Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»Ekonomi»Puluhan Hektare Sawah di Buleleng Kekeringan
    Ekonomi

    Puluhan Hektare Sawah di Buleleng Kekeringan

    October 7, 2020No Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Puluhan Hektare Sawah di Buleleng Kekeringan 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
    Puluhan Hektare Sawah di Buleleng Kekeringan 2
    Petani sedang berada di sawahnya. (BP/dok)

    SINGARAJA, BALIPOST.com – Dampak kemarau tahun ini memicu bencana kekeringan. Sampai September 2020 lalu tercatat sawah yang ditanami padi mengalami kekeringan dengan luas mencapai 60,85 hektare.

    Data itu diprediksi akan bertambah karena maish ada 192 hektar sawah yang dikategorikan terancam akan mengalami persoalan sama ketika puncak kemarau tahun ini. Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Pertanian (Distan) Buleleng Made Sumiarta Selasa (6/10).

    Sumiarta mengatakan, di awal musim tanam pihkanya sudah menerjunkan Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) untuk melakukan pemantauan. Hasilnya, ditemukan 60.85 hektar sawah yang sudah ditanami padi mengalami kekeringan.

    Sawah tersebut menyabar di 7 kecamatan. Sawah yang paling luas mengalami kekeringan ada di Kecamatan Sawan dengan 33 hektare sawah telah mengering. Disusul Kecamatan Seririt ada 8 hektare sawah telah kering, Buleleng 7 hektare, Sukasada 4,75 hektare, Kubutambahan 4,55 hektare, Banjar 2 hektare, dan di Kecamatan Busungbiu 1,55 hektare sawah tidak mendapat pasokan air memadai.

    Dari data tersebut, Distan kemudian melakukan verifikasi terkait tingat kerusakan padi akibat kekeirngan tersebut. Hasilnya, padi dengan kerusakan ringan tercatat 1.67 hektar. Selain itu, ada 6.45 hektar padi mengalami kerusakan sedang, dan padi dengan kerusakan berat tercatat 22 hektar.

    Sedangkan, untuk padi yang mengalami puso alias gagal panen tercatat luasnya 44.75 hektar. Dari sawah yang puso itu total kerugian yang dialami petani sekitar Rp 900 juta. “Rata-rata umur padi antara 30 sampai 85 hari setelah ditanam. Untuk rusak ringan dan sedang benihnya masih bisa dipelihara hingga musim panen mendatang. Kalau yang berat dan puso itu sudah pasti gagal gagal panen,” katanya.

    Menurut mantan Kepala Bagian (Kabag) Umum Setda Buleleng ini, selain karena debit air menurun karena kemarau, bencana kekeringan ini terjadi karena terjadi kerusakan infrastruktur irigasi pertanian. Hanya saja, kerusakan infrastruktur itu persentasenya kecil.

    Sebenarnya, di awal musim tanam PPL sudah gencar melakukan pembinaan kepada kelompok subak yang ada. Dari pembinana itu, petani dianjurkan agar mengisi sawah dengan palawija yang notabene hemat air.

    Namun faktanya, petani lebih banyak berspekulasi karena diawal musim tanam debit air masih besar dan diprediksi masuk Oktober sudah turun hujan, sehingga dinilai masih memungkinkan menanam padi. Sekarang kemarau masih terjadi, sehingga padi yang perlu air pertmbuhannya pun tidak maksimal karena kekurangan air. “Di mana-mana sekarang debit air turun karena kemarau, dan kalau infrastruktur rusak masih ada cuma tidak banyak, sehingga kekeringan ini sebagain besar karena faktor kemarau sebagai siklus tahunan. Petani banyak spkulasi dan terkesan memaksa menanam padi, dan hasilnya sekarang kekeringan pun tak terhindari,” jelasnya.

    Menyusul bencana kekeringan itu, Sumiarta menyebut Distan sudah menyiapkan beberapa unit mesin pompa air yang bisa dipijam oleh petani untuk membantu mengalirkan air sumur dangkal atau air baku yang posisinya lebih rendah dari area sawah. Mesin pompa air ini untuk sawah-sawah yang kekeringan ringan dan sedang.

    Sementara sawah yang puso, Distan memprogramkan pada 2021 mengalokasikan pemberian bantan benih padi, sehingga meringankan modal petani di musim tanam mendatang. Selain itu, kerusakan padi akibat kekeirngan ini sebanarnya dapat ditutupi dari klaim Asuransi Usaha Tanaman Padi (AUTP).

    Sayangnya, minat petani mengasuransikan usaha taninya masih minim, sehingga ketika terjadi kekeringan petani harus menelan kerugian. “Ada bantuan mesin pompa dan program bantuan benih kita programkan di tahun depan. Sebanrnya, kerugian ini bisa ditutupi dari klaim AUTP, tetapi karena petani tidak tertarik ikut asuransi, sehingga kerugian itu tidak bisa diklaim, dan mudah-mudahan ini menjadi pengalaman dan petani kita bisa mengikuti program AUTP,” jelasnya. (Mudiarta/balipost)

    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleTertarik Memilih Pasangan Hidup yang Cerdas, Temukan 4 Zodiak Ini
    Next Article Penyederhanaan Cukai Cederai Struktur IHT Indonesia – KRJOGJA
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru (Ilustrasi/AI)

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru, Pemerintah Bentuk PT DSI untuk Atur Ekspor

    May 21, 2026
    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat (Instagram/@menkeuri)

    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat

    May 18, 2026
    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter (Ilustrasi/AI)

    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter

    May 5, 2026
    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing (Ilustrasi/Ai)

    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing

    April 29, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • Cek Desil Dinsos untuk Bansos 2026, Begini Cara Melihat Statusnya
    • 5 Jasa Konsultan KPI Terbaik di Indonesia untuk Efektivitas Bisnis
    • Apakah Niat Puasa 9 dan 10 Muharram dan Qadha Ramadhan Bisa Digabung?
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.