Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»News»Soal Berdamai dengan Corona, Nasdem Sarankan Jokowi Mau Belajar dari JK
    News

    Soal Berdamai dengan Corona, Nasdem Sarankan Jokowi Mau Belajar dari JK

    May 21, 2020No Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
    Soal Berdamai dengan Corona, Nasdem Sarankan Jokowi Mau Belajar dari JK

    Anggota Komisi I DPR RI, Hillary Brigita Lasut

     

    Jakarta, Jurnas.com – Anggota Komisi I DPR RI, Hillary Brigitta Lasut menilai pandangan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang ingin berdamai dengan Virus Corona sangat tidak tepat.

    Hillary khawatir, dengan mengajak damai Virus Corona, nantinya malah korban meninggal akibat Covid-19 semakin banyak. Sebab, Virus Coroba bukan spesies yang bisa diajak berdamai.

    Untuk itu, dia menyarankan Jokowi agar mau mendengar dan belajar penanganan virus Corona dari Mantan Wapres yang juga menjabat sebagai Ketum PMI, Muhammad Jusuf Kalla.

    Sebab, sampai hari ini, belum ada satu pun negara yang siap 100 persen menemukan solusi jitu untuk menghadapi Pandemi Global ini. 

    Baca juga.. :

    • JK: Butuh Tegas, Corona Tak Bisa Diajak Damai
    • Jusuf Kalla Ajak Rakyat Bersatu Lawan Corona
    • Diskusi Bareng Pemuda Nasdem, Menpora Bahas Nasib Olahraga Usai Corona

    “Saya setuju sekali dengan usul Pak JK, Kita tidak bisa berdamai dengan corona, belajar dari brazil yang korban jiwa mencapai belasan ribu bahkan mungkin sudah puluhan ribu per detik ini, apalagi kepada penduduk senior yang jauh lebih rentan, seperti pak JK,” kata Hillary kepada Jurnas.com, Kamis (21/05/2020).

    Putri Bupati Kabupaten Talaud, Elly Engelbert Lasut ini menilai saat ini pemerintah sedang bingung, apakah akan memilih melawan Virus Corona atau menyelamatkan ekonomi.

    “Saat ini pemerintah `Galau`, menimbang-nimbang antara meminimalisir jumlah potensi kerugian (termasuk korban jiwa) akibat infeksi covid dan potensi kerugian akibat resesi ekonomi, masyarakat yang hidup `pay check by pay check` bisa kelaparan karena dirumahkan, di PHK ataupun gagal usaha,” katanya.

    “Kehancuran ekonomi yang juga secara ilmiah terbukti dapat meningkatkan jumlah kriminalitas dan kelaparan yang juga menyebabkan kerugian besar dan potensi korban jiwa yang besar dan mungkin setara, melihat mulai marak lagi pencurian dengan kekerasan, pembegalan, dan economic-related crimes (Kejahatan terkait ekonomi) lainnya,” Imbuh Hillary.

    Masih kata Hillary, konsep the new normal akibat pelonggaran `peace with covid-19` juga berpotensi menjadi mimpi buruk bagi bangsa indonesia. Sebab, konsep itu memiliki konsekuensi yang cukup besar.

    “Jangan sampai konsekuensinya, melihat ribuan jenazah di jalanan positif covid menjadi hal yang `Normal`, tapi disisi lain kita juga tidak ingin kriminalitas yang berakibat kematian, kelaparan dan depresi akibat resesi menjadi hal normal. Bayangkan pilihan yang dihadapi oleh pemerintah (berat),” katanya.

    Meski demikian, Hillary mengakui pemerintah sudah cukup responsif dan perhitungan yang matang untuk menangani virus Corona.

    Menurutnya, Jika pemerintah dan perekonomian Indonesia mampu terus bertahan ditengah badai Corona, maka masih ada harapan untuk menangani Covid-19.

    “Kita tidak bisa menyalahkan pemerintah, karena pasti pemerintah sudah melakukan hitung-hitungan. Kalau Pandemi disaat pemerintah dan ekonomi masih bertahan, masih bisa ada upaya untuk menangani covid, pembagian sembako, swasta dan para pengusaha bergotong royong mencukupi kebutuhan medis, membangun rumah sakit dan menambah tenaga kesehatan, mungkin masih ada harapan buat Indonesia,” katanya.

    Sebaliknya, jika sektor ekonomi lumpuh dan pemerintah tak mampu lagi bertahan, ia khawatir, negara tak mampu lagi membantu rakyat.

    “Tapi bayangkan bila Ekonomi Runtuh, pengusaha dalam negeri pada pailit, Negara tidak mampu lagi mengadakan bansos maupun jaminan kesehatan. Perusahaan dan BUMN penjamin runtuh, dengan apa kita memberi makan tenaga kesehatan dan menyiapkan obat2an?” Tanya Hillary.

    “Either way, corona tetap akan menyebar. Ujungnya, tetap menunggu vaksin dan obat. Tapi selama itu, jalur mana yang akan kita tempuh, dan resiko mana yang akan kita ambil?,” ujar dia.

    TAGS : Nasdem Hillary Lasut JK

    This article is automatically posted by WP-AutoPost Plugin

    Source URL:http://www.jurnas.com/artikel/72684/Soal-Berdamai-dengan-Corona-Nasdem-Sarankan-Jokowi-Mau-Belajar-dari-JK/

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleJaksa Agung Didesak Eksekusi Yayasan Supersemar dan Gugat Yayasan Orba
    Next Article Jelang Lebaran, ASDP Bagikan Ribuan Paket Sembako
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja BPJS Kelas Berapa (Ilustrasi/AI)

    Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja BPJS Kelas Berapa? Dicatat Aturannya

    July 14, 2026
    6 Tips Memilih Hoodie Korea Original Agar Tidak Salah Beli

    6 Tips Memilih Hoodie Korea Original Agar Tidak Salah Beli

    July 13, 2026
    Paris Museum Braga, Cafe Baru Bergaya Galeri Seni di Jantung Bandung

    Paris Museum Braga, Cafe Baru Bergaya Galeri Seni di Jantung Bandung

    July 9, 2026
    Kanvill Dau, Sensasi Grill Sendiri dengan Pemandangan Perbukitan di Malang

    Kanvill Dau, Sensasi Grill Sendiri dengan Pemandangan Perbukitan di Malang

    July 8, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • 25 Aplikasi Penghasil Uang Terbaik 2026, Terbukti Membayar dan Aman
    • iOS 27 Download Sudah Tersedia dalam Versi Public Beta, Begini Cara Unduhnya
    • Rekomendasi Laptop Mahasiswa untuk Semua Jurusan dan Budget

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.