Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»Ekonomi»Soal Wacana Pemindahan Lokasi Bandara Bali Utara, Ini Sikap DPRD Buleleng
    Ekonomi

    Soal Wacana Pemindahan Lokasi Bandara Bali Utara, Ini Sikap DPRD Buleleng

    October 18, 2020No Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Soal Wacana Pemindahan Lokasi Bandara Bali Utara, Ini Sikap DPRD Buleleng 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
    Soal Wacana Pemindahan Lokasi Bandara Bali Utara, Ini Sikap DPRD Buleleng 2
    Tim evaluasi dari Kemenhub saat melakukan pengecekkan titik koordinat pembangunan Bandara Bali Utara. (BP/dok)

    SINGARAJA, BALIPOST.com – Wacana pemerintah memindahkan lokasi proyek pembangunan Bandar Udara (Bandara) Internasional Bali Utara menjadi perbincangan seru di masyarakat. Setelah munculnya persoalan lahan yang akan dibangun bandara di Kubutambahan, hampir pada situasi bersamaan dihimpun data-data terkait penyiapan lahan bandara di Desa Sumberkelampok, Kecamatan Gerokgak.

    Dikonfirmasi soal ini, Ketua DPRD Buleleng Gede Supriatna Minggu (19/10), mengatakan, wacana lokasi proyek pembangunan bandara belum diketahui secara detail. Ia mengatakan sejauh ini DPRD belum pernah menerima informasi lengkap dari pemerintah atau pihak terkait lain tentang perkembangan tindak lanjut proyek pembangunan bandara.

    Namun demikian, isu-isu pemindahan lokasi pembangunan bandara itu diketahui dari media massa dan informasi di media sosial (medsos).

    Menyusul situasi itu, pria yang akrab disapa Supit ini mengaku, DPRD bersikap pasif. Ini dilakukan, selain karena belum mendapat kejelasan terkait kondisi yang sebenarnya, juga ingin menghindari kesan di masyarakat jika pihaknya berkepentingan dalam wacana pemindahan lokasi bandara itu sendiri.

    Ia mengutarakan sesuai amanat Peraturan Daerah (Perda) Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Buleleng, lokasi Bandara Bali Utara adalah di Kubutamabahan dan Airstrip Letkol Wisnu Desa Sumberkima, Kecamatan Gerokgak. Sementara, kalau, dari sisi pembangunan untuk kepentingan pemerintah, dimanapun lokasi bandara dibangun pihaknya sangat mendukung. “Kami belum tahu soal itu (pemindahan lokasi bandara-red), yang ramai sekarang kami temukan di pemberitaan media dan medsos. Kami pasif saja karena memang belum mendapat kejelasan soal itu, dan sikap ini karena kami tidak ingin disebut ikut-ikutan dalam wacana pemindahan lokasi bandara,” katanya.

    Meskipun memilih bersikap pasif, ketua dewan dua periode ini mengusulkan kepada pemerintah daerah dan pihak terkait agar memberi informasi lengkap kepada masyarakat terkait perkembangan proyek bandara. Dengan kejelasan informasi dapat mencegah terjadinya keresahan dan konflik sosial.

    Terkait isu pengalihan lokasi bandara ke Desa Sumberkelampok, pihkanya mengusulkan agar pemerintah mengkaji dan memikirkan penyelesaian masalah konflik agraria yang sekarang yang belum tuntas. Sebaliknya, kalau ini diabaikan, dikhawatirkan menjadi potensi penyebab munculnya konflik sosial.

    Di samping itu, dari aspek lingkungan juga perlu dipertimbangkan dengan baik karena Desa Sumberkelampok sendiri lokasinya berbatasan dengan kawasan Taman Nasional Bali Barat (TNBB). Ini penting untuk menjaga kelestarian kawasan TNBB yang kaya dengan populasi flora dan fauna. “Saya hanya mengingatkan saja dalam rencana pembangunan bandara ada informasi dan komunikasi yang baik dan jelas degnan masyarakat supaya tidak ada kebingungan di masyarakat,” katanya.

    Di sisi lain pria yang juga menjabat Sekretaris DPC PDI Perjuangan Buleleng ini mengatakan, terkait lokasi bandara, DPRD tidak terlalu ingin campur tangan. Di manapun lokasi yang ditetapkan sesuai analisis para ahli dan sesuai kebijakan pemerintah, masyarakat wajib menerima keputusan itu. “Sejak didengung-dengungkan kalau bandara akan memberi multiflier effect yang besar bagi daerah kita, di mana pun lokasi yang ditetapkan wajib kita dukung,” tegasnya.

    Wacana pemindahan lokasi proyek pembangunan bandara mencuat beberapa hari lalu. Lokasi bandara yang semula ditetapkan dibangun di atas tanah druen (aset-red) Desa Adat Kubutambahan, diisukan batal. Sebagai gantinya, loaksinya dialihkan ke Buleleng barat yaitu di Desa Sumberkelampok. Di lokasi yang baru itu, pemerintah akan memanfaatkan tanah yang menjadi aset Pemprov Bali. (Mudiarta/balipost)

    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleTidak Ada yang Memobilisasi Pelajar Demo Tolak UU Cipta Kerja
    Next Article BNPB Terbitkan Surat Edaran Peringatan Dini Cuaca Ekstrem
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru (Ilustrasi/AI)

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru, Pemerintah Bentuk PT DSI untuk Atur Ekspor

    May 21, 2026
    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat (Instagram/@menkeuri)

    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat

    May 18, 2026
    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter (Ilustrasi/AI)

    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter

    May 5, 2026
    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing (Ilustrasi/Ai)

    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing

    April 29, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • KPop Demon Hunters Sukses Menarik Perhatian di 2026
    • Starbucks Jadi Perbincangan Gegara Promosi yang Bikin Orang Kesal
    • Puasa Muharram Berapa Hari yang Dianjurkan? Ini Kata Ulama
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.