Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»Ekonomi»Produktivitas Cabai di Buleleng Menurun Drastis
    Ekonomi

    Produktivitas Cabai di Buleleng Menurun Drastis

    November 22, 2023No Comments2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Produktivitas Cabai di Buleleng Menurun Drastis 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
    Produktivitas Cabai di Buleleng Menurun Drastis 2
    Lahan Cabai Rawit Terkikis 50 persen Lebih. (BP/Yud)

    SINGARAJA, BALIPOST.com – Keberadaan lahan cabai di Kabupaten Buleleng kian mengkhawatirkan. Data Dinas Pertanian Kabupaten Buleleng, dari 1100 hektar lahan cabai di tahun 2022, kini tinggal tersisa hanya 520 hektar. Hal ini lantaran sejumlah petani beralih fungsi ke tanamanan yang lebih produktif dan menghasilkan.

    Kabid Hortikultura Dinas Pertanian Buleleng, I Gede Subudi ditemui Rabu (22/11) mengatakan, berkurangnya luas lahan cabai ini sebagian besar terjadi di Kecamatan Gerokgak, seperti di Desa Sumberklampok, Sumberkima dan Pejarakan. Dengan kondisi itu, hal ini berpengaruh terhadap produktivitas komoditi cabai rawit di Buleleng. “Dengan sisa lahan yang ada saat ini, produksi cabai rawit di Buleleng mencapai 14.783 kwintal. Jumlah sejatinya cukup untuk pemenuhan masyarakat disini,”terang Subudi.

    Hanya saja saat ini, produktivitas cabai sebagian besar diserap oleh pengepul dan dijual ke wilayah Kota Denpasar dan Kabupaten Badung. Langkah ini diakibatkan petani lebih tergiur dengan harga yang ditawarkan oleh pengepul dari luar Buleleng. “ hasil produksinya diserahkan kepada pengepul lantaran harga yang ditawarkan lebih mahal bila dibandingkan dengan harga yang diberikan oleh Perumda Swatantra. Kalau Swatantra misalnya bisa beli Rp 30 ribu per kilo, sementara pengepul bisa mencapai Rp 35 ribu per kilo,”tandasnya.

    Subudi menyebut berkurangnya luas lahan cabai ini terjadi lantaran petani beralih untuk menanam komoditi yang lebih irit air dan tidak membutuhkan ekstra perawatan. Seperti menanam kacang gude (undis), jagung dan kunyit. “Harga kacang undis sekarang mahal, di pasaran tembus di angka Rp 100 ribu per kilo. Makanya petani banyak beralih ke kacang undis. Ketimbang menanam cabai, harus rutin disiram dan dipupuk serta rentan terkena penyakit layu. Kami pun tidak bisa memaksa petani agar tetap menanam cabai,” terang Subudi.

    Untuk mengembalikan lahan yang hilang, pihaknya bersama BI Bali saat ini tengah mendistribusikan bantuan 100 ribu bibit cabai di empat kecamatan. Cabai-cabai itu diperkirakan bisa dipanen pada Januari 2024 mendatang. “Ada yang sudah ditanam sejak dua bulan yang lalu. Ada juga yang baru mau ditanam, tergantung kesiapan air di daerah masing-masing. Kalau kurang air takutnya bibitnya mati, nanti petani malah rugi karena mereka juga banyak mengeluarkan modal untuk pupuk,” tandasnya. (Nyoman Yudha/Balipost)

    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleStellantis kenalkan Fiat E-Ducato baru dengan jangkauan 420 km
    Next Article VMoto hadirkan CPx Explorer pada ajang EICMA 2023
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru (Ilustrasi/AI)

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru, Pemerintah Bentuk PT DSI untuk Atur Ekspor

    May 21, 2026
    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat (Instagram/@menkeuri)

    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat

    May 18, 2026
    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter (Ilustrasi/AI)

    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter

    May 5, 2026
    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing (Ilustrasi/Ai)

    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing

    April 29, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • SPMB Jateng 2026 Jalur Prestasi Punya Aturan Baru?
    • Dino Patti Djalal Kritik Prabowo soal Kunjungan Luar Negeri
    • Cara Pakai Aplikasi Cek Bansos Kemensos 2026 Terbaru untuk Lihat PKH dan BPNT
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.