Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»Automotive»Proyeksi otomotif Indonesia, bangkit di kuartal II
    Automotive

    Proyeksi otomotif Indonesia, bangkit di kuartal II

    February 4, 2021No Comments5 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Proyeksi otomotif Indonesia, bangkit di kuartal II 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
    Jakarta (ANTARA) – Otomotif adalah salah satu industri yang terpukul pandemi COVID-19, terlihat dari wholesales (penjualan pabrik ke diler) untuk penjualan mobil baru selama 2020 yang turun 48,3 persen dari 1.030.126 unit pada 2019 menjadi 532.027 unit.

    Penurunan itu tidak hanya mendera industri roda empat, melainkan seluruh ekosistem yang terikat di dalamnya, mulai dari bahan baku, suku cadang, industri kecil menengah (IKM) sektor komponen, aksesoris, hingga lembaga pembiayaan (leasing) turut terseret imbas pandemi COVID-19.

    Namun tahun telah berganti, dan pandemi merupakan tantangan yang harus dihadapi bersama-sama. Untuk itu, upaya pemerintah dalam memulihkan ekonomi terus berjalan sehingga menumbuhkan optimisme pada pasar. Apalagi kabar baik mengenai distribusi vaksin telah memberikan keyakinan bahwa situasi akan kembali membaik di semua sektor.

    Baca juga: Tren otomotif 2021 dan asa baru untuk perekonomian nasional

    Baca juga: Dikenakan safeguard, Menperin: daya saing industri otomotif RI tinggi

    Khusus sektor otomotif, pertumbuhan diprediksi akan menggeliat pada kuartal II 2021, dengan asumsi pemulihan di berbagai sektor akan mendorong roda ekonomi, sehingga pola konsumsi masyarakat pun berangsur-angsur naik.

    Direktur lembaga pembiayaan Mandiri Tunas Finance (MTF), anak perusahaan PT Bank Mandiri (Persero), Harjanto Tjitohardjojo memprediksi minat konsumsi akan naik didorong adanya “pertumbuhan industri otomotif semester II 2021 dan pendistribusian vaksin COVID-19 yang membuat dunia usaha semakin optimistis.”

    “Perusahaan juga kembali bekerja optimal, di mana restrukturisasi pinjaman sudah selesai, suku bunga cenderung rendah dan likuiditas perbankan pun cukup sehat,” ujar Harjanto Tjitohardjojo kepada ANTARA, Rabu (3/2) malam.

    Dia menjelaskan bahwa pembiayaan di MTF dalam tiga bulan terakhir 2020 mendapatkan hasil baik, sehingga dapat menutup tahun dengan pembiayaan total Rp16,7 triliun. Untuk itu, perusahaan pembiayaan tersebut mengincar kenaikan pembiayaan sebesar 20 persen menjadi Rp20 triliun untuk tahun 2021.

    Segmen kendaraan yang diprediksi menjadi unggulan pada tahun ini sebenarnya masih sama seperti tahun sebelumnya, yakni sport utility vehicle (SUV) dan multipurpose vehicle (MPV). Namun tidak menutup potensi pada segmen kendaraan niaga kecil yang melonjak untuk memenuhi kebutuhan distribusi selama pandemi COVID-19.

    “Segmen bawah lagi berat. Jadi low cost green car (LCGC) akan sedikit turun dan yang masih kuat itu SUV dan MPV,” ucap Harjanto Tjitohardjojo. “Finance Company juga akan lebih ketat untuk segmen LCGC.”

    Untuk mengatasi kredit macet, perusahaan pembiayaan juga tidak sembarang menerima calon nasabah. “DP sudah normal dari 20 sampai 25 persen, pengetatan kami itu ada di verifikasi data, data keuangan, data SLIK (Sistem Layanan Informasi Keuangan), data pekerjaan, dan lain sebagainya.”

    Corporate Secretary & Legal Compliance Division Head Mandiri Tunas Finance, Arif Reza Fahlepi kepada ANTARA menjelaskan bahwa mereka optimistis target penjualan yang dicanangkan Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) bisa tercapai.

    “Saya kira pertumbuhan dan proyeksi pembiayaan dari produk otomotif itu akan tumbuh dengan positif ya tahun ini,” kata Arif. “Khususnya kendaraan roda empat kalau berdasarkan data Gaikindo yang memproyeksikan penjualan mobil bisa mencapai kisaran 700.000 sampai dengan 775.000 unit di 2021.”

    Baca juga: Apakah kehadiran vaksin akan pengaruhi industri otomotif Indonesia?

    Baca juga: Pakar nilai perlu sinergi kembangkan industri otomotif nasional

    Optimisme perusahaan pembiayaan sejalan dengan harapan produsen otomotif yang berharap adanya kenaikan penjualan dari 532.027 unit menjadi 750 ribu unit pada 2021.

    “Kami optimistis di tahun 2021, karena pemerintah sudah mencanangkan pertumbuhan ekonomi positif antara 3 hingga 5 persen. Kalau memang demikian, kami berharap bisa kembali ke 750 ribu,” Ketua I Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Jongkie D. Sugiarto

    Sama seperti Harjanto yang berpendapat distribusi vaksin akan menjadi kunci pemulihan ekonomi, Jongkie pun menyatakan “vaksinasi adalah salah satu cara untuk mengurangi penularan virus. Dengan COVID-19 mereda, otomatis, semua bisnis diharapkan bisa kembali normal.”

    Semangat serupa juga ditunjukkan pabrikan otomotif yang melihat adanya peningkatan penjualan mobil pada dua bulan terakhir 2020, sejalan dengan beredarnya informasi bahwa vaksin akan masuk ke Indonesia.

    Dengan asumsi vaksin dapat memacu pengendalian pandemi pada semester I 2021, maka terbuka peluang untuk mendorong penjualan otomotif pada awal semester kedua hingga tutup tahun 2021.

    Ketua III Gaikindo Rizwan Alamsjah yang juga ketua penyelenggara pameran otomotif GIIAS berpendapat bahwa strategi penjualan pada semester dua bisa berlangsung optimal.

    Gaikindo pun berencana menggelar pameran berurutan pada semester dua 2021, yang dimulai pada Agustus, dengan harapan dapat menarik perhatian masyarakat ke industri otomotif setelah pandemi terkendalikan.

    Proyeksi Kendaraan Listrik

    Jika penjualan mobil konvensional diprediksi menggeliat mulai kuartal II 2021, maka hal berbeda untuk mobil listrik.

    Segmen kendaraan yang sedang giat diperkenalkan di Indonesia dalam dua tahun belakangan diprediksi membutuhkan waktu lebih lama untuk bisa diterima masyarakat secara luas.

    Selain karena belum banyak merek yang bermain di segmen tersebut, banderol harga yang masih tinggi dan ketersediaan infrastruktur pengisian daya listrik merupakan pertimbangan calon konsumen untuk memboyong mobil listrik.

    Harjanto mengatakan mengenalkan kendaraan listrik di Indonesia butuh waktu yang tidak sebentar dan banyak hal yang mesti dipersiapkan perusahaan, mulai dari rantai pasokan hingga sistem pembiayaannya.

    “Untuk kendaraan Listrik menurut saya perlu waktu. Hal itu terkait dengan pola kebiasaan behavior konsumen, pembangunan infrastruktur pengisian listrik, koordinasi regulasi antar lembaga pemerintah juga pemerintah daerah,” kata dia.

    Kendaraan listrik diproyeksikan bisa didistribusi dengan baik dalam lima tahun mendatang, atau setidaknya pada tahun 2026. Namun demikian, perusahaan pembiayaan itu sudah menerima permintaan konsumen untuk 20-an unit mobil listrik dari beberapa merek.

    Baca juga: Penjualan mobil di Jerman turun 30 persen pada Januari

    Baca juga: Jerman desak Taiwan untuk bantu krisis semikonduktor industri otomotif

    Baca juga: Stimulus vaksinasi dan inovasi digital industri otomotif

    Pewarta: KR-CHA
    Editor: Alviansyah Pasaribu
    Copyright © ANTARA 2021

    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticlePak Presiden Bisiki Saya Agar BSI Bisa Sebagus Logonya
    Next Article 5 Kado Mewah Valentine Untuk Pasangan dari Perhiasan Hingga Tas
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Pengadaan Motor MBG Dikritik Berbagai Pihak (Ilustrasi/AI)

    Pengadaan Motor MBG Dikritik Berbagai Pihak, BGN Membela Diri

    April 8, 2026
    Federal Oil™ Membuka Rangkaian Feders Gathering 2026 (istimewa)

    Bandung Buka Feders Gathering 2026, Federal Oil™ Perkuat Kebersamaan Komunitas Motor Matic

    March 2, 2026
    Jadwal MotoGP 2026 Terbaru Dirilis (Ilustrasi/AI)

    Jadwal MotoGP 2026 Terbaru Dirilis, Seri Pembuka Digelar di Thailand

    February 27, 2026
    Agrinas Impor Mobil 105.000 Pikap dari India (Ilustrasi/AI)

    Agrinas Impor Mobil 105.000 Pikap dari India, DPR Minta Ditunda

    February 23, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • SPMB Jateng 2026 Jalur Prestasi Punya Aturan Baru?
    • Dino Patti Djalal Kritik Prabowo soal Kunjungan Luar Negeri
    • Cara Pakai Aplikasi Cek Bansos Kemensos 2026 Terbaru untuk Lihat PKH dan BPNT
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.