Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»News»Sejarawan JJ Rizal Dorong Museum Lebih "Instagramable"
    News

    Sejarawan JJ Rizal Dorong Museum Lebih "Instagramable"

    October 12, 2019No Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
    Sejarawan JJ Rizal Dorong Museum Lebih "Instagramable"

    Salah satu alat bajak tradisional yang ada di Museum Pertanian

    Jakarta, Jurnas.com – Setiap 12 Oktober diperingati sebagai Hari Museum Nasional Indonesia. Pada dasarnya, Indonesia memiliki banyak museum. Di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) saja, ada 21 museum, termasuk Museum Batik yang diresmikan pada 2018 lalu.

    Sayangnya, museum di Indonesia dinilai belum maksimal dalam menarik minat masyarakat, termasuk juga generasi milenial. Tidak seperti museum di luar negeri.

    Menurut Kepala Museum Maritim Indonesia, Tinia Budiati, generasi milenial cenderung menyukai tempat-tempat yang menyuguhkan suasana dan pengalaman baru.

    “Mereka juga menyukai destinasi yang instagramable atau bisa dipakai untuk narsis dan swafoto,” kata Budiarti pada Sabtu (12/10) dalam keterangannya. Karena itu, lanjut dia, perlu program dari pemerintah agar generasi milenial mendatangi museum.

    Sementara sejarawan JJ Rizal mengimbau masyarakat Indonesia khususnya generasi milenial untuk berkunjung ke museum. Melalui museum, banyak khazanah keilmuan dan wawasan sejarah yang dapat dipelajari

    Baca juga.. :

    • JJ Rizal: Jakarta Dikelola Pemimpin Bermental Kompeni

    “Kalau mau tahu apa itu prestasi, pergilah ke museum. Sebab di museum disimpan artefak atau benda-benda yang merupakan puncak-puncak pencapaian peradaban dari masa lalu,” ujar JJ Rizal.

    Berbagai peninggalan tersebut merupakan warisan luhur, agar dijadikan pelajaran bagi tatanan bangsa. Dengan demikian, bangsa memiliki pedoman dan rujukan dalam perjalanan hidup ke depan.

    “Sejarah bercerita melalui aneka artefak itu sehingga kita bisa belajar, menarik inspirasi sekaligus menimbang apa yang kita sudah cukup berprestasi dan apa juga telah menjadi generasi yang lebih baik dari generasi lalu,” tutur dia.

    Rizal menilai respon milenial terhadap keberadaan museum cukup bagus tetapi tetap perlu didorong. Hal ini salah satunya karena banyak museum yang kondisinya tidak bagus, terutama terkait bagaimana membangun narasi dari artefaknya.

    “Orientasinya masih jumlah pengunjung bukan nilai yang didengungkan,” sebut dia.

    Dia menambahkan, setiap museum harusnya jadi lokasi yang layak swafoto atau instagramable. Sebab memiliki material dari bangunan sampai koleksi bernilai sejarah yang bagus. “Tetapi, soalnya apa museum bukan hanya urusan gambar saja terutama sekali cerita, sebab dari sana ada nilai makna,” kata pria asli Betawi ini.

    Ketua Asosiasi Museum Indonesia Kawasan Taman Mini Indonesia Indah (AMIDA TMII), Sigit Gunarjo mengatakan, sejak di resmikan 1975, TMII telah memiliki 20 museum dan bertambah satu dengan kehadiran Museum Batik Indonesia.

    “Dalam rentang 1975-1996, pembangunan 16 museum di kawal langsung oleh pendirinya Ibu Tien Soeharto,” ujar Sigit.

    Dia menjelaskan, dalam membuat perencanaan pembangunan museum-museum di TMII, Ibu Tien membentuk tim khusus yang melakukan studi banding dengan museum di negara Eropa dan Amerika. Mereka mengkaji pengelolaan museum, arsitektur, tata pamer, sarana dan prasarana serta program edukasi museum.

    “Seiring dengan perkembangan zaman, peran Ibu Tien Soeharto dalam dunia permuseuman membuka cakrawala baru dengan menghadirkan bangunan baru di kawasan TMII,” terang dia.

    Perubahan ini sangat terlihat pada arsitektur Museum Komodo, Museum Olahraga, Bayt Al Qur’an dan Museum Istiqlal, Museum Listrik dan Energi Baru, Museum Minyak dan Gas Bumi Graha Widya Patra, PP IPTEK dan lainnya.

    “Konsep museum yang dipikirkan Ibu Tien merupakan sumbangan terbesar dalam sejarah perkembangan museum modern di Indonesia. Kemajuan konsep museum museum di TMII, saat itu tidak kalah dengan museum di luar negeri,” tandas dia.

    TAGS : Hari Museum Nasional JJ Rizal Sejarawan

    This article is automatically posted by WP-AutoPost Plugin

    Source URL:http://www.jurnas.com/artikel/60795/Sejarawan-JJ-Rizal-Dorong-Museum-Lebih-Instagramable/

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleLinda Gumelar Soal Dandim Dicopot: Istri Terikat Sumpah Prajurit
    Next Article Gus AMI: Pesantren Menjadi Solusi Atas Kekacauan Akhlak
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    5 Jasa Konsultan KPI Terbaik di Indonesia untuk Efektivitas Bisnis

    5 Jasa Konsultan KPI Terbaik di Indonesia untuk Efektivitas Bisnis

    June 25, 2026
    Ancaman Ransomware Naik, Sysware Sebut EDR Adalah Investasi IT Krusial

    Ancaman Ransomware Naik, Sysware Sebut EDR Adalah Investasi IT Krusial

    June 24, 2026
    Polda Sumbar Gelar Road to Kapolri Cup MLBB 2026, Ajak Generasi Muda Ukir Prestasi di Dunia Esports

    Polda Sumbar Gelar Road to Kapolri Cup MLBB 2026, Ajak Generasi Muda Ukir Prestasi di Dunia Esports

    June 23, 2026
    Mengenal Prediction Market: Inovasi Pasar Prediksi yang Kian Populer di Era Digital

    Mengenal Prediction Market: Inovasi Pasar Prediksi yang Kian Populer di Era Digital

    June 19, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • Tempat Wisata Bandung Terbaru 2026 untuk Healing Akhir Pekan
    • Cek Desil Dinsos untuk Bansos 2026, Begini Cara Melihat Statusnya
    • 5 Jasa Konsultan KPI Terbaik di Indonesia untuk Efektivitas Bisnis

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.