Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»Ekonomi»PPLI Beri Penjelasan Terkait Pengolahan Limbah Medis
    Ekonomi

    PPLI Beri Penjelasan Terkait Pengolahan Limbah Medis

    August 9, 2021No Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    PPLI Beri Penjelasan Terkait Pengolahan Limbah Medis 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    JawaPos.com – PT Prasadha Pamunah Limbah Industri (PPLI) selaku perusahaan pengolahan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) mengungkapkan, limbah medis yang diolah di masa pandemi mengalami peningkatan. Angka peningkatannya bahkan sangat signifikan.

    “Terkait jumlahnya itu naik cukup signifikan, data 1 Januari sampai 31 Desember 2020 itu 27 ribu ton. 2021 ini seiring kasus juga meningkat, dari 1 Januari sampai 30 Juni 79 ribu ton,” ujar Senior Engineer PPLI Muhammad Yusuf Firdaus dalam Bincang Redaksi JawaPos.com dikutip, Senin (9/8).

    Untuk penanganan limbah medis sendiri yang berkategori limbah infeksius, kemasannya tidak akan dibuka untuk meminimalisir adanya penularan di lokasi. Dalam pengolahannya, limbah medis akan dibakar dan hasilnya yang berupa abu akan ditaruh di landfill (bukit limbah).

    “Kategori limbah infeksius karena ada Covid-19, protokol terhadap limbah medis ini tidak kami buka lagi kemasannya, kita tidak bedakan lagi mana yang masker, mana yang APD bekas. Kalau di dokumen pengangkutan adalah limbah infeksius nanti akan langsung dikelola sebagai limbah infeksius. Tidak ada perubahan treatment, itu harus diolah dengan cara thermal atau eksinerator,” terang dia.

    Adapun Presiden Joko Widodo (Jokowi) juga sebelumnya meminta agar dana yang ada diintensifkan untuk membuat sarana pengolahan limbah medis yang jumlahnya meningkat selama pandemi. Tercatat hingga 27 Juli ini, limbah medis mencapai 18.460 ton.

    Selain itu, untuk di rumah tangga sendiri juga terdapat limbah B3, mulai dari lampu bohlam hingga baterai. Hal ini juga memiliki potensi yang berbahaya bagi, oleh karena itu dalam pengolahan limbah B3 pihak PPLI turut memberikan edukasi masyarakat.

    “Rutin di beberapa desa tentang bagaimana memilah sampah mereka, menanam pohon, kerjasama dengan pemerintah juga kita lakukan seperti sosialisasi kepada kelurahan dan kecamatan untuk limbah elektronik,” ucap Public Relations Manager PPLI Arum Tri Pusposari.

    “Kita beri edukasi kalau limbah elektronik itu berbahaya kategori B3. Kita juga taruh drop box di halte TransJakarta, kantor KLHK, di dinas lingkungan hidup juga supaya masyarakat sadar jadi mereka bisa buang melalui drop box PPLI,” sambungnya.

    Adapun, tanggung jawab untuk perawatan lingkungan agar tidak tercemar limbah B3 ini merupakan kewenangan pemerintah. Pihaknya hanya dapat memberikan edukasi dan kerjasama dengan dinas lingkungan hidup seperti drop box.

    Sementara itu, untuk kesadaran para korporasi dalam mengelola limbah B3 dalam 20 tahun terakhir ini juga mulai meningkat. Hal tersebut karena tekanan konsumen yang menginginkan produk melalui proses ramah lingkungan.

    “Begitu juga program dari pemerintah seperti Proper (Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan Dalam Pengelolaan Lingkungan) dari KLHK, kalau mereka mengelola lingkungan dengan baik, mereka akan mendapat peringkat yang bagus dan itu menjadi image baik,” tambah dia.

    Sekarang lokasi pengolahan limbah PPLI hanya berada di Bogor, Jawa Barat. Hal ini dirasa masih kurang untuk mengolah semua limbah dalam negeri, untuk itu rencananya akan membangun pabrik lain di Jawa Timur, Sumatera, Sulawesi dan Kalimantan.

    “Pemerintah sudah punya wacana untuk membuat fasilitas yg sama dan ppli juga akan menjadi bagian dari rencana pemerintah untuk ekspansi ke daerah indonesia. Ini cukup urgent,” pungkas Arum.

    Editor : Mohamad Nur Asikin

    Reporter : Saifan Zaking


    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleJika PPKM akan Dilonggarkan, Pemerintah Diminta Pertimbangkan Hal Ini
    Next Article Jarang Bergaul, 3 Zodiak Ini Dikenal Pendiam dan Anak Rumahan
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru (Ilustrasi/AI)

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru, Pemerintah Bentuk PT DSI untuk Atur Ekspor

    May 21, 2026
    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat (Instagram/@menkeuri)

    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat

    May 18, 2026
    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter (Ilustrasi/AI)

    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter

    May 5, 2026
    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing (Ilustrasi/Ai)

    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing

    April 29, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • 5 Cara Mengenal Koleksi Kaos Branded Lifework yang Sedang Tren, Awas KW
    • Harga Obat Naik 2026 Mendadak Diungkap Budi Gunadi Sadikin
    • SPMB Jateng 2026 Jalur Prestasi Punya Aturan Baru?
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.