Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»Ekonomi»Relokasi Pedagang Tertunda, Dishub Sebut Akibat Ulah Oknum
    Ekonomi

    Relokasi Pedagang Tertunda, Dishub Sebut Akibat Ulah Oknum

    January 6, 2022No Comments2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Relokasi Pedagang Tertunda, Dishub Sebut Akibat Ulah Oknum 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
    Relokasi Pedagang Tertunda, Dishub Sebut Akibat Ulah Oknum 2
    RAPAT-Jajaran Dishub Denpasar menggelar rapat terkait pedagang di Terminal Wangaya. (BP/Ara)

    DENPASAR, BALIPOST.com – Rencana relokasi pedagang di Terminal Wangaya sejatinya telah dilakukan akhir Desember 2021. Namun hingga kini pedagang masih beraktivitas di lahan terminal tersebut.

    Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Denpasar, I Ketut Sriawan, usai rapat koordinaasi pada Kamis (6/1) mengatakan, saat pertemuan awal 20 Desember 2021, pedagang di Terminal Wangaya sudah sepakat pindah. Perpindahan tersebut paling lambat tanggal 31 Desember 2022.

    Namun akibat adanya ulah oknum yang mengaku ketua kelompok pedagang menghalangi relokasi, sehingga pedagang masih tetap bertahan. Dengan kondisi tersebut, relokasi pedagang untuk penataan terminal harus tertunda.

    Karena kendala tersebut, Sriawan langsung melakukan diskusi dengan pihak terkait, terutama dengan pihak kepolisian dan Satpol PP Kota Denpasar untuk menindaklanjuti oknum tersebut agar diproses.

    Setelah selesai proses tersebut baru bisa dilakukan relokasi secara keseluruhan. “Proses kita serahkan ke kepolisian dan Satpol PP untuk dimintai keterangan. Jika ngotot memprofokasi pedagang bisa jadi mereka akan dibawa ke ranah pidana karena memaksa menggunakan fasilitas umum tanpa izin karena dari Disperindag juga sudah jelas mengatakan bahwa proses perdagangan di Terminal Wangaya itu ilegal,” ungkap Sriawan.

    Menurut Sriawan, di terminal itu terdapat 113 pedagang yang terdiri dari 19 pedagang bermobil 94 pedagang bunga, janur dan pedagang sejenisnya. “Kita relokasi secepatnya. Karena Pemkot Denpasar sudah berbaik hati memberikan ruang bagi mereka. Jadi tidak ada alasan lagi pedgaang menunda,” katanya. (Asmara Putera/Balipost)

    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticlePelarangan Ekspor Batu Bara Jadi Upaya Hadapi Krisis Energi Global
    Next Article Kena OTT, PWI Anulir Penghargaan Wali Kota Bekasi
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru (Ilustrasi/AI)

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru, Pemerintah Bentuk PT DSI untuk Atur Ekspor

    May 21, 2026
    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat (Instagram/@menkeuri)

    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat

    May 18, 2026
    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter (Ilustrasi/AI)

    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter

    May 5, 2026
    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing (Ilustrasi/Ai)

    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing

    April 29, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • 5 Cara Mengenal Koleksi Kaos Branded Lifework yang Sedang Tren, Awas KW
    • Harga Obat Naik 2026 Mendadak Diungkap Budi Gunadi Sadikin
    • SPMB Jateng 2026 Jalur Prestasi Punya Aturan Baru?
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.