Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»Ekonomi»Sejak 1923, Lahan Pertanian di Sumberklampok Hidupi Warga
    Ekonomi

    Sejak 1923, Lahan Pertanian di Sumberklampok Hidupi Warga

    May 19, 2021No Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Sejak 1923, Lahan Pertanian di Sumberklampok Hidupi Warga 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
    Sejak 1923, Lahan Pertanian di Sumberklampok Hidupi Warga 2
    Warga Desa Sumberklampok menunjukkan sertifikat tanah yang diterima dari Gubernur Koster, Selasa (18/5). (BP/mud)
    Sejak 1923, Lahan Pertanian di Sumberklampok Hidupi Warga 3

    SINGARAJA, BALIPOST.com – Sumberklampok, Kecamatan Gerokgak merupakan desa yang berbatasan dengan Kabupaten Jembrana. Desa dengan luas sekitar 600 hektar ini juga berbatasan dengan kawasan hutan lindung yang masuk dalam kawasan Taman Nasional Bali Barat (TNBB).

    Sejak dihuni oleh warga sekitar tahun 1923 silam, lahan pertanian di desa ini potensial ditanami beragam komoditas palawija mulai dari jagung, kacang-kacang, hingga jeruk, mangga, dan kelapa tumbuh subur ditanam di hamparan tanah datar ini.

    Sejalan dengan perkembangannya, tak hanya memiliki potensi untuk ditanami palawija, warga di desa ini sekarang banyak yang menjadi peternak penggemukan dan pembibitan sapi. Tak heran, di sela-sela tanah pertanian di desa ini ada kandang yang berisi beberapa ekor sapi indukan atau anak sapi (godel) yang siap jual. Bahkan, hasil peternakan dari Buleleng Barat ini begitu terkenal dan dipasok sampai ke luar Buleleng.

    Setidaknya kondisi lahan pertanian yang potensial itu menjadi alasan mengapa warga Desa Sumberklampok sejak tahun 1991 silam berjuang memohon agar tanah pertanian dan pekarangan rumah yang mereka tempati itu dapat dimohon menjadi hak milik. Dari beberapa sumber penuturan para tokoh masyarakat, kesuburan tanah ini sudah menjadi incaran pada masa penjajah Belanda. Di mana pada masa itu, Belanda bersama beberapa kelompok penduduk pendatang luar Bali datang merabas dan menempati tanah tersebut. Bukti tanah ini mulai dihuni adalah adanya lokasi kuburan dan itu menandakan bahwa jauh sebelum tahun 1923 sudah ada penduduk bermukim di Desa Sumberklampok.

    Warga Sumberklampok bersyukur memiliki Gubernur Bali Wayan Koster yang berjuang membela hak-hak rakyat. Buktinya setelah 30 tahun berjuang, warga akhirnya berhasil memohon tanah itu. Ini dibuktikan dengan penyerahan Sertifikat Hak Milik (SHM) untuk tanah pekarangan dan fasilitas umum (fasum) oleh Gubernur Bali Wayan Koster Selasa (18/5) kemarin. Tercatat 720 dari 800 kepala keluarga (KK) telah menerima SHM ang diterbitkan Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (Kanwil BPN) Bali.

    Salah seorang warga I Wayan Pilih asal Banjar Dinas Sumber Batok mengaku sejak 1923 para pendahulunya telah mengolah lahan pertanian. Seperti tanah pertanian yang diurus oleh orangtuanya sendiri telah banyak menghasilkan untuk menghidupi keluarga.

    Komoditas tanaman palawija yang menjadi andalan ditanam adalah jagung, kacang-kacang, dan cabai. Bahkan, tanaman dengan hasil tahunan seperti mangga, jeruk, dan kelapa tumbuh dengan subur dan menjadi sumber penghasilan untuk keluarganya. “Kalau orang pasti mengira tanah di sini gersang. Sejak dahulu sampai sekarang walau tanah kering, namun aneka tanaman palawija bisa ditanam dan memberi hasil untuk penghasilan keluarga. Bahkan, sekarang ada menanam tanaman keras lain seperti pohon kayu sengon,” katanya.

    Terkait penerbitan SHM oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali, Wayan Pilih mengaku setelah puluhan tahun berjuang, akhirnya di era kepemimpinan Gubernur Bali Wayan Koster perjuangannya berbuah manis. Dengan diterimanya SHM ini dia pun berjanji tidak akan memindahtangankan lahan pekarangan atau pertanian yang telah diberikan oleh pemerintah.

    Namun demikian, bagaimana lahan pertanian ini ke depan akan dikembangkan, sehingga menjadi sumber penghidupan warga. “Berapa kali berganti gubernur, baru di era Bapak Koster perjuangan kami membuahkan hasil. Kami berterimakasih diberikan SHM ini dan ke depan lahan pertanian bisa kita garap untuk menjadi sumber penghidupan keluarga,” jelasnya. (Mudiarta/balipost)

    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleKodam Udayana Garap Proyek Dukung Petani
    Next Article Dolar Makin Melempem, Emas Antam Naik Rp 11 Ribu per Gram
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru (Ilustrasi/AI)

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru, Pemerintah Bentuk PT DSI untuk Atur Ekspor

    May 21, 2026
    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat (Instagram/@menkeuri)

    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat

    May 18, 2026
    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter (Ilustrasi/AI)

    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter

    May 5, 2026
    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing (Ilustrasi/Ai)

    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing

    April 29, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • Indonesian Parrot Langka Muncul Lagi Usai Hilang
    • 5 Cara Mengenal Koleksi Kaos Branded Lifework yang Sedang Tren, Awas KW
    • Harga Obat Naik 2026 Mendadak Diungkap Budi Gunadi Sadikin
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.