Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»News»Soal Munas Golkar, Airlangga Mendadak Amnesia
    News

    Soal Munas Golkar, Airlangga Mendadak Amnesia

    August 30, 2019No Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
    Soal Munas Golkar, Airlangga Mendadak Amnesia

    Ketum Golkar, Airlangga Hartarto

    Jakarta, Jurnas.com – Politisi Golkar Sirajuddin Abdul Wahab mengungkapkan, pernyataan Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto tentang pelaksanaan Munas Golkar yang akan dilaksanakan pada Desember tidak memiliki dasar yang kuat.

    Ketentuan dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Partai Golkar, tidak menjelaskan dengan rinci tentang periodesasi kepengurusan DPP Partai Golkar.



    Dalam AD/ART hanya menjelaskan bahwa Munas Partai Golkar dilaksanakan satu kali dalam lima tahun, begitupan peraturan lainnya yang ditetapkan pada tingkat DPP Partai Golkar, tidak ada satupun klausul yang menjelaskan dengan rinci tanggal atau bulan untuk diselenggarakannya Munas Partai Golkar.

    “Yurisprudensi pun ada, di waktu Pak JK menjadi Ketua Umum Golkar dan terpilihnya ARB menjadi Ketua Umum pada Bulan Oktober 2009, begitupun Setya Novanto terpilih menjadi Ketua Umum dalam Munaslub pada Bulan Mei 2016, saya kira Airlangga mendadak mengalami amnesia mekanisme,” ungkap Sirajuddin kepada wartawan di Jakarta.

    Baca juga.. :

    • Ketua DPR: Karya Jurnalistik Foto Bak Bom dengan Daya Ledak Tinggi
    • Pameran Foto "Warna-Warni Parlemen", Ketua DPR: Foto Mengungkap Fakta
    • DPR Gelar Pesta Rakyat di HUT ke-74

    Dalam hal rapat pleno di tingkat DPP Partai Golkar, tidak ada satupun klausul atau ketentuan yang mengatur bahwa Rapat Pleno harus melewati tahapan rapat bidang, rapat Bappilu atau rapat harian.

    Sirajuddin melanjutkan, justru ketentuan yang tertuang dalam Tata Kerja DPP Partai Golkar, mengatur bahwa rapat pleno harus dilaksanakan sekurang-kurangnya satu kali dalam 2 (dua) bulan, sama halnya dengan rapat harian, dilaksanakan sekurang-kurangnya satu kali dalam 1 (satu) bulan. Untuk rapat bidang, rapat Bappilu dapat dilaksanakan sesuai dengan kebutuhan.

    “Janganlah menyampaikan mekanisme Partai Golkar ke ruang publik dengan cara cara mengkebiri mekanisme yang ada,” tandasnya.

    Airlangga sebagai Ketua Umum, dianggapnya gagal memimpin Partai Golkar. Terbukti suara Partai Golkar turun, perolehan kursipun turun dari sebelumnya 91 Kursi menjadi 85 kursi.

    “Kalau kita komparasi dengan periode Pak Ical, memang kursi Partai Golkar di DPR RI turun menjadi 91 kursi dari 104 kursi, namun perolehan suara pemilih naik signifikan lebih kurang 5 (lima) juta suara,” tambahnya.

    Di sisi lain Airlangga dinilainya gagal membangun dan merawat perbedaan dalam tubuh Partai Golkar, kurangnya kemampuan komunikasi politik dalam mencari solusi permasalahan yang terjadi saat ini. Rapat pleno saja tidak mampu dilaksanakan.

    “Masa sekelas Partai Golkar sudah satu tahun tidak melaksanakan rapat pleno, apa kata dunia? Sedangkan tidak ada satu apapun keputusan penting dan strategis yang tidak dibahas dan diputuskan melalui mekanisme rapat pleno,” ungkapnya.

    Diingatkannya, Partai Golkar bukan menganut sistem oligarkis. Partai Golkar bersifat kolektif dalam pengelolaannya. “Inilah ketentuan Anggaran Dasar Partai Golkar, masa kita harus jelaskan apa itu arti kata kolektif,” pungkasnya.

    Sebelumnya, Airlangga Hartarto tetap tenang meski ada yang mendesak musyawarah nasional (munas) Golkar digelar sebelum Desember 2019. “Kita tenang saja. Ya bulan Desember,” kata Airlangga di Kompleks Kepresidenan Jakarta, Rabu (28/8) lalu.

    TAGS : Munas Partai Golkar Airlangga Hartarto Bambang Soesatyo

    This article is automatically posted by WP-AutoPost Plugin

    Source URL:http://www.jurnas.com/artikel/58472/Soal-Munas-Golkar-Airlangga-Mendadak-Amnesia/

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleSurat Terbuka Pegawai KPK kepada Pansel
    Next Article Polisi Minta Jangan Ada Penyebaran Video Kekerasan Terhadap Anak
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Korupsi Kuota Haji Terbaru (Ilustrasi/AI)

    Korupsi Kuota Haji Terbaru: KPK Panggil Dua Tersangka dari Biro Travel

    June 8, 2026
    Indonesian Parrot Langka Muncul Lagi Usai Hilang (Ilustrasi)

    Indonesian Parrot Langka Muncul Lagi Usai Hilang

    June 5, 2026
    5 Cara Mengenal Koleksi Kaos Branded Lifework yang Sedang Tren, Awas KW

    5 Cara Mengenal Koleksi Kaos Branded Lifework yang Sedang Tren, Awas KW

    June 4, 2026
    Harga Obat Naik 2026 Mendadak Diungkap Budi Gunadi Sadikin (Ilustrasi/AI)

    Harga Obat Naik 2026 Mendadak Diungkap Budi Gunadi Sadikin

    June 4, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • Korupsi Kuota Haji Terbaru: KPK Panggil Dua Tersangka dari Biro Travel
    • Indonesian Parrot Langka Muncul Lagi Usai Hilang
    • 5 Cara Mengenal Koleksi Kaos Branded Lifework yang Sedang Tren, Awas KW
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.