Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»News»Penjara 864 Bayi, Presiden Erdogan Diprotes Aktivis HAM
    News

    Penjara 864 Bayi, Presiden Erdogan Diprotes Aktivis HAM

    October 3, 2019No Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
    Penjara 864 Bayi, Presiden Erdogan Diprotes Aktivis HAM

    Aksi protes menuntut pembebasan ratusan bayi yang dipenjara Pemerintahan Erdogan (Foto: Istimewa)

    New York, Jurnas.com – Aksi demonstrasi digelar oleh aktivis Hak Asasi Manusia (HAM) pekan lalu di sela-sela Sidang Majelis Umum PBB, New York, Amerika Serikat (AS), terhadap Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan.

    Erdogan dituding telah melanggar hak asasi manusia di negaranya, pasca penahanan ratusan bayi dan anak-anak di penjara Turki bersama ibu mereka.

    Menurut para aktivis, ada sekitar 864 bayi di penjara di Turki. Mereka menyebut beberapa dari anak-anak ini menderita cacat, atau dengan kondisi yang memerlukan perawatan medis berkelanjutan.

    Ratusan aktivis menggunakan truk dan mobil melakukan aksi di jalan-jalan Manhattan, New York. Mereka melakukan orasi dan membawa poster-poster untuk meningkatkan kesadaran dunia, tentang adanya pelanggaran HAM di Turki.

    Mengutip laporan media Jerman, DW, pada pertengahan tahun ini, setidaknya 743 anak di bawah usia 6 tahun harus tinggal di balik jeruji besi di Turki bersama dengan ibu mereka.

    Baca juga.. :

    • Erdogan Pastikan Sapu Bersih Teroris di Suriah
    • Erdogan Kritik Standar Ganda Kegiatan Atom PBB
    • Senator Graham Berharap Turki Kembali pada Program F-35

    “Sekitar setengahnya bahkan belum mencapai usia 3 tahun,” kata Saban Yilmaz, yang mengepalai komisi HAM parlemen.

    KUHP Turki menyatakan bahwa seharusnya, ibu dengan anak di bawah enam bulan, hukuman penjara mereka ditangguhkan.

    “Dia lahir pada hari Jumat. Sehari kemudian, kami terpaksa merelakan dia dan ibunya ke penjara,” kata Huseyin Sahnaz, yang istrinya dituduh terlibat dalam organisasi Gulen kepada DW.

    Istri Sahnaz, Hatice, akan menghabiskan lebih dari enam tahun di penjara berkeamanan maksimum di dekat kota Antalya di Turki, bersama dengan bayi perempuannya.

    Kejadian ini membuat Sahnaz sangat mengkhawatirkan istri dan anak bayinya. Bagaimanapun, penjara bukanlah tempat yang ramah bagi ibu dan bayinya. Keduanya harus berbagi sel dengan 30 narapidana lainnya.

    Aktivis HAM mengatakan anak-anak di bawah usia enam tahun seharusnya dibebaskan dari hukuman penjara dengan ibunya.

    Mereka yang mendapat hukuman kurang dari lima tahun penjara dapat diizinkan untuk menunda hukuman, sampai anak mereka mencapai usia 7 tahun.

    Salah satu bentuk pengawasannya dengan menggunakan gelang kaki elektronik guna memantau keberadaan seseorang, bukan menguncinya di penjara.

    “Tidak adil anak-anak dihukum karena kejahatan ibu mereka,” kata Huseyin Kucukbalaban, koordinator Asosiasi Hak Asasi Manusia Turki.

    Selain di AS, ribuan orang juga melakukan aksi damai di Leipzig, Jerman. Pendemo mengambil bagian dalam protes menuntut pembebasan anak-anak yang ditahan bersama ibu mereka di penjara Erdogan.

    “11.000 wanita dan 864 anak-anak di penjara Turki” dan “Bebaskan anak-anak dari penjara” merupakan dua dari sekian poster yang dibawa oleh para demonstran.

    Aktivis menganggap upaya memenjarakan anak-anak tanpa tuduhan merupakan pelanggaran serius terhadap HAM dan hukum internasional.

    Para pendemo menyatakan bahwa wanita hamil dan ibu-ibu Turki mengalami kerusakan psikologis yang signifikan di penjara, sebagai akibat dari pemenjaraan sewenang-wenang. Pemerintah Ankara dituntut supaya membebaskan mereka.

    Selain itu, seorang jurnalis Turki, Mesale Tolu, juga ditahan selama berbulan-bulan bersama putranya yang berusia tiga tahun, karena diduga memiliki hubungan dengan Fethullah Gulen, dan akan kembali menjalani persidangan di Istanbul dalam waktu dekat ini.

    TAGS : Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan Aktivis HAM

    This article is automatically posted by WP-AutoPost Plugin

    Source URL:http://www.jurnas.com/artikel/60286/Penjara-864-Bayi-Presiden-Erdogan-Diprotes-Aktivis-HAM/

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleNahas, Lagi Tambal Ban Tas Isi Uang Rp61 Juta Digondol Pencuri
    Next Article Jelang Perundingan dengan AS, Korea Utara Tembakan Rudal Baru
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    ManA Social Cafe, Tempat Berkumpul yang Nyaman di Dua Titik Kota Bandung

    ManA Social Cafe, Tempat Berkumpul yang Nyaman di Dua Titik Kota Bandung

    July 20, 2026
    cara cek bansos

    Cara Cek Bansos Online 2026 Lewat Website dan Aplikasi Resmi

    July 19, 2026
    Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja BPJS Kelas Berapa (Ilustrasi/AI)

    Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja BPJS Kelas Berapa? Dicatat Aturannya

    July 14, 2026
    6 Tips Memilih Hoodie Korea Original Agar Tidak Salah Beli

    6 Tips Memilih Hoodie Korea Original Agar Tidak Salah Beli

    July 13, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • Daftar Pinjaman Online Legal OJK 2026 Lengkap dan Terbaru
    • 11 Makanan Penurun Gula Darah yang Baik untuk Dikonsumsi
    • Jadwal Survei Lingkungan Belajar 2026 Dimajukan, Dicatat Tanggalnya

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.