Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»Ekonomi»Rupiah Melemah karena Pelaku Pasar Tunggu Rilis Notulen Rapat The Fed
    Ekonomi

    Rupiah Melemah karena Pelaku Pasar Tunggu Rilis Notulen Rapat The Fed

    January 4, 2023No Comments2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Rupiah Melemah karena Pelaku Pasar Tunggu Rilis Notulen Rapat The Fed 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    JawaPos.com-Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Rabu pagi melemah di tengah pelaku pasar yang menunggu rilis notulen rapat bank sentral Amerika Serikat (AS), Federal Reserve (The Fed).

    Rupiah pagi ini melemah 14 poin atau 0,09 persen ke posisi Rp15.615 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp15.601 per dolar AS.

    Pengamat Pasar Uang Ariston Tjendra saat dihubungi di Jakarta, Rabu, mengatakan, ia sempat memperkirakan adanya potensi penguatan rupiah sebelum pasar dibuka karena indeks saham Asia terlihat menguat yang mengindikasikan sentimen pasar terhadap aset berisiko cukup bagus.

    “Namun pelemahan terjadi, mungkin karena pasar mengantisipasi rilis notulen rapat The Fed dini hari nanti,” ujar Ariston.

    Menurut Ariston, pelaku pasar bisa saja menyimpulkan The Fed masih mendukung ekonomi suku bunga tinggi yang mendorong penguatan dolar AS lagi.

    “Selain itu pasar juga masih mewaspadai potensi perlambatan ekonomi global yang mendorong pasar menahan diri masuk ke aset beresiko,” kata Ariston.

    The Fed akan merilis risalah dari pertemuan kebijakan Desember pada Rabu (4/1) waktu AS dan pelaku pasar akan mempelajari pembacaan petunjuk tentang langkah bank sentral selanjutnya.

    Bulan lalu The Fed menaikkan suku bunga sebesar 50 basis poin, menjadikan kisaran target suku bunga dana federal menjadi 4,25-4,5 persen, sebagai bagian dari upaya terbarunya untuk mengendalikan inflasi.

    Ariston memperkirakan hari ini rupiah berpotensi bergerak di kisaran Rp15.560 per dolar AS hingga Rp15.650 per dolar AS. (*)

    Pada Selasa (3/1) lalu rupiah melemah 28 poin atau 0,18 persen ke posisi Rp15.601 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp15.573 per dolar AS.

    Editor : Dinarsa Kurniawan

    Reporter : Antara


    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleHarga BBM di Italia melonjak setelah diskon cukai berakhir
    Next Article Almaz Hybrid, SUV serba lengkap dan ramah di kantong
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru (Ilustrasi/AI)

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru, Pemerintah Bentuk PT DSI untuk Atur Ekspor

    May 21, 2026
    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat (Instagram/@menkeuri)

    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat

    May 18, 2026
    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter (Ilustrasi/AI)

    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter

    May 5, 2026
    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing (Ilustrasi/Ai)

    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing

    April 29, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • Kanvill Dau, Sensasi Grill Sendiri dengan Pemandangan Perbukitan di Malang
    • Apakah Prompt AI Bisa di Hak Cipta? Ini yang Perlu Diketahui Kreator
    • Folkafe: Coffee & Stories, Coffee Shop Legendaris di Semarang untuk Kerja dan Berbagi Cerita

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.