Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»Ekonomi»Rencana Kenaikan Pertamax Jadi Rp 16.000 Tak Berpengaruh Signifikan
    Ekonomi

    Rencana Kenaikan Pertamax Jadi Rp 16.000 Tak Berpengaruh Signifikan

    March 28, 2022No Comments2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Rencana Kenaikan Pertamax Jadi Rp 16.000 Tak Berpengaruh Signifikan 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    JawaPos.com – PT Pertamina berencana untuk merubah harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax. Dari yang semula Rp 9.500 per liter diperkirakan naik menjadi Rp 16.000 per liter.

    Terkait hal tersebut, Pengamat Ekonomi dan Energi Universitas Gadjah Mada (UGM) Fahmy Radhi menyampaikan bahwa itu hal yang wajar. Kenaikan ini akan mengurangi beban keuangan Pertamina.

    “Pada saat harga minyak dunia di atas USD 100 per barrel, harga Pertamax harus dinaikkan untuk mengurangi beban Pertamina,” terangnya kepada JawaPos.com, Senin (28/3).

    Adapun, harga keekonomian BBM jenis RON 92 untuk bulan Maret 2022 sebesar Rp 14.526 per liter. Angka ini mengikuti perkembangan minyak dunia pada Feburari lalu yang lonjakannya tidak terlalu signifikan.

    Sementara pada Maret 2022 ini, harga minyak mentah dunia hampir menyentuh USD 120 per barrel. Dengan peningkatan itu, pada April mendatang rencananya kenaikan harga itu akan diaplikasikan.

    “Mengingat konsumen Pertamax adalah golongan masyarakat menengah ke atas, kenaikan harga Pertamax hingga Rp 16.000 tidak terlalu besar,” tutur dia.

    Meskipun kenaikan ini ada dampaknya, kata dia tidak terlalu besar terhadap daya konsumsi. Sebab, porsi konsumsi masyarakat untuk Pertamax tidak terlalu besar.

    “Dampaknya akan memberikan kontribusi terhadap inflasi, namun tidak signifikan. Pasalnya, proporsi konsumen Pertamax kecil, hanya sekitar 14 persen” pungkas Fahmy.

    Sebelumnya, VP Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Fajriyah Usman mengatakan bahwa penyesuaian harga BBM jenis Pertamax masih dalam pembahasan bersama para stakeholder.

    “Penyesuaian masih kami kaji. Namun yang perlu diketahui, Pertamax adalah BBM non subsidi yang konsumsinya 14 persen dari seluruh BBM Pertamina,” tutur dia kepada wartawan, Senin (28/3).


    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleJokowi Ingin Produk Dalam Negeri Banyak Dijual di Marketplace
    Next Article Pesan Denzel Washington untuk Will Smith usai Tampar Chris Rock
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru (Ilustrasi/AI)

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru, Pemerintah Bentuk PT DSI untuk Atur Ekspor

    May 21, 2026
    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat (Instagram/@menkeuri)

    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat

    May 18, 2026
    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter (Ilustrasi/AI)

    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter

    May 5, 2026
    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing (Ilustrasi/Ai)

    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing

    April 29, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • 5 Cara Mengenal Koleksi Kaos Branded Lifework yang Sedang Tren, Awas KW
    • Harga Obat Naik 2026 Mendadak Diungkap Budi Gunadi Sadikin
    • SPMB Jateng 2026 Jalur Prestasi Punya Aturan Baru?
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.