Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»Ekonomi»Siap-Siap, Diskon Pajak Mobil dan Rumah Segera Diumumkan
    Ekonomi

    Siap-Siap, Diskon Pajak Mobil dan Rumah Segera Diumumkan

    February 2, 2022No Comments2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Siap-Siap, Diskon Pajak Mobil dan Rumah Segera Diumumkan 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    JawaPos.com – Kementerian Keuangan (Kemenkeu) akan mengumumkan aturan diskon pajak di sektor otomotif dan perumahan. Tujuannya untuk mendorong pemulihan ekonomi nasional di tengah pandemi Covid-19 yang masih berlangsung.

    Menteri Keuangan Sri Mulyani menyampaikan, dirinya telah meneken aturan insentif PPnBM otomotif dan PPN DTP untuk sektor perumahan. Saat ini regulasi tersebut sedang dalam proses pengundangan atau untuk mendapatkan nomor dari Kemenkumham.

    “Kalau hari ini selesai, langsung akan diumumkan hari ini juga,” kata Sri Mulyani dalam konferensi pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) secara virtual, Rabu (2/2).

    Menurutnya, insentif pajak di dua sektor tersebut efektif dalam mendorong pemulihan karena akan berdampak pada industri turunannya. Adapun insentif PPN perumahan, diikuti oleh pelonggaran Rasio Loan To Value (LTV) Untuk Kredit Properti, Rasio Financing to Value (FTV) untuk pembiayaan properti, dan uang muka untuk kredit atau Pembiayaan Kendaraan Bermotor (PBI LTV/FTV dan Uang Muka).

    Sri Mulyani mengatakan, semua langkah kebijakan tersebut mampu mendongkrak kredit perumahan hingga Rp 465,5 triliun sepanjang 2021.

    Dari insentif sektor otomotif, Kemenkeu telah menerbitkan PPnBM ditanggung pemerintah (DTP). Namun, kebijakan tersebut berlaku untuk tipe mobil tertentu.

    “Untuk sektor otomotif untuk kelompok tertentu,” ucapnya.

    Sri Mulyani menjelaskan, kebijakan tersebut dikolaborasikan dengan kebijakan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), yakni pelonggaran Aset Tertimbang Menurut Risiko (ATMR) dan uang muka perusahaan pembiayaan, serta kebijakan dari BI terkait dengan uang muka kredit kendaraan. Sehingga, berdampak positif terhadap realisasi kredit kendaran yang berhasil mencapai Rp 97,45 triliun hingga Desember 2021

    “Penjualan mobil meningkat di tahun 2021 sebesar 863.300 dibandingkan 578.300 pada 2020,” pungkasnya.

    Editor : Banu Adikara

    Reporter : Romys Binekasri


    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleAHM luncurkan skuter matik All New Honda Vario 160, berapa harganya?
    Next Article Yamaha NMax adopsi dua warna baru XMax 250
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru (Ilustrasi/AI)

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru, Pemerintah Bentuk PT DSI untuk Atur Ekspor

    May 21, 2026
    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat (Instagram/@menkeuri)

    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat

    May 18, 2026
    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter (Ilustrasi/AI)

    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter

    May 5, 2026
    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing (Ilustrasi/Ai)

    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing

    April 29, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • Indonesian Parrot Langka Muncul Lagi Usai Hilang
    • 5 Cara Mengenal Koleksi Kaos Branded Lifework yang Sedang Tren, Awas KW
    • Harga Obat Naik 2026 Mendadak Diungkap Budi Gunadi Sadikin
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.