Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»Ekonomi»Petani Garam Amed Sudah Berhenti Produksi Sejak Akhir 2022
    Ekonomi

    Petani Garam Amed Sudah Berhenti Produksi Sejak Akhir 2022

    February 9, 2023No Comments2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Petani Garam Amed Sudah Berhenti Produksi Sejak Akhir 2022 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
    Petani Garam Amed Sudah Berhenti Produksi Sejak Akhir 2022 2
    Hentikan- Petani garam tradisional.Amed menghentikan proses produksi garam hingga Juni karena mulai musim penghujan. (BP/Nan)

    AMLAPURA, BALIPOST.com – Petani garam tradisional Amed menghentikan proses produksi garam mulai akhir 2022 hingga beberapa bulan ke depan. Menyusul, cuaca yang kurang mendukung karena saat ini telah memasuki musim hujan.

    Menurut Ketua MPIG Garam Bali, I Nengah Suanda, Kamis (9/2), untuk saat ini petani sudah tidak lagi memproduksi garam tradisonal Amed. Petani sudah tidak memproduksi garam terhitung sejak akhir tahun 2022 lalu karena mulai turun hujan.

    “Petani mulai tak memproduksi garam sejak akhir November 2022 lalu. Bahkan produksi akan ditutup sampai pertengahan tahun 2023 yakni hingga Juni mendatang. Setelah itu, baru kembali memproduksi garam karena bulan itu sudah mulai memasuki musim panas,” ujarnya.

    Suanda mengatakan, mengingat saat ini para petani garam tidak memproduksi garam, maka mereka memasarkan stok garam yang masih ada saat ini. Kata dia, untuk stok garam yang masih tersedia untuk dijual kurang lebih sekitar 45 ton garam. Untuk pemasaran justru lebih banyak ke luar Bali, diantaranya ke Jakarta, Malang, Bandung dan daerah lainnya di Jawa.

    “Selain memasarkan garam, para petani garam sementara beralih pekerjaan. Ada yang melaut, beternak, dan ada yang menjadi buruh bangunan agar bisa mendapatkan penghasilan untuk memenuhi keluarga karena mereka tak memproduksi garam lagi saat ini, karena kalau tak begitu mereka makan apa?,” katanya. (Eka Parananda/balipost)

    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleRanna Phasupaty Rilis Single ‘Senja Tanpa Jingga’
    Next Article Strategi Hybrid Bank BRI Antarkan Nasabah ke Transformasi Digital
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru (Ilustrasi/AI)

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru, Pemerintah Bentuk PT DSI untuk Atur Ekspor

    May 21, 2026
    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat (Instagram/@menkeuri)

    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat

    May 18, 2026
    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter (Ilustrasi/AI)

    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter

    May 5, 2026
    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing (Ilustrasi/Ai)

    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing

    April 29, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • 5 Cara Mengenal Koleksi Kaos Branded Lifework yang Sedang Tren, Awas KW
    • Harga Obat Naik 2026 Mendadak Diungkap Budi Gunadi Sadikin
    • SPMB Jateng 2026 Jalur Prestasi Punya Aturan Baru?
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.