Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»Ekonomi»Populasi Babi di Bali Menurun Drastis, Diprediksi akan Terjadi Kenaikan Harga Jelang Galungan
    Ekonomi

    Populasi Babi di Bali Menurun Drastis, Diprediksi akan Terjadi Kenaikan Harga Jelang Galungan

    April 7, 2021No Comments2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Populasi Babi di Bali Menurun Drastis, Diprediksi akan Terjadi Kenaikan Harga Jelang Galungan 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
    Populasi Babi di Bali Menurun Drastis, Diprediksi akan Terjadi Kenaikan Harga Jelang Galungan 2
    Seorang warga sedang membersihkan kandang babinya. (BP/dok)

    DENPASAR, BALIPOST.com – Populasi babi di Bali saat ini menurun drastis jika dibandingkan dua tahun lalu. Gabungan Usaha Peternak Babi (GUPBI) Bali menyebut populasi babi saat ini hanya 10 persen atau sekitar 9 ribu – 10 ribu dari 988 ribu pada 2 tahun lalu.

    Ketua GUPBI Bali Ketut Hari Suyasa, Rabu (7/4) memprediksi kelangkaan babi ini akan membuat kenaikan harga menjelang Galungan. Ia memperkirakan harga babi hidup Rp 45 ribu – Rp 47 ribu per kg dan daging babi Rp 90 ribu – Rp 100 ribu per kg.

    Kelangkaan populasi babi ini diharapkan menjadi perhatian pemerintah untuk mengantisipasi kelangkaan babi saat perayaan Galungan.Ia menyarankan agar pemerintah menjaga stok babi di Bali dengan mencegah pengiriman ke luar Bali. “Khusus hari raya ini, saya mengimbau agar sementara menjaga stok babi di Bali untuk idealisme menjaga budaya Bali tidak hanya profit oriented,” tandasnya.

    Menurutnya, sektor pariwisata bukan satunya yang harus diperhatikan. Tapi juga pertanian dalam arti luas, termasuk peternakan. Seperti Yogyakarta merupakan wilayah pariwisata tapi juga menggerakkan sektor lain seperti pendidikan dan industri kreatif.

    Pandemi diharapkan menjadi pembelajaran bahwa pertanian dalam arti luas bisa menjadi unggulan untuk menggerakan ekonomi. Salah satunya peternakan babi bisa menjadi sektor yang diunggulkan. “Banyak masyarakat yang bergerak ekonominya karena babi. Banyak yang bergerak di sektor itu,” ujarnya. (Citta Maya/balipost)

     

    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticlePura-pura Baik, 4 Zodiak Ini Ternyata Suka Menusuk Teman dari Belakang
    Next Article Kasus Penularan Covid-19 Menurun, Sri Mulyani Ingatkan Jangan Terlena
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru (Ilustrasi/AI)

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru, Pemerintah Bentuk PT DSI untuk Atur Ekspor

    May 21, 2026
    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat (Instagram/@menkeuri)

    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat

    May 18, 2026
    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter (Ilustrasi/AI)

    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter

    May 5, 2026
    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing (Ilustrasi/Ai)

    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing

    April 29, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • Indonesian Parrot Langka Muncul Lagi Usai Hilang
    • 5 Cara Mengenal Koleksi Kaos Branded Lifework yang Sedang Tren, Awas KW
    • Harga Obat Naik 2026 Mendadak Diungkap Budi Gunadi Sadikin
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.