Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»News»Rektor UT Ungkap Penyebab APK Perguruan Tinggi Indonesia Rendah
    News

    Rektor UT Ungkap Penyebab APK Perguruan Tinggi Indonesia Rendah

    July 21, 2020No Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
    Rektor UT Ungkap Penyebab APK Perguruan Tinggi Indonesia Rendah

    Rektor Universitas Terbuka Prof. Ojat Darojat (Foto: Muti/Jurnas.com)

    Jakarta, Jurnas.com – Rektor Universitas Terbuka (UT) Prof. Ojat Darojat menyebut terdapat dua hal yang Angka Partisipasi Kasar (APK) perguruan tinggi Indonesia masih rendah.

    Ojat mengatakan, yang pertama ialah faktor ekonomi. Secara umum, masyarakat usia 18-23 tahun kurang didukung oleh ekonomi yang memadai, sehingga gagal melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

    “Kita tahu bahwa untuk mengikuti pendidikan tinggi walau ada berbagai program bantuan dari pemerintah, tapi itu tidak cukup,” kata Ojat dalam konferensi pers di sela-sela wisuda daring tahun akademik 2019/2020 di kantor Universitas Terbuka, Tangerang Selatan, pada Selasa (21/7).

    Penyebab yang kedua, lanjut Ojat, ialah faktor geografis. Ojat menilai saat ini banyak lulusan SMA yang tidak bisa melanjutkan perguruan tinggi, karena berasal dari daerah terpencil.

    Sedangkan untuk mengakses perguruan tinggi, mereka umumnya harus pergi ke pusat-pusat kota dan jauh meninggalkan rumah dan keluarga.

    Baca juga.. :

    • Universitas Terbuka Gelar Wisuda Daring di tengah Pandemi Covid-19
    • 36 Tahun Universitas Terbuka, Pionir PJJ di Indonesia
    • 100 Siswa Lolos Beasiswa UT Lewat Jalur SNMPTN

    “Tidak memungkinkan bagi mereka harus meninggalkan keluarga. Jadi masalah jarak juga menjadi tekanan bagi mereka,” ungkap Ojat.

    Karena itu, Ojat menyebut keberadaan Universitas Terbuka mencoba memberikan akses kepada seluruh lapisan masyarakat untuk melanjutkan ke pendidikan tinggi.

    Dari segi nominal, kata Ojat, Universitas Terbuka memberikan biaya yang terjangkau karena tidak memberlakukan uang gedung maupun uang pangkal.

    “Biaya per semester itu sangat murah karena memang juga diarahkan pemerintah agar memberikan hak asasi pendidikan tinggi bagi seluruh masyarakat,” kata Ojat.

    “Cuma, masih banyak anggota masyarakat yang belum tahu UT, bahwa di Indonesia ada UT yang sangat terjangkau. Bukan hanya dilihat dari UKT (Uang Kuliah Tunggal), tapi juga dari sisi yang lain,” sambung dia.

    Untuk menjembatani masalah geografis, Ojat mengatakan bahwa Universitas Terbuka menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ) secara daring, sehingga memungkinkan mahasiswa untuk tetap belajar dari rumah masing-masing.

    “UT ini perguruan tinggi negeri yang dirancang secara berbeda dari perguruan tinggi tatap muka lainnya. Kita yang mengimplementasikan PJJ sejak 36 tahun lalu. Sehingga UT mungkin memberikan semua lapisan masyarakat,” kata Ojat.

    Sementara Wakil Presiden RI Ma`ruf Amin yang memberikan sambutan dalam prosesi wisuda daring Universitas Terbuka mengatakan, saat ini baru 9,7 persen penduduk Indonesia yang bisa melanjutkan ke perguruan tinggi.

    Selain itu, Wapres Amin juga menyoroti masalah rendahnya produktivitas pekerja Indonesia, sehingga menempati posisi kelima di Asean.

    Padahal di sisi lain, pemerintah sedang berupaya meningkatkan kapasitas SDM agar bisa bersaing secara global. Dia menyebut universitas memiliki kontribusi besar untuk mewujudkan tujuan itu.

    “Saat ini APK pendidikan tinggi kita masih di bawah 40 persen. Dengan adanya Universitas Terbuka sebagai pionir PJJ, diharapkan dapat mendorong APK tersebut,” ujar Wapres Amin.

    Wapres juga mengapresiasi Universitas Terbuka karena sudah selangkah lebih maju dari perguruan tinggi konvensional dalam hal pelaksanaan PJJ. Karenanya Wapres menyebut UT pantas dijadikan pemimpin dalam pembelajaran daring.

    “Kita akui untuk pembelajaran daring, Universitas Terbuka menjadi pemimpin, jauh dari perguruan tinggi lainnya. Selain biaya terjangkau, Universitas Terbuka bisa diakses siapapun, dan kualitasnya terjamin,” tandas Wapres Ma`ruf Amin.

    TAGS : APK Perguruan Tinggi Universitas Terbuka Ojat Darojat

    This article is automatically posted by WP-AutoPost Plugin

    Source URL:http://www.jurnas.com/artikel/75777/Rektor-UT-Ungkap-Penyebab-APK-Perguruan-Tinggi-Indonesia-Rendah/

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleKasus Djoko Tjandra, Pimpinan DPR akan Akomodir Rapat Gabungan Komisi III DPR
    Next Article Katib Aam PBNU Terpilih sebagai Anggota Komisi Indo-Pasifik
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Indonesian Parrot Langka Muncul Lagi Usai Hilang (Ilustrasi)

    Indonesian Parrot Langka Muncul Lagi Usai Hilang

    June 5, 2026
    5 Cara Mengenal Koleksi Kaos Branded Lifework yang Sedang Tren, Awas KW

    5 Cara Mengenal Koleksi Kaos Branded Lifework yang Sedang Tren, Awas KW

    June 4, 2026
    Harga Obat Naik 2026 Mendadak Diungkap Budi Gunadi Sadikin (Ilustrasi/AI)

    Harga Obat Naik 2026 Mendadak Diungkap Budi Gunadi Sadikin

    June 4, 2026
    Dino Patti Djalal Kritik Prabowo soal Kunjungan Luar Negeri (Instagram)

    Dino Patti Djalal Kritik Prabowo soal Kunjungan Luar Negeri

    June 2, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • Indonesian Parrot Langka Muncul Lagi Usai Hilang
    • 5 Cara Mengenal Koleksi Kaos Branded Lifework yang Sedang Tren, Awas KW
    • Harga Obat Naik 2026 Mendadak Diungkap Budi Gunadi Sadikin
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.