Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»Ekonomi»Saat Pensiun Mau Tetap Sejahtera?, Ikuti Empat Tips ini – KRJOGJA
    Ekonomi

    Saat Pensiun Mau Tetap Sejahtera?, Ikuti Empat Tips ini – KRJOGJA

    October 20, 2020No Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Saat Pensiun Mau Tetap Sejahtera?, Ikuti Empat Tips ini – KRJOGJA 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    SETIAP orang mendambakan masa pensiun yang sejahtera. Namun, tidak semua bisa mewujudkannya karena berbagai alasan. Perencanaan dan prioritas penggunaan penghasilan di masa produktif serta gaya hidup sangat menentukan tingkat kesejahteraan seseorang di masa pensiunnya kelak.
    Freddy Tedja, Head of Investment Specialist PT Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI), akan berbagi tips untuk menyiapkan masa pensiun yang sejahtera. Berikut selengkapya :

    Ubah pola pikir tradisional

    Jika Anda bertekad untuk pensiun sejahtera Anda harus tahu bahwa mengandalkan dana jaminan sosial (BPJS Ketenagakerjaan) untuk membiayai seluruh kebutuhan hidup di masa pensiun kelak tidaklah cukup. Bahkan jika ditambah dengan program pensiun pun (DPLK dari perusahaan) masih tidak mencukupi.

    Karena kenyataannya, biaya hidup di masa pensiun kelak tidak jauh berbeda dengan biaya hidup yang dikeluarkan di masa produktif. Walau beberapa pos pengeluaran mengalami penurunan, seperti transportasi, namun biaya kesehatan justru akan mengalami peningkatan.

    Dukungan dana dari anak atau anggota keluarga lainnya juga kerap diandalkan sebagai sumber pendapatan di masa pensiun kelak. Padahal, sudah seharusnya Anda memutus rantai sandwich generation, terutama jika Anda ingin anak-anak hidup bahagia dan Anda menikmati pensiun sejahtera.
    Maka, pilihan lainnya adalah kerja lagi walau sudah memasuki usia pensiun. Tantangannya adalah tidak banyak perusahaan yang mau menerima pekerja usia pensiun. Maka, satu-satunya sumber pendapatan yang bisa diandalkan di masa pensiun nanti adalah kekayaan rumah tangga atau aset yang dikumpulkan sejak masa produktif, seperti dana investasi di reksa dana, saham, obligasi, properti, dan lain-lain.

    Pasak harus lebih kecil dari tiang

    Boleh menikmati hidup, tapi jangan sampai gaya hidup sekarang harus dibayar susah payah di masa depan. Agar memiliki kekayaan rumah tangga yang cukup, mulailah dengan gaya hidup yang tidak berlebihan. Meskipun Anda mampu membeli smart phone keluaran terbaru, terus mengikuti tren dan membeli smart phone keluaran terbaru bukanlah keputusan terbaik untuk masa depan Anda.

    Sebaliknya, Anda bisa mempertimbangkan untuk mencicil rumah yang akan Anda tempati di masa pensiun kelak, dengan ukuran yang tidak terlalu besar. Tentunya agar cicilannya dapat segera Anda lunasi sebelum memasuki masa pensiun dan agar biaya pemeliharaannya kelak tidak terlalu membebani Anda. Maka, mulailah hidup sederhana dan sisihkan minimal 10% untuk menyiapkan pensiun yang sejahtera.

    Lunasi utang

    Lunasi semua utang Anda. Jika Anda benar-benar ingin memiliki masa pensiun yang sejahtera, lunasi utang-utang Anda secara bertahap hingga semuanya lunas. Kemudian, sisihkan setidaknya 30% dari penghasilan Anda saat ini, agar di masa pensiun nanti Anda bisa menikmati hasil kerja keras Anda sewaktu usia produktif.

    Simpan di tempat yang tepat

    Untuk persiapan pensiun, semakin panjang persiapan, semakin ringan cicilan yang harus disisihkan tiap bulan. Silahkan diversifikasi untuk masing-masing tujuan keuangan yang akan Anda capai. Misalnya investasi di reksa dana. Tinggal Anda pilih reksa dana apa yang akan Anda pilih, apakah reksa dana pasar uang, pendapatan tetap, campuran atau saham. Tentukan berdasarkan tujuan keuangan, jangka waktu dan profil risiko Anda. Biarkan uang Anda yang bekerja.

    Ingat, ancaman inflasi masih membayangi, tempatkan uang di instrumen investasi yang memberikan potensi imbal hasil yang lebih tinggi dari inflasi. Jangan mudah tergiur dengan instrumen investasi yang memberikan imbal hasil sangat tinggi. Semakin tinggi imbal hasil, semakin tinggi pula risiko yang harus kita tanggung. Pensiun bukan masalah main-main, menyangkut kehidupan Anda di masa tua. Jadi simpanlah di instrumen investasi yang tepat. (*)

    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleAkhir Oktober Ada Libur Panjang, Antisipasi Lonjakan Kasus Baru Korona
    Next Article Pandemi Berkepanjangan, Klungkung Mulai Cemas Ketahanan Pangan
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru (Ilustrasi/AI)

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru, Pemerintah Bentuk PT DSI untuk Atur Ekspor

    May 21, 2026
    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat (Instagram/@menkeuri)

    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat

    May 18, 2026
    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter (Ilustrasi/AI)

    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter

    May 5, 2026
    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing (Ilustrasi/Ai)

    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing

    April 29, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • Starbucks Jadi Perbincangan Gegara Promosi yang Bikin Orang Kesal
    • Puasa Muharram Berapa Hari yang Dianjurkan? Ini Kata Ulama
    • Demo Hari Ini di Jakarta Menuntut Apa? Simak Isinya
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.