Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»Ekonomi»Produksi Cabai Petani Menurun Penyebab Harga Cabai Naik
    Ekonomi

    Produksi Cabai Petani Menurun Penyebab Harga Cabai Naik

    November 6, 2023No Comments2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Produksi Cabai Petani Menurun Penyebab Harga Cabai Naik 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
    Produksi Cabai Petani Menurun Penyebab Harga Cabai Naik 2
    Pedagang cabai di Pasar Kidul Bangli. (BP/Ina)

    BANGLI, BALIPOST.com – Harga cabai rawit di pasar tradisional di Bangli terus merangkak naik. Kenaikan harga terjadi akibat dampak musim kemarau yang menyebabkan produksi cabai di petani menurun.

    Komang Tri, pedagang bumbu dapur Pasar Kidul Senin (6/11) mengatakan, harga cabai mengalami kenaikan secara bertahap sejak beberapa Minggu lalu. Sebelumnya harganya Rp 25 ribu, kemudian naik perlahan hingga sekarang berkisar harga Rp 70-75 ribu per kilogram. “Harga Rp 70 ribu sudah dari lima hari lalu,” ujarnya.

    Menurutnya kenaikan harga cabai dipengaruhi faktor cuaca saat ini. Kemarau panjang menyebabkan produksi cabai berkurang sehingga pasokan ke pasar terbatas dan harganya pun melambung.

    Komang Tri mengaku selama ini dia mendapat pasokan cabai hasil produksi petani lokal Bangli seperti wilayah Tambahan dan Sekardadi. Naiknya harga cabai rawit menyebabkan penjualannya menurun.

    Sementara itu Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Bangli I Wayan Sarma dikonfirmasi membenarkan bahwa kenaikan harga cabai dipengaruhi faktor cuaca yang menyebabkan produksi cabai di petani menurun. “Betul memang mengalami penurunan karena kekeringan. Di beberapa sentra penanaman cabe kita dapatkan kondisi seperti itu,” kata Sarma.

    Adapun titik-titik lahan penanaman cabe rawit di kabupaten Bangli, disebutkan Sarma ada di desa Belantih, Catur, Belancan, Pinggan, Siakin, Bayunggede, Sekardadi, dan Katung. Banyak tanaman cabai mengalami kekeringan, sehingga hasil panen tidak maksimal.

    Hasil pantauan Dinas PKP di tingkat petani menunjukan harga cabai rawit merah kini Rp 65 ribu per kilogram. Naik Rp 10 ribu dari Senin lalu. (Dayu Swasrina/Balipost)

     

    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleBRIBRAIN Raih Predikat Future of Intelligence se-Asia Pasifik dari IDC Awards 2023
    Next Article Triton Educar tebar misi edukasi bagi anak-anak di Surabaya
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru (Ilustrasi/AI)

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru, Pemerintah Bentuk PT DSI untuk Atur Ekspor

    May 21, 2026
    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat (Instagram/@menkeuri)

    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat

    May 18, 2026
    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter (Ilustrasi/AI)

    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter

    May 5, 2026
    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing (Ilustrasi/Ai)

    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing

    April 29, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • 5 Cara Mengenal Koleksi Kaos Branded Lifework yang Sedang Tren, Awas KW
    • Harga Obat Naik 2026 Mendadak Diungkap Budi Gunadi Sadikin
    • SPMB Jateng 2026 Jalur Prestasi Punya Aturan Baru?
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.