Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»News»Risiko Penyebaran COVID-19 Nasional Memburuk, Satu Kabupaten Masuk Zona Merah
    News

    Risiko Penyebaran COVID-19 Nasional Memburuk, Satu Kabupaten Masuk Zona Merah

    March 2, 2022No Comments4 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Risiko Penyebaran COVID-19 Nasional Memburuk, Satu Kabupaten Masuk Zona Merah 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
    Risiko Penyebaran COVID-19 Nasional Memburuk, Satu Kabupaten Masuk Zona Merah 2
    Tangkapan layar peta zona risiko penyebaran COVID-19 di Indonesia. (BP/iah)

    DENPASAR, BALIPOST.com – Zona risiko penyebaran COVID-19 nasional memburuk dalam evaluasi Satgas Penanganan COVID-19 Nasional pada Minggu (27/2) yang dilansir Kamis (3/3).  Selain zona orange atau risiko sedang makin banyak, terdapat pula zona merah atau risiko tinggi.

    Dilihat dari data, zona merah pada pekan ini ada 1 kabupaten (0,19 persen). Yaitu Maros di Sulawesi Selatan.

    Sementara itu, zona orange menjadi 351 kabupaten/kota (68,29 persen). Jumlah ini mengalami kenaikan dibandingkan pekan lalu yang mencapai 269 kabupaten/kota (52,33 persen) dari keseluruhan kabupaten/kota yang jumlahnya 514.

    Zona kuning mencapai 162 kabupaten/kota (31,52 persen). Jumlah ini turun dari pekan sebelumnya yang sebanyak 244 kabupaten/kota. Sedangkan zona hijau pada pekan ini tidak ada alias 0. Jumlah ini juga turun dari pekan sebelumnya yang terdapat 1 kabupaten/kota (0,19 persen).

    Dikutip dalam keterangan persnya, Satgas menyebutkan per Rabu (2/3), secara nasional penambahan pasien sembuh mencapai 42.935 orang sembuh per hari. Terdiri dari transmisi lokal 42.677 orang dan Pelaku Perjalanan Luar Negeri (PPLN) 258 orang. Sehingga angka kumulatifnya bertambah melebihi 4,9 juta orang sembuh atau tepatnya 4.944.237 orang (87,7%).

    Sejalan itu, kasus aktif atau pasien positif yang masih membutuhkan perawatan medis, berkurang 2.391 kasus dan kumulatifnya menjadi 536.823 kasus (9,6%). Lalu, pasien terkonfirmasi positif (RT-PCR/TCM dan rapid antigen), hari ini bertambah sebanyak 40.920 kasus terdiri 40.321 kasus transmisi lokal dan PPLN 599 kasus. Sehingga angka kumulatifnya, atau jumlah pasien terkonfirmasi positif yang tercatat sejak kasus pertama hingga hari ini mencapai 5.630.096 kasus.

    Sementara, pasien meninggal bertambah 376 kasus transmisi lokal dengan kumulatifnya mencapai 149.036 kasus (2,7%). Selain itu, dari hasil uji laboratorium per hari, spesimen selesai diperiksa (RT-PCR/TCM dan rapid test antigen) per hari sebanyak 601.452 spesimen dengan jumlah suspek sebanyak 32.219 kasus.

    Pada perkembangan program vaksinasi, penerima vaksin ke-1 bertambah 680 dengan totalnya melebihi 190 juta atau 190.977.514 orang. Sedangkan penerima vaksinasi ke-2 bertambah 1.191 dengan totalnya melebihi 144 juta atau tepatnya 144.506.997 orang. Serta penerima vaksinasi ke-3 bertambah 1.680 dengan totalnya melebihi 10 juta atau 10.216.285 orang. Sementara target sasaran vaksinasi berada di angka 208.265.720 orang.

    Lebih lanjut, pada perkembangan per provinsi, terdapat 5 provinsi dengan angka kesembuhan harian tertinggi. Jawa Barat menambahkan 13.259 orang terdiri 13.180 transmisi lokal dan 79 PPLN dengan kumulatifnya 824.269 orang, diikuti Jawa Timur menambahkan 5.359 orang terdiri 5.351 transmisi lokal dan 8 PPLN dengan kumulatifnya 485.026 orang, Jawa Tengah menambahkan 5.119 orang dari transmisi lokal dengan kumulatifnya 508.003 orang, DKI Jakarta menambahkan 4.000 orang terdiri 3.983 transmisi lokal dan 17 PPLN dengan kumulatifnya 1.129.698 orang, serta Banten menambahkan 3.136 orang terdiri 3.020 transmisi lokal dan 116 PPLN dengan angka kumulatifnya 234.142 orang.

    Lalu, pada penambahan kasus terkonfirmasi positif harian terdapat 5 provinsi dengan angka tertinggi. Jawa Barat menambahkan 8.569 kasus terdiri 8.552 transmisi lokal dan 17 PPLN kasus dengan kumulatifnya 1.016.882 kasus, diikuti Jawa Timur menambahkan 4.911 kasus terdiri 4.899 transmisi lokal dan 12 PPLN dengan kumulatifnya 541.084 kasus, DKI Jakarta menambahkan 4.196 kasus terdiri 3.705 transmisi lokal dan 491 PPLN dengan kumulatifnya 1.182.669 kasus, Jawa Tengah menambahkan 3.890 kasus dari transmisi lokal dengan kumulatifnya 582.762 kasus, serta DI Yogyakarta menambahkan 2.721 kasus transmisi lokal kasus dengan kumulatifnya 195.910 kasus.

    Pada sebaran kasus aktif per provinsi, terdapat 5 provinsi dengan angka tertinggi. Yaitu, Jawa Barat sebanyak 177.477 kasus, Jawa Tengah sebanyak 43.578 kasus, DKI Jakarta sebanyak 32.011 kasus, Banten sebanyak 32.011 kasus dan DI Yogyakarta sebanyak 31.211 kasus.

    Selain itu, per hari ini terdapat 28 provinsi menambahkan kematian dari kasus transmisi lokal. Meski demikian, terdapat 5 provinsi dengan angka tertinggi harian diantaranya, Jawa Tengah 101 kasus dengan kumulatifnya 31.181 kasus, diikuti Jawa Timur 57 kasus dengan kumulatifnya 30.481 kasus, Jawa Barat 39 kasus dengan kumulatifnya 15.136 kasus, DKI Jakarta 19 kasus dengan kumulatifnya 14.710 kasus, serta Bali 17 kasus dengan kumulatifnya 4.442 kasus.

    Disamping itu, hasil uji per hari jejaring laboratorium berbagai wilayah, jumlah kumulatif spesimen selesai diperiksa mencapai 85.620.930 spesimen. Terdiri dari spesimen positif (kumulatif) sebanyak 10.752.267 spesimen dan spesimen negatif (kumulatif) sebanyak 73.192.220 spesimen. Positivity rate spesimen (NAAT dan Antigen) harian di angka 16,59% dan positivity rate spesimen mingguan (20 – 26 Februari 2022) di angka 21,82%. Sementara spesimen invalid dan inkonklusiv (per hari) berjumlah 178 spesimen.

    Untuk jumlah orang yang diperiksa per hari ini ada 260.074 orang dan kumulatifnya 56.709.394 orang. Lalu pada hasil terkonfirmasi negatif jumlah kumulatifnya meningkat menjadi 51.079.298 orang termasuk tambahan hari ini sebanyak 219.154 orang. Sementara positivity rate (NAAT dan Antigen) orang harian di angka 15,73% dan positivity rate orang mingguan (20 – 26Februari 2022) di angka 17,75%. Secara sebaran wilayah terdampak masih berada di 34 provinsi dan 510 kabupaten/kota. (Diah Dewi/balipost)

    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticlePermenaker Direvisi, Klaim JHT Balik ke Aturan Lama
    Next Article Ford pisahkan bisnis mobil listrik dan ICE
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    5 Jasa Konsultan KPI Terbaik di Indonesia untuk Efektivitas Bisnis

    5 Jasa Konsultan KPI Terbaik di Indonesia untuk Efektivitas Bisnis

    June 25, 2026
    Ancaman Ransomware Naik, Sysware Sebut EDR Adalah Investasi IT Krusial

    Ancaman Ransomware Naik, Sysware Sebut EDR Adalah Investasi IT Krusial

    June 24, 2026
    Polda Sumbar Gelar Road to Kapolri Cup MLBB 2026, Ajak Generasi Muda Ukir Prestasi di Dunia Esports

    Polda Sumbar Gelar Road to Kapolri Cup MLBB 2026, Ajak Generasi Muda Ukir Prestasi di Dunia Esports

    June 23, 2026
    Mengenal Prediction Market: Inovasi Pasar Prediksi yang Kian Populer di Era Digital

    Mengenal Prediction Market: Inovasi Pasar Prediksi yang Kian Populer di Era Digital

    June 19, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • Tempat Wisata Bandung Terbaru 2026 untuk Healing Akhir Pekan
    • Cek Desil Dinsos untuk Bansos 2026, Begini Cara Melihat Statusnya
    • 5 Jasa Konsultan KPI Terbaik di Indonesia untuk Efektivitas Bisnis

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.