Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»Ekonomi»Respons Hipmi soal Kenaikan Sejumlah Komoditas di Tanah Air
    Ekonomi

    Respons Hipmi soal Kenaikan Sejumlah Komoditas di Tanah Air

    April 10, 2022No Comments2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Respons Hipmi soal Kenaikan Sejumlah Komoditas di Tanah Air 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    JawaPos.com – Publik menilai kenaikan sejumlah harga pangan, bahan bakar minyak (BBM) serta pajak pertambahan nilai (PPN) merupakan ketidakberpihakan kepada rakyat. Pasalnya, hal tersebut menjadi beban yang kini ditanggung oleh masyarakat.

    Terkait hal tersebut, Ketua Bidang Keuangan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Anggawira menilai bahwa pemerintah berada pada posisi dilema. Khususnya untuk BBM jenis Pertamax yang jauh dari harga keekonomian membuat Pertamina merugi.

    “Mau nggak mau ya karena hara minyak terus naik kan, tidak ada cara lain selain menaikkan untuk mencapai keekonomisan. Jangankan di Indonesia, di negara-negara lain aja naiknya udah lebih parah. Jadi menurut saya, ya mau tidak mau,” ungkap dia ketika dihubungi JawaPos.com, Minggu (10/4).

    “Pemerintah kan berat juga untuk (subsidi) terlalu tinggi, gimana rumusannya. memang memicu inflasi dan banyak hal, tapi its the only way, nggak ada cara lain,” sambungnya.

    Untuk substitusi BBM ini, menurutnya pemerintah dapat mempercepat penggunaan bahan bakar listrik untuk kendaraan pribadi dan umum. “Satu-satunya cara itu aja, karena kan dalam APBN gap antara realisasi lifting minyak kita masih tinggi kan, jadi mau tidak mau,” imbuhnya.

    Untuk kenaikan harga bahan pokok, hal itu karena adanya peningkatan permintaan, di sisi lain suplai untuk pasar terhambat yang membuat lonjakan tersebut. Terkait dengan kenaikan PPN dari 10 persen menjadi 11 persen, hal ini pun tidak dapat dipungkiri.

    “Ini kan banyak dasar perhitungan, pemerintah butuh income, berat sih memang, untuk pengusaha ada kenaikan PPN walaupun 1 persen. Ini cara yang sudah dipikirkan pemerintah, salah satunya dengan kenaikan PPN ini, kalau dibandingkan negara tetangga itu kita lebih rendah, karena rata-rata 15 persen, tapi ya keliatan kecil tapi impact kumulatif,” pungkas Angga.


    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleSisi Menarik 3 Zodiak Ini Pandai Atur Uang dan Cepat Kaya
    Next Article Demo BEM SI Bisa jadi Pintu Masuk Presiden Review Anak Buahnya
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru (Ilustrasi/AI)

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru, Pemerintah Bentuk PT DSI untuk Atur Ekspor

    May 21, 2026
    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat (Instagram/@menkeuri)

    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat

    May 18, 2026
    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter (Ilustrasi/AI)

    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter

    May 5, 2026
    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing (Ilustrasi/Ai)

    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing

    April 29, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • 5 Cara Mengenal Koleksi Kaos Branded Lifework yang Sedang Tren, Awas KW
    • Harga Obat Naik 2026 Mendadak Diungkap Budi Gunadi Sadikin
    • SPMB Jateng 2026 Jalur Prestasi Punya Aturan Baru?
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.