Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»News»Ranking PISA Indonesia Melorot, Ini Kata Mendikbud
    News

    Ranking PISA Indonesia Melorot, Ini Kata Mendikbud

    December 3, 2019No Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
    Ranking PISA Indonesia Melorot, Ini Kata Mendikbud

    Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim (Foto: Tasori/BKLM)

    Jakarta, Jurnas.com – Indonesia menempati urutan ke-72 dari 77 negara dalam ranking Programme for International Student Assessment (PISA) 2018, yang dirilis The Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) pada Selasa (3/12) siang.

    Artinya, peringkat Indonesia dalam PISA 2018 mengalami penurunan dibandingkan PISA 2015, di mana Indonesia kala itu menempati peringkat 62 dari 70 negara.

    Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim menyebut hasil ini memberikan perspektif baru terhadap pemerintah, dalam melakukan evaluasi dan pembenahan sistem pendidikan di Indonesia.

    “Kalau saya menyebutnya cara belajar, yang mungkin bisa mengetahui apa yang (harus) kita perbaiki, harus kita bandingkan,” ujar Nadiem dalam taklimat media di kantor Kemdikbud Jakarta.

    Menyoroti hasil PISA 2018, Indonesia memperoleh skor membaca, matematika, dan sains sebesar 371, 379, dan 396. Ketiga skor tersebut mengalami penurunan dibandingkan PISA 2015, di mana Indonesia mendapatkan nilai 397, 386, dan 403.

    Baca juga.. :

    • Duh, Ranking PISA Indonesia Masih di 10 Terbawah
    • Pendidikan Politik Partai Golkar 2019, Tekankan Pentingnya Pancasila
    • Pidato Nadiem Direvisi, Warganet: Mau Jadi Menteri atau Anarko-Sindikalis?

    Karena itu, Mendikbud berpandangan bahwa kini sudah saatnya guru dan orang tua mengubah paradigma membaca terhadap anak. Jika sebelumnya kegiatan membaca kerap dipaksakan, maka perlahan-lahan diubah menjadi anjuran, serta menyesuaikan dengan bacaan yang disukai oleh siswa.

    “Dari situ akan menjadi compounding effect, di mana dia akan merasa bahwa membaca adalah suatu hal yang baik, dan secara otomatis apapun yang kita enjoy, kita pasti semakin lama akan semain baik dalam skill itu,” kata dia.

    Lebih lanjut, Mendikbud juga sedang mengkaji masalah sistem asesmen. Menurut Nadiem, asesmen perlu dibuat agar fokus pada kompetensi mendasar yang berguna secara luas.

    Hasil asesmen juga akan dilaporkan dalam bentuk yang bermanfaat bagi perbaikan praktik pengajaran di kelas, maupun perumusan kebijakan pendidikan.

    “Kita harus berani berubah dan berbenah. Sesuai dengan arahan Presiden untuk menciptakan SDM unggul, kami akan terus menelaah upaya untuk melakukan terobosan-terobosan,” tutur dia.

    “Peningkatan kualitas pembelajaran menjadi hal yang utama. Kami akan terus melibatkan guru dan orang tua. Penting bagi pemerintah untuk memberikan ruang bergerak yang cukup untuk pihak-pihak terkait dapat terlibat dan ikut belajar,” imbuh Nadiem.

    Fokus pemerintah meningkatkan akses pendidikan telah membuahkan hasil dalam satu dekade terakhir. Pada 2000, hanya 39 persen penduduk usia 15 tahun yang bersekolah pada jenjang SMP atau SMA, sementara pada 2018, angka tersebut meningkat menjadi 85 persen.

    Andreas Schleicher, Direktur Pendidikan dan Keterampilan OECD, mengatakan setelah kemajuan luar biasa dalam akses ke sekolah, sekarang saatnya bagi Indonesia untuk memastikan pengajaran dan pembelajaran yang berkualitas.

    “Semua siswa dapat mencapai tinggi jika dukungan yang baik dan tepat sasaran diberikan. Terutama bagi siswa yang kurang beruntung. PISA menunjukkan bahwa kemiskinan bukanlah takdir,” tulis Andreas kepada Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kemdikbud Totok Suprayitno.

    TAGS : Mendikbud Nadiem Anwar Makarim PISA 2018 Pendidikan

    This article is automatically posted by WP-AutoPost Plugin

    Source URL:http://www.jurnas.com/artikel/63334/Ranking-PISA-Indonesia-Melorot-Ini-Kata-Mendikbud/

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticlePuan Maharani: Penambahan Jabatan Presiden Kemunduran Demokrasi
    Next Article Airlangga Puji Jokowi soal Merasa Dijerumuskan
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Indonesian Parrot Langka Muncul Lagi Usai Hilang (Ilustrasi)

    Indonesian Parrot Langka Muncul Lagi Usai Hilang

    June 5, 2026
    5 Cara Mengenal Koleksi Kaos Branded Lifework yang Sedang Tren, Awas KW

    5 Cara Mengenal Koleksi Kaos Branded Lifework yang Sedang Tren, Awas KW

    June 4, 2026
    Harga Obat Naik 2026 Mendadak Diungkap Budi Gunadi Sadikin (Ilustrasi/AI)

    Harga Obat Naik 2026 Mendadak Diungkap Budi Gunadi Sadikin

    June 4, 2026
    Dino Patti Djalal Kritik Prabowo soal Kunjungan Luar Negeri (Instagram)

    Dino Patti Djalal Kritik Prabowo soal Kunjungan Luar Negeri

    June 2, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • Indonesian Parrot Langka Muncul Lagi Usai Hilang
    • 5 Cara Mengenal Koleksi Kaos Branded Lifework yang Sedang Tren, Awas KW
    • Harga Obat Naik 2026 Mendadak Diungkap Budi Gunadi Sadikin
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.