Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»Ekonomi»Stok dan Produksi Beras Diklaim Cukup 2 Bulan
    Ekonomi

    Stok dan Produksi Beras Diklaim Cukup 2 Bulan

    February 11, 2023No Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Stok dan Produksi Beras Diklaim Cukup 2 Bulan 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
    Stok dan Produksi Beras Diklaim Cukup 2 Bulan 2
    Beberapa buruh tani melakukan proses perontokan padi di Denpasar. (BP/Dokumen)

     

    DENPASAR, BALIPOST.com – Dinas Pertanian Provinsi Bali mengklaim, produksi beras untuk memenuhi kebutuhan Bali cukup. Sementara kenaikan harga beras yang terjadi belakangan bukan karena stok yang menipis, melainkan Harga Pokok Produksi (HPP) yang naik seperti harga pupuk, harga pestisida, dan harga BBM yang mempengaruhi biaya distribusi produk dan bahan pertanian.

    Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali, I Wayan Sunada ditemui di kantornya, Jumat (10/2) mengatakan, stok beras di Bali cukup apalagi ada stok gabah yang belum digiling. Total stok beras per hari ini dikatakan tersedia 89.736 ton. Stok ini dikatakan cukup untuk 2 bulan. Apalagi bulan Maret musim panen.

    Stok beras tersebut tersebar di kabupaten/kota se-Bali. Stok tersebut diantaranya tersebar di Badung yaitu di penggilingan sebanyak 1 ton dan di gudang pedagang 2 ton sehingga totalnya 3 ton. Sedangkan di Klungkung yaitu di penggilingan sebanyak 2.263 ton dan di gudang 1 ton, totalnya 2.264 ton.

    Di Karangasem ada 1 ton, di Jembrana ada 173,11 ton, di Buleleng ada 15 ton, di Gianyar ada 155 ton, di Tabanan ada 56 ton, di Bangli ada stok 10 ton beras dan Denpasar ada 45,5 ton. Dengan demikian total beras yang ada dan tersebar sebanyak 2.722,61 ton.

    Sementara stok gabah di masing – masing kabupaten Badung ada 24 ton gabah, Jembrana 1.214 ton, Buleleng ada 97 ton, Gianyar tidak ada, Tabanan ada 68,5 ton, Denpasar ada 191 ton. Sehingga total gabah Bali 1.594,5 ton gabah.

    Berdasarkan hasil panen pada Januari mencapai 7,630 ha dan pada Februari 6,620 ha. Sedangkan prediksi panen pada Maret sekitar 12 ha. Jika dikonversi ke gabah, pada Januari 2023 menghasilkan 45.650 ton sedangkan pada Februari 2023 sebanyak 39.930 ton. Jika dikonversi ke beras, pada Januari produksi beras mencapai 28.582 ton sedangkan pada Februari 25.000 ton.

    Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali, I Wayan Sunada, ditemui di kantornya, Jumat (10/2) mengatakan, kini kenaikan harga beras terjadi karena Harga Pokok Produksi (HPP) naik. Kenaikan HPP karena harga pupuk naik dan pestisida naik.

    Pada 2023, harga pupuk organik Rp600 per kg yang mana sebelumnya Rp500 per kg. Sementara pupuk bersubsidi harganya Rp2.250 per kg dan non subsidi Rp18.000 per kg. Selain itu, distribusi yang menggunakan transportasi juga naik dengan kenaikan harga BBM, sehingga HPP gabah naik.

    Harga beras di pasaran diakui saat ini lebih tinggi dari harga eceran tertinggi (HET) beras yaitu Rp12.200 per kg untuk jenis beras medium super di tingkat penggilingan, sedangkan HET beras medium di Bali dan NTB berdasarkan Permendag 57/2017 adalah Rp9.450 per kg untuk jenis medium dan Rp12.800 untuk jenis beras premium. “Nanti kita bicarakan soal perlunya kenaikan HET ini karena HPP naik,” ujarnya.

    Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Bali, tahun 2021, produksi beras di Bali mencapai 349.038 ton dengan luas lahan 3.355 ha. Produksi ini meningkat dari tahun 2020 dan 2019.

    Sementara Nilai Tukar Petani (NTP) terutama pada sub sektor tanaman pangan pada Januari 2023 mengalami penurunan dibandingkan Desember 2022 menjadi 94,37. Hal itu karena indeks yang diterima lebih kecil dari indek yang dibayar. Dengan demikian, petani belum mampu memenuhi kebutuhan usaha tani dan rumah tangganya karena indeksnya di bawah 100.

    Sunada menambahkan, dalam rangka mendorong petani di Bali, Pemda telah membantu dalam bentuk subsidi pupuk, benih dan pengendalian hama. pemerintah juga menyubsidi Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) agar ketika mengalami gagal panen, dapat diganti. Tahun ini subsidi pupuk organik dari APBD sebesar Rp10 miliar dan subsidi pestisida belum ada. Tahun ini juga pemerintah pusat memberikan bantuan Pupuk Organik Cair (POC) untuk 70.996 ha lahan pertanian dan bantuan benih untuk 6.500 ha. (Citta Maya/balipost)

     

    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleMardani Maming Divonis Bersalah, Posisi Bendum PBNU Nonaktif Dipertanyakan
    Next Article Gubernur Koster dan Wagub Cok Ace Tinjau Pasar Tematik Ubud
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru (Ilustrasi/AI)

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru, Pemerintah Bentuk PT DSI untuk Atur Ekspor

    May 21, 2026
    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat (Instagram/@menkeuri)

    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat

    May 18, 2026
    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter (Ilustrasi/AI)

    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter

    May 5, 2026
    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing (Ilustrasi/Ai)

    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing

    April 29, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • 5 Cara Mengenal Koleksi Kaos Branded Lifework yang Sedang Tren, Awas KW
    • Harga Obat Naik 2026 Mendadak Diungkap Budi Gunadi Sadikin
    • SPMB Jateng 2026 Jalur Prestasi Punya Aturan Baru?
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.