Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»Ekonomi»Perda RPIP Bali Tahun 2020-2040, Menentukan Sasaran, Strategi dan Rencana Aksi Pembangunan Industri
    Ekonomi

    Perda RPIP Bali Tahun 2020-2040, Menentukan Sasaran, Strategi dan Rencana Aksi Pembangunan Industri

    September 23, 2020No Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Perda RPIP Bali Tahun 2020-2040, Menentukan Sasaran, Strategi dan Rencana Aksi Pembangunan Industri 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
    Perda RPIP Bali Tahun 2020-2040, Menentukan Sasaran, Strategi dan Rencana Aksi Pembangunan Industri 2
    Gubernur Bali, Wayan Koster. (BP/Istimewa)

    DENPASAR, BALIPOST.com – Guna melaksanakan ketentuan Pasal 10 Undang-undang Nomor 3 Tahun 2014 tentang Perindustrian dan sejalan dengan kebutuhan pembangunan industri berbasis budaya branding Bali, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali perlu menetapkan Peraturan Daerah (Perda) tentang Rencana Pembangunan Industri Provinsi (RPIP) Bali Tahun 2020-2040. Pembentukan perda ini sebagai pedoman pembangunan industri bagi perangkat daerah dan pelaku industri, pengusaha dan industri terkait, pedoman bagi pemerintah kabupaten/kota dalam menyusun Rencana Pembangunan Industri Kabupaten (RPIK), dan pedoman bagi masyarakat untuk berperan aktif dalam pembangunan industri.

    Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan, tujuan dibentuknya perda ini untuk menentukan sasaran, strategi dan rencana aksi pembangunan industri berbasis budaya branding Bali yang berkualitas, prodüktif, berdaya saing, ramah lingkungan, dan berkelanjutan yang dijiwai oleh filosofi Tri Hita Karana, bersumber dari nilai-nilai kearifan lokal Sad Kerthi yang diselenggarakan dalam satu-kesatuan wilayah, satu pulau, satu pola, dan satu tata kelola. ‘’Rencana Pembangunan Industri Provinsi Bali dikembangkan dengan pendekatan kawasan yang mendasarkan pada potensi sumber daya nasional di provinsi dan potensi sumber daya provinsi,’’ ujar Gubernur Koster, Selasa (22/9).

    Koster yang juga Ketua DPD PDI-P Bali ini memaparkan, Industri Unggulan Provinsi berdasarkan potensi daerah terdiri dari industri pangan, industri farmasi dan kosmetik berbahan herbal, industri tekstil dan prodük tekstil, industri kerajinan, industri elektronika dan telematika, dan industri transportasi. Selain Industri Unggulan Provinsi di provinsi juga dapat dikembangkan industri lain yang potensial dan merupakan unggulan kabupaten/kota. Pemerintah kabupaten/kota dalam menyusun Rencana Pembangunan Industri Kabupaten (RPIK) mengacu pada Industri Unggulan Provinsi. “RPIP ditetapkan untuk jangka waktu 20 (dua puluh) tahun dari tahun 2020-2040 dan dapat ditinjau kembali satu kali setiap lima tahun,” katanya.

    Koster menambahkan, Pemerintah Provinsi Bali bertanggung jawab terhadap pelaksanaan program Pembangunan Industri Berbasis Budaya Branding Bali. Dalam melaksanakan program pembangunan Industri Provinsi Berbasis Budaya Branding Bali, Pemerintah Provinsi dapat bekerja sama dengan pemangku kepentingan.

    Ditegaskan, Pengembangan Industri Unggulan Provinsi Berbasis Budaya Branding Bali harus dilakukan dengan memberdayakan sumber daya lokal dan memberi manfaat bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat. Pemerintah Provinsi menyiapkan sumber daya manusia yang kompeten dalam upaya pengembangan industri. Pemerintah Provinsi mendorong kemitraan usaha mikro kecil dan menengah dengan Industri Unggulan Provinsi Berbasis Budaya Branding Bali skala besar. “Pengembangan Industri Unggulan Provinsi Berbasis Budaya Branding Bali dilaksanakan secara terintegrasi dan simultan dari hulu sampai hilir dengan standar proses dan mutu berskala nasional dan atau internasional,’’ katanya.

    Koster menegaskan, pembangunan industri merupakan strategi untuk menyeimbangkan sruktur dan fundamental perekonomian Bali yang mencakup tiga pilar yaitu pariwisata, pertanian, dan industri. Hal ini merupakan komitmen dan prioritas perekonomian Bali agar lebih sehat, mengurangi ketergantungan pada pariwisata. (kmb/balipost)

    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleDapat Pujian dari Orang Lain, 5 Zodiak Ini Tetap Bersikap Rendah Hati
    Next Article Lagi Cari Hiburan di Rumah? Ini Tiga Film Manusia Kloning yang Wajib Kamu Tonton
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru (Ilustrasi/AI)

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru, Pemerintah Bentuk PT DSI untuk Atur Ekspor

    May 21, 2026
    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat (Instagram/@menkeuri)

    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat

    May 18, 2026
    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter (Ilustrasi/AI)

    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter

    May 5, 2026
    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing (Ilustrasi/Ai)

    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing

    April 29, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • Starbucks Jadi Perbincangan Gegara Promosi yang Bikin Orang Kesal
    • Puasa Muharram Berapa Hari yang Dianjurkan? Ini Kata Ulama
    • Demo Hari Ini di Jakarta Menuntut Apa? Simak Isinya
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.