Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»Automotive»Setelah investasi Hyundai, akankah peta industri otomotif berubah?
    Automotive

    Setelah investasi Hyundai, akankah peta industri otomotif berubah?

    February 11, 2021No Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Setelah investasi Hyundai, akankah peta industri otomotif berubah? 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
    Jakarta (ANTARA) – Sejumlah pabrikan otomotif dari beberapa negara memutuskan untuk melakukan investasi besar di Indonesia beberapa waktu belakangan ini, termasuk Wuling, DFSK, hingga Hyundai.

    Sederet investasi ini tentu menggugah pertanyaan akankah peta industri otomotif di Indonesia akan berubah, atau masih akan didominasi oleh pemain lawas seperti Astra.  

    “Peta perubahan sedang terjadi,” kata Pengamat otomotif dan akademisi dari Institut Teknologi Bandung Yannes Martinus Pasaribu saat dihubungi ANTARA baru-baru ini.

    Lebih lanjut, Yannes berpendapat bahwa Toyota Motor Corporation sebetulnya telah siap dengan strategi model bisnis yang berproses secara gradual dalam perubahan dari mobil internal combustion engine ke electric vehicle.

    “Karena itulah mereka tetap ngotot untuk memproduksi dan memasarkan kendaraan hybrid. Bukan kendaraan listrik. Investasi dari kebijakan perusahaan induk sudah bulat dan tidak bisa diubah,” kata dia.

    Baca juga: Kawasan ASEAN berpeluang tinggi adopsi mobil listrik, ini faktornya

    Baca juga: Studi: Indonesia negara yang condong dukung kehadiran mobil listrik

    “Artinya, Toyota Motor Corporation yang sudah begitu tambun tidak siap untuk melakukan loncatan jauh ke BEV (Battery Electric Vehicle),” imbuhnya.

    Di sisi lain, pabrikan dari China dan Korea seperti Wuling, DFSK, dan Hyundai dinilai lebih siap. China sendiri merupakan negara pertama di dunia yang memelopori kebijakan nasionalnya secara ketat untuk bermigrasi langsung ke kendaraan listrik. Saat ini pun, penjualan terbesar kendaraan listrik di dunia ada China.

    Sementara Korea juga dianggap cepat dalam melihat peluang ini. Mereka segera bermigrasi ke kendaraan listrik, kemudian tidak tanggung-tanggung langsung berinvestasi dalam skala raksasa dengan membangun industri kendaraan listriknya di Indonesia.

    Posisi geografis Indonesia yang berada ditengah-tengah jalur pelayaran tersibuk dunia yang menghubungkan pasar potensial otomotif seperti Asia (dan seluruh negara ASEAN)-Australia-New Zealand, India, China, bahkan Asia-Pasifik, juga menjadi nilai tambah.

    “China dan Korea cerdas dalam membaca peta geo-politik dan geo-ekonomi dunia. Jika mereka membangun industrinya di Indonesia maka mereka akan mampu membuat kendaraan listrik yang lebih efisien dan mendapatkan pula sistem logistik yang lebih ekonomis,” ucap Yannes.

    “Artinya, jika mereka berinvestasi di Indonesia mereka dapat meningkatkan efisiensi biaya logistik pengiriman kendaraan ke pasar-pasar di radius sekitar Indonesia,” imbuhnya.

    Pemerintah Indonesia sendiri sedang mempersiapkan seluruh infrastruktur raksasa, mulai dari darat hingga pelabuhan samudera skala besar untuk meningkatkan efisiensi sistem logistiknya secara signifikan.

    “Kelemahan sistem logistik ini yang sedang dibenahi secara serius oleh pemerintah saat ini,” kata Yannes.

    Sebelumnya, Hyundai Motor Company (HMC) realisasikan komitmen investasi di Indonesia sebesar 1,5 miliar dolar AS di tahun 2020 mulai bulan Maret 2020.

    Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengatakan, investasi perusahaan otomotif asal Korea Selatan ini bertambah nilainya sekitar 500 juta dolar AS.

    Baca juga: Mengulik ragam insentif demi percepat adopsi kendaraan listrik

    Baca juga: Kia Niro EV jadi armada pengiriman barang di Singapura

    Baca juga: Volvo: Keberhasilan penjualan EV bergantung infrastruktur

    Pewarta: A087
    Editor: Maria Rosari Dwi Putri
    Copyright © ANTARA 2021

    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleAbu Vulkanik Gunung Raung hingga Jembrana
    Next Article LPKPI Ungkap Reformasi Pajak Era Pemerintahan Jokowi
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Pengadaan Motor MBG Dikritik Berbagai Pihak (Ilustrasi/AI)

    Pengadaan Motor MBG Dikritik Berbagai Pihak, BGN Membela Diri

    April 8, 2026
    Federal Oil™ Membuka Rangkaian Feders Gathering 2026 (istimewa)

    Bandung Buka Feders Gathering 2026, Federal Oil™ Perkuat Kebersamaan Komunitas Motor Matic

    March 2, 2026
    Jadwal MotoGP 2026 Terbaru Dirilis (Ilustrasi/AI)

    Jadwal MotoGP 2026 Terbaru Dirilis, Seri Pembuka Digelar di Thailand

    February 27, 2026
    Agrinas Impor Mobil 105.000 Pikap dari India (Ilustrasi/AI)

    Agrinas Impor Mobil 105.000 Pikap dari India, DPR Minta Ditunda

    February 23, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • Indonesian Parrot Langka Muncul Lagi Usai Hilang
    • 5 Cara Mengenal Koleksi Kaos Branded Lifework yang Sedang Tren, Awas KW
    • Harga Obat Naik 2026 Mendadak Diungkap Budi Gunadi Sadikin
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.