Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»Ekonomi»Rupiah Makin Berjaya, Potensi Menguat Sampai 14.250
    Ekonomi

    Rupiah Makin Berjaya, Potensi Menguat Sampai 14.250

    June 7, 2021No Comments2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Rupiah Makin Berjaya, Potensi Menguat Sampai 14.250 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    JawaPos.com – Pergerakan Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) hari ini berpotensi terus menguat seiring dengan meredanya kekhawatiran pasar terhadap potensi pengetatan kebijakan moneter Bank Sentral AS yang lebih cepat, untuk saat ini. Mengutip laman resminya, kurs tengah Bank Indonesia (BI) berada di level Rp 14.316 per dolar AS.

    “Nilai tukar Rupiah berpotensi menguat ke kisaran 14.250, dengan potensi pelemahan ke kisaran 14.330,” kata pengamat pasar keuangan Ariston Tjendra saat dihubungi oleh JawaPos.com, Senin (7/6).

    Ariston memaparkan, akhir pekan lalu, data tenaga kerja AS, non-farm payrolls bulan Mei dirilis di bawah ekspektasi pasar. Hasil ini melegakan pelaku pasar terhadap kemungkinan the Fed akan melakukan tapering atau pengetatan moneter yang lebih cepat.

    Sebab, bank sentral AS, the Fed merujuk pada dua indikator yaitu tingkat inflasi di atas 2 persen dan data tenaga kerja sebagai pertimbangan untuk menyesuaikan kebijakan moneternya. Angka inflasi di AS sudah menunjukan angka di atas 2 persen karena membanjirnya likuiditas akibat stimulus besar di AS.

    “Tapi the Fed beralasan bahwa inflasi itu hanya sementara. Fed melihat angka pekerjaan di AS belum kembali seperti sebelum pandemi sehingga belum ada alasan cukup untuk memperketat kebijakannya saat ini,” tuturnya.

    Selain itu, sentimen lainnya berasal dari Yield obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun pun menurun karena ekspektasi di atas. Yield berhasil turun ke bawah 1,6 persen. “Sekarang di kisaran 1,57 persen,” imbuhnya.

    Tapi di sisi lain, Ariston menambahkan, pelaku pasar masih mewaspadai isu tapering. Menkeu AS Janet Yellen, dalam pernyataan terbarunya, menyakini bahwa kenaikan tingkat suku bunga AS memberikan dampak yang baik bagi perekonomian AS.

    Editor : Estu Suryowati

    Reporter : Romys Binekasri


    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleVW dekati penyelesaian klaim dieselgate dengan eks CEO Winterkorn
    Next Article Taiwan Perpanjang Pembatasan COVID-19 | BALIPOST.com
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru (Ilustrasi/AI)

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru, Pemerintah Bentuk PT DSI untuk Atur Ekspor

    May 21, 2026
    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat (Instagram/@menkeuri)

    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat

    May 18, 2026
    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter (Ilustrasi/AI)

    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter

    May 5, 2026
    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing (Ilustrasi/Ai)

    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing

    April 29, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • SPMB Jateng 2026 Jalur Prestasi Punya Aturan Baru?
    • Dino Patti Djalal Kritik Prabowo soal Kunjungan Luar Negeri
    • Cara Pakai Aplikasi Cek Bansos Kemensos 2026 Terbaru untuk Lihat PKH dan BPNT
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.