Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»News»Sejumlah Purna Kejaksaan Berharap Jokowi Jangan Pilih Jaksa Agung dari Parpol
    News

    Sejumlah Purna Kejaksaan Berharap Jokowi Jangan Pilih Jaksa Agung dari Parpol

    July 21, 2019No Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
    Sejumlah Purna Kejaksaan Berharap Jokowi Jangan Pilih Jaksa Agung dari Parpol

    Diskusi soal Kejaksaan Agung di TVRI

    Jakarta, Jurnas.com – Sejumlah pensiunan Jaksa yang tergabung dalam Keluarga Besar Purna Adhiaksa berharap Presiden Jokowi tidak memilih Jaksa Agung dari Partai Politik.

    Mantan Direktur Penyidikan Kejagung Chairul Imam mengatakan, Presiden Joko Widodo hendaknya memilih jaksa agung dari figur yang kompeten, diutamakan jaksa karir, dan sangat memahami seluk-beluk tata kelola di Kejaksaan Agung.

    “Jaksa agung semestinya dari figur yang benar-benar independen dan memiliki rekam jejak baik dan bersih, sehingga dalam kerjanya dapat menegakkan supremasi hukum secara tegas dan berkeadilan,” kata Chairul Imam.

    Pendapat ini disampaikan dalam diskusi media dengan Topik Kriteria Jaksa Agung yang Dikehendaki Keluarga Besar Purna Adhyaksa di Kompleks TVRI, Senayan, Jakarta Pusat.

    Selain Mantan Direktur Penyidikan Kejagung Chairul Imam, hadir juga dalam diskusi itu Mantan JAM Pidsus Kejagung Sudhono Iswahyudi, Mantan Puspenkum Kejagung Barman Zahir, Praktisi Hukum Petrus Selestinus, dan moderator Juliaman Saragih.

    Menurut Chairul, jaksa agung seharusnya tidak dipilih seperti menteri kabinet yang akan membuat kebijakan dan keputusan politik. Jaksa agung mestilah sosok yang mampu membuat keputusan hukum, bukan keputusan politik.

    Pengajar pada Pusat Pendididikan dan Latihan (Pusdiklat) Kejaksaan ini menambahkan, jaksa agung berbeda dengan menteri kabinet karena
    bertanggung jawab terhadap teknis dan administratif pada setiap tingkatan kejaksaan.

    “Karena itu, jaksa agung hendaknya figur yang kompeten dan sangat memahami seluk-beluk tata kelola kejaksaan,” tegasnya.

    Kalau keputusan politik di bidang hukum, kata dia, ada pada Menteri Hukum dan HAM serta pejabat eselon satu di Kementerian Hukum dan HAM. Pada cabang kekuasaan yudikatif, Kejaksaan Agung itu seperti direktorat jenderal tapi lebih besar karena itu jaksa agung harus sangat paham seluk-beluk tata kelola Kejaksaan Agung.

    Sementara itu, Pakar Hukum Petrus Selestinus belihat dari sisi pengamatan dan harapan, bahwa publik menginginka jaksa agung yang punya kekuatan sebagai lembaga yudikatif. Tidak semata-mata tunduk pada presiden.

    “Harus diingat, jaksa menjalankan fungsi penegakan hukum dengan kewenangan luar biasa besar.
    Dia bisa berpolitik dalam konteks politik penegakan hukum, walaupun bukan politik praktis,” jelas Petrus.

    Ketika masyarakat menunggu kehadiran negara dalam penegakan keadilan hukum, lanjut Petrus, kejaksaan harusnya muncul. Tapi dalam Nawacita Jokowo selama ini jaksa agung tidak muncul.

    “Jaksa agung kalau di hadapan presiden harus bisa tegak, tak boleh bungkuk-bungkuk,” tegasnya.

    “Dengan kekuasaan KPK saat ini, harusnya kejaksaan lebih kuat dari itu. Tapi sayangnya kok jaksa agung jadi melempem. Padahal harusnya ini lembaga yang sangat kuat,” ucapnya.

    Adapun Mantan Puspenkum Kejagung Barman Zahir menyampaikan saran kepada presiden tentang 6 (enam) kriteria yang harus dimiliki oleh seorang jaksa agung.

    Pertama, setia dan taat kepada Pancasila dan UUD 1945; Kedua, memiliki integritas moral yang tinggi dan tidak punya afiliasi politik tertentu.

    Ketiga, penguasaan bidang hukum; Keempat, penguasaan manajemen birokrasi pemerintahan/kejaksaan; Kelima, berwawasan luas dibidang ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, pertahanan dan keamanan serta ilmu pengetahuan dan teknologi.

    Keenam, memiliki kemampuan untuk bekerjasama dengan departemen, Iembaga Negara, instansi dan organisasi lain.



    TAGS : Jaksa Agung Purna Adhyaksa Menteri

    This article is automatically posted by WP-AutoPost Plugin

    Source URL:http://www.jurnas.com/artikel/56221/Sejumlah-Purna-Kejaksaan-Berharap-Jokowi-Jangan-Pilih-Jaksa-Agung-dari-Parpol/

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleTrump Berbohong Besar KlaimTembak Jatuh Drone Iran
    Next Article Semen China Mengancam Industri Semen Dalam Negeri
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    5 Jasa Konsultan KPI Terbaik di Indonesia untuk Efektivitas Bisnis

    5 Jasa Konsultan KPI Terbaik di Indonesia untuk Efektivitas Bisnis

    June 25, 2026
    Ancaman Ransomware Naik, Sysware Sebut EDR Adalah Investasi IT Krusial

    Ancaman Ransomware Naik, Sysware Sebut EDR Adalah Investasi IT Krusial

    June 24, 2026
    Polda Sumbar Gelar Road to Kapolri Cup MLBB 2026, Ajak Generasi Muda Ukir Prestasi di Dunia Esports

    Polda Sumbar Gelar Road to Kapolri Cup MLBB 2026, Ajak Generasi Muda Ukir Prestasi di Dunia Esports

    June 23, 2026
    Mengenal Prediction Market: Inovasi Pasar Prediksi yang Kian Populer di Era Digital

    Mengenal Prediction Market: Inovasi Pasar Prediksi yang Kian Populer di Era Digital

    June 19, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • Cek Desil Dinsos untuk Bansos 2026, Begini Cara Melihat Statusnya
    • 5 Jasa Konsultan KPI Terbaik di Indonesia untuk Efektivitas Bisnis
    • Apakah Niat Puasa 9 dan 10 Muharram dan Qadha Ramadhan Bisa Digabung?
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.