Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»News»Penjelasan Pimpinan DPR Tidak Adanya Draf saat Pengesahan UU Ciptaker
    News

    Penjelasan Pimpinan DPR Tidak Adanya Draf saat Pengesahan UU Ciptaker

    October 13, 2020No Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Penjelasan Pimpinan DPR Tidak Adanya Draf saat Pengesahan UU Ciptaker 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    JawaPos.com – Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Fraksi Partai Demokrat mempertanyakan saat pengesahan UU Cipta Kerja pada 5 Oktober 2020 malam tidak ada draf yang dibagikan kepada para anggota dewan. Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua DPR Aziz Syamsuddin menjelaskan saat itu draf UU Cipta Kerja sedang diproses ke Sekretariat Jenderal DPR sehingga membutuhkan waktu.

    “Kemudian ada teman-teman anggota ada yang menerima ada yang tidak. Itu proses di Kesekjenan perlu waktu,” ujar Aziz di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (13/10).

    Aziz mengatakan DPR juga telah melakukan peluncuran e-parlemen. Nantinya ke depan para anggota dewan tidak akan menerima draf RUU. Melainkan bisa diakses di e-parlemen.

    “Jadi nanti disampaikan tidak ada lagi setiap anggota yang mendapat hard copy. UU semuanya dikirim via email nanti diprint di ruang masing-masing. Kalau tidak mau bisa minta ke Kesekjenan,” katanya.

    Seperti diketahui, anggota DPR dari Fraksi Partai Demokrat, Didi Irawadi Syamsuddin mengaku aneh anggota dewan tidak menerima draf RUU Omnibus Law Cipta Kerja pada saat disahkan menjadi UU. Didi menilai pengesahan UU tersebut cacat prosedur‎. Didi mengaku sudah tiga periode menjadi anggota dewan. Namun, baru kali ini pengesahan UU, anggota dewan tidak membawa drafnya.

    ‎”Tidak ada selembar pun naskah RUU terkait Cipta Kerja yang dibagikan saat rapat paripurna tanggal 5 Oktober 2020 tersebut. Jadi pertanyaannya, sesungguhnya RUU apa yang telah diketok palu kemarin tanggal 5 Oktober 2020 itu. Jadi pimpinan DPR telah mengesahkan RUU yang sesat dan cacat prosedur,” ujar Didi.

    Menurut Didi, harusnya sebelum disahkan menjadi UU, anggota dewan bisa dibagikan draf RUU Omnibus Law Cipta Kerja tersebut. “Harusnya sebelum palu keputusan diketok, naskah RUU Cipta Kerja sudah bisa dilihat dan dibaca oleh kami semua,” katanya.

    Sementara itu, anggota DPR dari Fraksi PKS Kurniasih Mufidawati juga mempertanyakan kenapa draf RUU Cipta Kerja yang sudah disahkan mejadi UU tidak segera dibagikan kepada anggota DPR dan publik. “Jadi kenapa bahan ‎UU Ciptaker yang sudah disahkan tidak juga dibagikan,” katanya.

    Saat ini lembaga negara melakukan tafsir atas beberapa isu krusial dalam UU Cipta Kerja utamanya di klaster ketenagakerjaan. Sementara masyarakat tidak bisa mengakses salinan UU Cipta Kerja yang sudah ketok palu. “Sehingga masyarakat tidak bisa mendapatkan pijakan informasi yang benar,” katanya.

    RUU Omnibus Law Cipta Kerja disahkan DPR dan Pemeritah dalam rapat paripurna DPR pada Senin (5/10) lalu. Sebanyak tujuh fraksi setuju yakni Fraksi PDIP, Partai Gerindra, Partai Golkar, Partai Nasdem, PKB, PAN, dan PPP.

    Sementara dua fraksi menolak, yakni Fraksi PKS dan Fraksi Partai Demokrat. Bahkan Fraksi Partai Demokrat melakukan aksi walk out dari ruang paripurna sebagai bentuk penolakan pengesahan UU Cipta Kerja.

    Saksikan video menarik berikut ini:

    Editor : Edy Pramana

    Reporter : Gunawan Wibisono


    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleTerobosan Scan QRIS di 3 TV jadi Gebrakan MNC di Jagad e-Commerce
    Next Article Fadli Zon Sebut Peran TNI Dibutuhkan Untuk Pembangunan Pertanian
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    5 Jasa Konsultan KPI Terbaik di Indonesia untuk Efektivitas Bisnis

    5 Jasa Konsultan KPI Terbaik di Indonesia untuk Efektivitas Bisnis

    June 25, 2026
    Ancaman Ransomware Naik, Sysware Sebut EDR Adalah Investasi IT Krusial

    Ancaman Ransomware Naik, Sysware Sebut EDR Adalah Investasi IT Krusial

    June 24, 2026
    Polda Sumbar Gelar Road to Kapolri Cup MLBB 2026, Ajak Generasi Muda Ukir Prestasi di Dunia Esports

    Polda Sumbar Gelar Road to Kapolri Cup MLBB 2026, Ajak Generasi Muda Ukir Prestasi di Dunia Esports

    June 23, 2026
    Mengenal Prediction Market: Inovasi Pasar Prediksi yang Kian Populer di Era Digital

    Mengenal Prediction Market: Inovasi Pasar Prediksi yang Kian Populer di Era Digital

    June 19, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • Cek Desil Dinsos untuk Bansos 2026, Begini Cara Melihat Statusnya
    • 5 Jasa Konsultan KPI Terbaik di Indonesia untuk Efektivitas Bisnis
    • Apakah Niat Puasa 9 dan 10 Muharram dan Qadha Ramadhan Bisa Digabung?
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.