajin sudah bisa beradaptasi menggunakan platform digital. Umumnya para perajin memasarkan lewat marketplace.

    “Jikapun dijual secara offline, maka produksinya dikurangi. Tak terlalu banyak. Lebih memanfaatkan digital atau marketplace. Maka semangat tetap ada,” jelasnya.

    Saksikan video menarik berikut ini:

    Editor : Nurul Adriyana Salbiah

    Reporter : Marieska Harya Virdhani


    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleFord tarik 700 ribu mobil karena “blank” pada kamera belakang
    Next Article Mari Kita Dorong Produksi Kopi
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    outfit nonton konser

    Outfit Nonton Konser yang Stylish dan Cocok untuk Semua Genre

    July 18, 2026
    Cara melacak HP yang hilang dengan email kini lebih mudah (Ilustrasi/AI)

    Begini Cara Melacak HP yang Hilang dengan Email Menggunakan Akun Google

    July 6, 2026
    Cek desil Dinsos untuk bansos 2026 kini banyak dicari masyarakat (Ilustrasi/AI)

    Cek Desil Dinsos untuk Bansos 2026, Begini Cara Melihat Statusnya

    June 25, 2026
    Apakah Niat Puasa 9 dan 10 Muharram dan Qadha Ramadhan Bisa Digabung (Ilustrasi/AI

    Apakah Niat Puasa 9 dan 10 Muharram dan Qadha Ramadhan Bisa Digabung?

    June 24, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • 9 Drama Korea Rating Tertinggi Juli 2026, Mana yang Wajib Ditonton?
    • ManA Social Cafe, Tempat Berkumpul yang Nyaman di Dua Titik Kota Bandung
    • Cara Cek Bansos Online 2026 Lewat Website dan Aplikasi Resmi

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.