Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»News»Seluk Beluk Kolusi Politikus PDIP dan Petinggi PUPR di BPJN IX
    News

    Seluk Beluk Kolusi Politikus PDIP dan Petinggi PUPR di BPJN IX

    June 6, 2018No Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
    Seluk Beluk Kolusi Politikus PDIP dan Petinggi PUPR di BPJN IX

    Bupati Halmahera Timur, Rudi Erawan saat menjadi saksi sidang di Pengadilan Tipikor

    Jakarta ‎- Terpilihnya Amran HI Mustary ‎ sebagai kepala Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) IX Maluku dan Maluku Utara diduga amis kolusi. Dugaan kolusi itu melibatkan sejumlah politikus PDIP, Bupati nonaktif Halmahera Timur Rudy Erawan, dan petinggi di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

    Hal itu mengemuka dalam surat dakwaan jaksa KPK terhadap terdakwa Rudy Erawan. Rudy diketahui didakwa menerima suap Rp 6,3 miliar dari Amran. Suap itu terkait bantuan Rudy untuk menjadikan Amran HI Mustary sebagai Kepala BPJN IX Maluku dan Maluku Utara.



    Diungkapkan jaksa, Rudy bertemu dengan Amran di Jakarta pada 2015. Saat itu Amran meminta agar Rudy membantu pencalonan dirinya sebagai kepala BPJN IX Maluku dan Maluku Utara.

    Kepada Rudy Amran berjanji akan memberi bantuan jika dirinya menjabat sebagai Kepala BPJN. Amran juga berjanji akan mengusahakan program-program Kementerian PUPR masuk ke wilayah Halmahera Timur dan akan memberikan uang kepada Rudy.

    Baca juga :

    • Bupati Halmahera Timur Asal PDIP Didakwa Terima Suap Rp6,3 Miliar
    • Kasus Bupati Halmahera Timur Segera Disidang
    • Proyek KemenPUPR Bikin Penahanan Bupati HT Diperpanjang

    “Terdakwa bersedia membantu dan menyampaikan, `Nanti ada pendekatan dengan orang yang punya akses ke dalam`,” ungkap jaksa Iskandar Marwanto saat membaca surat dakwaan, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Rabu (6/6/2018). ‎

    Merspon permintaan Amran, Rudy bertemu Edwin Huwae selaku Ketua DPRD Provinsi Maluku.  Rudy yang juga sebagai Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI Perjuangan Maluku Utara itu kemudian‎ meminta Edwin membantu pencalonan Amran sebagai pejabat di PUPR.

    Kemudian Rudy dalam pertemuan selanjutnya dengan Amran mengatakan bahwa usulan pencalonan tersebut akan diserahkan ke DPP PDI Perjuangan melalui Fraksi PDI Perjuangan.  

    ‎Rudy kemudian menyarankan Amran agar berkomunikasi dengan anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan‎, Bambang Wuryanto. ‎Rudy kemudian bertemu Bambang Wuryanto di ruang Fraksi PDI Perjuangan pada Mei 2015.

    Saat itu, ‎Rudy menyerahkan curriculum vitae (CV) Amran. “Sebagai bahan pertimbangan pencalonan Amran menjadi kepala BPJN,” tutur jaksa.‎

    CV Amran itu kemudian diserahkan Bambang kepada Damayanti Wisnu Putranti selaku anggota Fraksi PDI Perjuangan yang duduk di Komisi V DPR. Kepada Damayanti, Bambang meminta dan mengusulkan pencalonan Amran kepada Kementerian PUPR.

    Menyikapi permintaan tersebut, ‎Damayanti yang saat ini menjadi pesakitan kasus suap proyek di PUPR ini kemudian menyampaikan usulan itu kepada Sekretaris Jenderal Kementerian PUPR Taufik Widjojon dan Direktur Jenderal Bina Marga, Hedyanto W Husaini.‎

    Atas bantuan pihak-pihak tersebut, termasuk Rudy, Amran akhirnya dilantik sebagai Kepala BPJN IX Maluku dan Maluku Utara. Sebagai kompensasi, Amran memberikan uang kepada Rudy.

    Uang suap untuk Rudy itu dikumpulkan Amran dari sejumlah kontraktor. Adapun kontraktor yang urunan memberikan uang yakni Direktur PT Windu Tunggal Utama, Abdul Khoir; ‎Komisaris PT Cahaya Mas Perkasa, So Kok Seng alias Aseng; Henock Setiawan; Hong Arta John Alfred; dan Charles Frans alias Carlos.

    TAGS : Menteri PUPR Basuki Hadimuljono Halmahera Timur

    This article is automatically posted by WP-AutoPost Plugin

    Source URL:http://www.jurnas.com/artikel/35815/Seluk-Beluk-Kolusi-Politikus-PDIP-dan-Petinggi-PUPR-di–BPJN-IX/

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleMiliter Turki Lumpuhkan Enam Teroris di Gara
    Next Article Demokrat Ingin Prabowo Tak Maju di Pilpres 2019
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    5 Jasa Konsultan KPI Terbaik di Indonesia untuk Efektivitas Bisnis

    5 Jasa Konsultan KPI Terbaik di Indonesia untuk Efektivitas Bisnis

    June 25, 2026
    Ancaman Ransomware Naik, Sysware Sebut EDR Adalah Investasi IT Krusial

    Ancaman Ransomware Naik, Sysware Sebut EDR Adalah Investasi IT Krusial

    June 24, 2026
    Polda Sumbar Gelar Road to Kapolri Cup MLBB 2026, Ajak Generasi Muda Ukir Prestasi di Dunia Esports

    Polda Sumbar Gelar Road to Kapolri Cup MLBB 2026, Ajak Generasi Muda Ukir Prestasi di Dunia Esports

    June 23, 2026
    Mengenal Prediction Market: Inovasi Pasar Prediksi yang Kian Populer di Era Digital

    Mengenal Prediction Market: Inovasi Pasar Prediksi yang Kian Populer di Era Digital

    June 19, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • Cek Desil Dinsos untuk Bansos 2026, Begini Cara Melihat Statusnya
    • 5 Jasa Konsultan KPI Terbaik di Indonesia untuk Efektivitas Bisnis
    • Apakah Niat Puasa 9 dan 10 Muharram dan Qadha Ramadhan Bisa Digabung?
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.