Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»News»Promosi Jabatan di Tubuh Polri Dinilai Ironis
    News

    Promosi Jabatan di Tubuh Polri Dinilai Ironis

    August 19, 2018No Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
    Promosi Jabatan di Tubuh Polri Dinilai Ironis

    Polri

    Jakarta – Komisaris Jenderal (Komjen) Ari Dono Sukmanto resmi menjabat sebagai Wakil Kepala Polri (Wakapolri) menggantikan Komjen (Purn) Syafruddin yang kini telah menjadi Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpar-RB).

    Pelantikan dipimpin Kapolri Jenderal Tito Karnavian di Rupatama, Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (17/8/2018) lalu. Ari Dono sebelumnya menjabat sebagai Kabareskrim Polri.



    Posisi Kabareskrim saat ini digantikan Irjen Arief Sulistyanto, yang sebelumnya menjabat Asisten Kapolri bidang Sumber Daya Manusia (ASDM). Sedangkan posisi Irjen Arief sendiri akan diemban oleh mantan Kepala Biro Pembinaan Karir (Karo Binkar) Brigjen Pol Eko Indra Heri.

    Melihat mutasi dan promosi di tubuh Polri, Ketua Presidium Indonesia Police Watch Neta S Pane menilai, ada aksi “lompat pagar”. Hal tersebut merujuk pada pengangkatan Brigjen Eko Indra Heri menjadi calon ASDM Polri.

    Baca juga :

    • HUT RI ke-73, Ketua DPR: Kita Harus Lebih Bijak
    • Ketua DPR: HUT Kemerdekaan RI Bahan Refleksi Perjalanan Bangsa
    • Wakapolri Jadi Menteri, Ini Respon Kapolri Tito

    Neta menilai sesuai dengan Peraturan Kapolri Nomor 9 Tahun 2016 tentang eselon atau tingkatan dalam jabatan di lingkungan organisasi yang disusun sesuai peran bidang tugas masing-masing, pengangkatan Brigjen Eko yang masih menduduki eselon II A sebagai Karobinkar tidak sesuai dengan peraturan itu

    Menurutnya, yang seharusnya menduduki eselon 1-B Inspektur Jenderal terlebih dahulu baru bisa menjadi 1-A Inspektur Jenderal (posisi ASDM).

    “Pengangkatan posisi ASDM yang baru sangat ironis karena menabrak tatanan dan ketentuan yang ada seharusnya Menpan RB dan Komisi 3 DPR serta Kompolnas menegur Polri,” ujar Neta dalam keterangannya.

    Menurut dia, bila kenaikan jabatan dengan pola jalan pintas itu dibiarkan maka anggota Polri akan frustasi. Sebab, pola itu sama saja menabrak sistem baku dalam kenaikan jabatan.

    “Setelah gagal mengangkat Kapolda Metro Jaya sebagai Wakapolri, rupanya elite Polri melakukannya di asisten SDM. Ini sangat disesalkan. Asisten SDM yang lama Irjen Arief yang selama ini dikenal tegas, konsisten dan strength kok malah membiarkannya,” kata dia.

    Neta mencatat promosi jabatan di Polri dengan pola jalan pintas itu bukan hal yang baru di era pemerintahan Presiden Joko Widodo. Salah satu contohnya adalah kenaikan pangkat bagi Brigjen Listyo Sigit Prabowo.

    Sebelumnya, Sigit saat berpangkat komisaris besar merupakan ajudan Presiden Jokowi. Selanjutnya, Kapolri Jenderal Tito Karnavian menunjuk Sigit sebagai Kapolda Banten.

    Menurut Neta, seharusnya Sigit sebelum jadi Kapolda Banten ditarik ke Mabes Polri terlebih dahulu untuk meraih pangkat brigjen. “Setelah beberapa bulan baru naik pangkat brigjen dan menjadi kapolda,” ujar Neta.

    Dirinya juga menyoroti kenaikan seorang petinggi di Polda Jateng yang sebelumnya dianggap sukses mengamankan pernikahan putri Presiden Jokowi di Solo. “Setelah pindidikan langsung jadi Wakapolda Jateng,” ucap dia.

    Untuk itu, Neta melanjutkan, banyak perwira polri berpangkat kombes yang sudah selesai pendidikan justru malah dinonjobkan selama bertahun tahun. Oleh karena itu, Polri harus menghentikan praktik mengistimewakan figur tertenru.

    “Padahal tatanan yang benar itu seperti Komjen Ari Dono sebagai Wakapolri. Dia diangkat tapi tidak lompat pagar,” ungkapnya.

    TAGS : Kapolri Jenderal Tito Karnavian HUT Kemerdekaan

    This article is automatically posted by WP-AutoPost Plugin

    Source URL:http://www.jurnas.com/artikel/39568/Promosi-Jabatan-di-Tubuh-Polri-Dinilai-Ironis/

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleAnak TK Bercadar dan Bawa Replika Senjata, Ini Kata KPAI
    Next Article Maduro Naikkan Upah Minimum Masyarakat Venezuela
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    5 Jasa Konsultan KPI Terbaik di Indonesia untuk Efektivitas Bisnis

    5 Jasa Konsultan KPI Terbaik di Indonesia untuk Efektivitas Bisnis

    June 25, 2026
    Ancaman Ransomware Naik, Sysware Sebut EDR Adalah Investasi IT Krusial

    Ancaman Ransomware Naik, Sysware Sebut EDR Adalah Investasi IT Krusial

    June 24, 2026
    Polda Sumbar Gelar Road to Kapolri Cup MLBB 2026, Ajak Generasi Muda Ukir Prestasi di Dunia Esports

    Polda Sumbar Gelar Road to Kapolri Cup MLBB 2026, Ajak Generasi Muda Ukir Prestasi di Dunia Esports

    June 23, 2026
    Mengenal Prediction Market: Inovasi Pasar Prediksi yang Kian Populer di Era Digital

    Mengenal Prediction Market: Inovasi Pasar Prediksi yang Kian Populer di Era Digital

    June 19, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • Cek Desil Dinsos untuk Bansos 2026, Begini Cara Melihat Statusnya
    • 5 Jasa Konsultan KPI Terbaik di Indonesia untuk Efektivitas Bisnis
    • Apakah Niat Puasa 9 dan 10 Muharram dan Qadha Ramadhan Bisa Digabung?
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.