Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»Ekonomi»Penurunan Harga Kripto Hari Ini Perlu Diwaspadai Investor?
    Ekonomi

    Penurunan Harga Kripto Hari Ini Perlu Diwaspadai Investor?

    November 4, 2025No Comments5 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Penurunan Harga Kripto Hari Ini (Ilustrasi/Pixabay)
    Penurunan Harga Kripto Hari Ini (Ilustrasi/Pixabay)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Andalannews.com – Penurunan harga kripto hari ini bikin investor waspada. Simak penyebab, analisis, dan prediksi pasar aset digital terbarunya.

    Pasar kripto kembali didera badai. Setelah sempat menembus level psikologis di atas US$110.000, kini harga Bitcoin (BTC) kembali turun tajam dan menyeret hampir semua altcoin ke zona merah.

    Tidak sedikit investor yang panik dan bertanya-tanya, apa penyebab penurunan harga kripto hari ini?

    Menurut data per 4 November 2025 harga Bitcoin berada di level US$106.970, atau sekitar Rp1,78 miliar per BTC, turun sekitar 1,7% dalam 24 jam terakhir.

    Angka ini memang tidak tampak terlalu besar di persentase, tapi cukup signifikan jika melihat nilai kapitalisasi pasar yang mencapai Rp35.604 triliun.

    Kabar tak kalah mengejutkan datang dari para penambang Bitcoin. Sebab dilaporkan mulai menjual BTC senilai sekitar US$172 juta.

    Hal ini menandakan adanya tekanan jual besar dari pelaku pasar besar bukan sekadar aksi panic selling dari investor ritel.

    Seperti biasanya, pasar kripto bergerak mengikuti arah Bitcoin. Saat BTC tergelincir, altcoin juga ikut terseret. Data dari Indodax Academy menunjukkan bahwa dalam 24 jam terakhir,

    Bitcoin turun lebih dari 2,8%, sempat menyentuh level US$107.000, sementara Ethereum (ETH) juga melemah di bawah US$3.500.

    Beberapa aset lain seperti Solana (SOL), Cardano (ADA), dan Avalanche (AVAX) mengalami penurunan antara 4%–7%.

    Bahkan, token berisiko tinggi seperti PEPE dan BONK terkoreksi lebih dari 10% dalam waktu singkat.

    Menurut para analis, penurunan harga kripto hari ini disebabkan oleh kombinasi faktor teknikal dan fundamental. Salah satunya adalah aksi likuidasi besar-besaran di pasar berjangka.

    Berdasarkan data Coinglass yang dikutip oleh Indodax, lebih dari US$100 juta posisi perdagangan terlikuidasi hanya dalam satu hari.

    Artinya, banyak trader yang “kejebak” di posisi long (membeli dengan harapan naik), tapi malah terkena auto-sell saat harga turun.

    Menariknya, penurunan kali ini tidak hanya dipicu oleh trader spekulatif, tapi juga dari penambang Bitcoin (miners) yang mulai menjual cadangan mereka.

    Menurut laporan, nilai BTC yang dijual penambang mencapai US$172 juta dalam beberapa hari terakhir.

    Biasanya, aksi jual besar dari penambang menjadi sinyal bahwa mereka ingin mengamankan keuntungan di tengah harga tinggi atau bersiap menghadapi potensi koreksi lebih dalam.

    Bila tekanan jual terus berlanjut, analis memperingatkan harga Bitcoin bisa menembus support kuat di level US$105.585, bahkan berpotensi turun ke kisaran US$103.000.

    Namun, sejauh ini sebagian besar analis menilai kondisi ini masih tergolong koreksi sehat setelah reli panjang sepanjang Oktober 2025.

    Selain dari sisi teknikal, ada pula faktor makroekonomi yang turut memperburuk suasana. Komentar hawkish dari pejabat Federal Reserve (The Fed) Amerika Serikat tentang kemungkinan penundaan penurunan suku bunga membuat investor global kembali berhati-hati.

    Ketika suku bunga tinggi, aset berisiko seperti kripto cenderung ditinggalkan. Investor lebih memilih menyimpan dana di aset aman seperti dolar AS atau obligasi pemerintah.

    Penguatan indeks dolar (DXY) dalam dua hari terakhir juga memberi tekanan tambahan. Hal ini membuat harga Bitcoin dalam denominasi USD terlihat semakin mahal, sehingga memicu aksi jual lanjutan dari pelaku pasar global.

    Kalau kamu lihat grafik altcoin hari ini, semuanya hampir kompak merah. Di antaranya:

    • Ethereum (ETH): turun sekitar 3%, di kisaran US$3.430.

    • Solana (SOL): terkoreksi 5% ke level US$165.

    • Avalanche (AVAX): anjlok 6%, kini di bawah US$35.

    • Dogecoin (DOGE): turun tipis tapi tetap di zona merah sekitar 2%.

    Banyak investor altcoin kini memilih menunggu di pinggir arena, tidak ingin terburu-buru membeli di tengah ketidakpastian.

    Trader juga memantau level teknikal penting untuk melihat apakah ini hanya koreksi sementara atau awal tren turun baru.

    Pertanyaan yang muncul di komunitas kripto: apakah penurunan harga kripto hari ini berarti pasar sudah masuk fase bearish lagi?

    Belum tentu. Banyak analis menilai koreksi ini justru wajar, apalagi setelah kenaikan tajam di bulan Oktober. Pasar memang perlu bernapas sebelum melanjutkan tren naik berikutnya.

    Indikator teknikal seperti Relative Strength Index (RSI) menunjukkan bahwa pasar sempat overbought (jenuh beli).

    Koreksi alami seperti ini sering terjadi sebelum harga kembali menanjak. Selama Bitcoin tidak turun di bawah US$100.000, tren jangka panjangnya masih tergolong positif.

    Penurunan harga kripto hari ini memang bikin deg-degan, terutama bagi investor baru. Tapi penting diingat, volatilitas adalah bagian dari dunia kripto.

    Buat kamu yang investasi jangka panjang, kondisi seperti ini bisa jadi peluang untuk akumulasi aset dengan harga diskon, asalkan tidak memakai dana darurat atau pinjaman.

    Sementara itu, bagi trader harian, penting untuk menjaga manajemen risiko dan tidak terlalu agresif membuka posisi besar.

    Kondisi pasar saat ini masih mudah berubah, jadi lebih baik fokus pada strategi konservatif dulu. Beberapa analis percaya penurunan harga kripto hari ini hanyalah koreksi jangka pendek.

    Jika tekanan jual dari penambang mulai mereda dan sentimen global membaik, harga bisa kembali naik dalam waktu dekat.

    Faktor yang bisa memicu rebound antara lain:

    1. Kabar positif soal ETF Bitcoin Spot di Amerika Serikat.

    2. Penurunan suku bunga oleh The Fed dalam beberapa bulan mendatang.

    3. Kenaikan volume transaksi institusional, yang menandakan minat besar terhadap aset digital masih tinggi.

    Namun, jika tekanan makro berlanjut dan aksi jual miner semakin besar, bukan tidak mungkin pasar kripto masih akan fluktuatif sepanjang pekan ini.

    Singkatnya penurunan harga kripto hari ini disebabkan oleh kombinasi faktor aksi jual besar penambang, likuidasi posisi berlebihan, dan sentimen global yang sedang negatif.

    Bitcoin yang sempat di atas US$110.000 kini kembali ke kisaran US$106.000–107.000, sementara altcoin ikut terseret turun.

    Meski begitu, pasar kripto dikenal sangat dinamis. Dalam dunia ini, yang turun hari ini bisa saja melonjak lagi besok.

    Karena itu, penting untuk tetap tenang, pahami risiko, dan jangan mudah tergoda euforia jangka pendek.

    Seperti kata pepatah di dunia investasijika Volatilitas adalah harga yang harus dibayar untuk potensi keuntungan besar.

    Aset Digital Bitcoin Dunia Kripto Indodax
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticlePuncak Musim Hujan: BMKG Sebut Sudah di Depan Mata
    Next Article Prosesi Pemakaman Pakubuwono XIII di Imogiri: Penghormatan Terakhir Raja Solo
    Dila Nashear
    • Facebook
    • X (Twitter)
    • Instagram
    • LinkedIn

    Mulai berkarir menjadi Jurnalis profesional di media cetak hingga online sejak tahun 2012 hingga sekarang.

    Related Posts

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru (Ilustrasi/AI)

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru, Pemerintah Bentuk PT DSI untuk Atur Ekspor

    May 21, 2026
    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat (Instagram/@menkeuri)

    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat

    May 18, 2026
    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter (Ilustrasi/AI)

    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter

    May 5, 2026
    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing (Ilustrasi/Ai)

    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing

    April 29, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • Kerusakan Ginjal Disebabkan Oleh Apa? Kenali Penyebab serta Risikonya
    • Polda Sumbar Gelar Road to Kapolri Cup MLBB 2026, Ajak Generasi Muda Ukir Prestasi di Dunia Esports
    • X Down Hari Ini Jadi Sorotan, Pengguna Tak Bisa Login dan Refresh Timeline
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.