Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»News»Profesi Jurnalis Masih Sangat Berbahaya di Negara Demokrasi
    News

    Profesi Jurnalis Masih Sangat Berbahaya di Negara Demokrasi

    December 17, 2019No Comments2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
    Profesi Jurnalis Masih Sangat Berbahaya di Negara Demokrasi

    Ilustrasi Kekerasan Wartawan

    Jakarta, Jurnas.com – Wartawan Tanpa Batas mengatakan, 49 wartawan tewas terbunuh di seluruh dunia sepanjang 2019. Jumlah itu merupakan yagn terendah dalam 16 tahun.

    Direktur Jenderal Wartawan Tanpa Batas, Christophe Deloire mengatakan, jumlah yang rendah secara historis sebagian besar meninggal karena konflik di Yaman, Suriah dan Afghanistan.

    “Jurnalisme tetap merupakan profesi yang berbahaya. Sekitar 80 jurnalis per tahun telah kehilangan nyawa rata-rata selama dua dekade terakhir,” ungkap Deloire.

    Namun, Deloire mencatat, jumlah jurnalis yang dibunuh di negara-negara yang dianggap damai masih sangat tinggi. Di Meksiko mislanya 10 wartawan meninggal sepanjang 2019.

    “Amerika Latin, dengan total 14 wartawan terbunuh di seluruh benua, menyamai rekor Timur Tengah,” tambahnya.

    Deloire mengatakan, menurutnya jumlah korban jiwa di zona konflik harus dirayakan. Karena menurutnya, semakin banyak jurnalis yang dibunuh karena profesinya di negara demokratis, akan menjadi ancaman nyata bagi demokrasi.

    Sementara lebih sedikit wartawan yang sekarat, lebih banyak yang berakhir di balik jeruji besi. Sekitar 389 dikurung di 2019, naik 12 persen pada tahun lalu.

    Hampir setengahnya dipenjara di tiga negara China, Mesir dan Arab Saudi, yang disalahkan atas pembunuhan mengerikan kolumnis Jamal Khashoggi di kedutaan besarnya di Istanbul tahun lalu.

    “China sendiri menahan sepertiga dari jurnalis yang dikurung di dunia. Sementara itu, 57 jurnalis disandera di seluruh dunia, sebagian besar di Suriah, Yaman, Irak dan Ukraina,” katanya.

    TAGS : Wartawan Tanpa Batas Christophe Deloire Profesi Wartawan

    This article is automatically posted by WP-AutoPost Plugin

    Source URL:http://www.jurnas.com/artikel/64179/Profesi-Jurnalis-Masih-Sangat-Berbahaya-di-Negara-Demokrasi/

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleChina Bujuk DK PBB Ampuni Korea Utara
    Next Article Neraca Perdagangan Defisit, DPR Dorong Bentuk Pansus Panja Impor
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    5 Jasa Konsultan KPI Terbaik di Indonesia untuk Efektivitas Bisnis

    5 Jasa Konsultan KPI Terbaik di Indonesia untuk Efektivitas Bisnis

    June 25, 2026
    Ancaman Ransomware Naik, Sysware Sebut EDR Adalah Investasi IT Krusial

    Ancaman Ransomware Naik, Sysware Sebut EDR Adalah Investasi IT Krusial

    June 24, 2026
    Polda Sumbar Gelar Road to Kapolri Cup MLBB 2026, Ajak Generasi Muda Ukir Prestasi di Dunia Esports

    Polda Sumbar Gelar Road to Kapolri Cup MLBB 2026, Ajak Generasi Muda Ukir Prestasi di Dunia Esports

    June 23, 2026
    Mengenal Prediction Market: Inovasi Pasar Prediksi yang Kian Populer di Era Digital

    Mengenal Prediction Market: Inovasi Pasar Prediksi yang Kian Populer di Era Digital

    June 19, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • Tempat Wisata Bandung Terbaru 2026 untuk Healing Akhir Pekan
    • Cek Desil Dinsos untuk Bansos 2026, Begini Cara Melihat Statusnya
    • 5 Jasa Konsultan KPI Terbaik di Indonesia untuk Efektivitas Bisnis

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.