Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»News»Tak Lagi Berpendidikan Rendah, Korban TPPO Lulusan S1 dan D3
    News

    Tak Lagi Berpendidikan Rendah, Korban TPPO Lulusan S1 dan D3

    December 22, 2023No Comments2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Tak Lagi Berpendidikan Rendah, Korban TPPO Lulusan S1 dan D3 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
    Tak Lagi Berpendidikan Rendah, Korban TPPO Lulusan S1 dan D3 2
    Kepala BP2MI, Benny Rhamdani usai Rapat Kerja Terbatas Sikat Sindikat, Kamis (21/12). (BP/may)

    DENPASAR, BALIPOST.com – Data BP2MI mengungkapkan bahwa korban perdagangan orang tak lagi dari pendidikan rendah. Korbannya kini banyak yang lulusan sarjana dan diploma. Demikian disampaikan Kepala BP2MI, Benny Rhamdani usai Rapat Kerja Terbatas Sikat Sindikat, Kamis (21/12).

    Ia mengungkapkan, fenomena penempatan di Kamboja justru ada S1 dan D3 dan mereka menggunakan pesawat carteran. Ia menyebut orang yang terlibat dalam kasus tersebut adalah orang yang tdak bisa disentuh oleh hukum dari rezim ke rezim.

    Berdasarkan data terbaru hingga 20 Desember 2023, sebanyak 107.855 PMI dideportasi, 2.537 PMI meninggal, dan 3.653 PMI yang mengalami sakit, cacat fisik dan mental. World Bank pada 2017 telah mengingatkan dengan menyampaikan data bahwa ada 9 juta orang Indonesia yang bekerja di luar negeri. Sedangkan di 2017, yang tercatat bekerja di luar negeri hanya 3,6 juta orang. Terdapat dispute angka, 5,4 juta orang yang diduga ditempatkan tidak resmi atau unprosedural atau menjadi korban TPPO.

    “Jangan ini dianggap adalah yang berangkat 2 atau 3 tahun terakhir, data itu adalah mereka yang berangkat 5-15 tahun lalu, 90 persen yang namanya tidak tercatat di sistem, unprosedural dan diduga kuat diberangkatkan sindikat perdagangan orang,” ujarnya.

    Untuk mencegah upaya penempatan ilegal ini, menurutnya, mudah menangkap siapa pelakunya, asal komitmen dan setia, moralnya terjaga. Bukan tanpa alasan ia menyebut mudah, pasalnya BP2MI sudah tahu kantong-kantong yang menjadi target rekrutmen sindikat penempatan ilegal itu. Enam di antaranya ada di Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Lampung, dan NTB.

    Sindikat tersebut pun ia sudah tahu tujuan negaranya, lokasi transit apakah jalur darat, laut udara. Meski demikian BP2MI bukan lembaga penegak hukum dan tidak punya pasukan yang kuat. “Secara jumlah memang tidak cukup selain juga secara kewenangan. Saat ini tugas mendesak yang harus dilakukan adanya perubahan situasi pascabergeraknya gugus tugas, semua tiarap, penempatan ilegal terhenti dan informasi marak lagi terkait TPPO. Diantaranya dari Batam ke Singapura, Malaysia dan Timur Tengah. Selain itu juga bergeser dari Bandara Soetta (Soekarno-Hatta) ke Kertajati (Bandara Internasional Kertajati, red),” ungkapnya. (Citta Maya/balipost)

    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleSurvei sebut citra merek jadi pertimbangan membeli sepeda motor
    Next Article Jelang Nataru, BBPOM Inspeksi ke Tiara Dewata
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Wimbledon schedule 2026 resmi diumumkan (Ilustrasi/AI)

    Wimbledon Schedule 2026 Diumumkan, Turnamen Resmi Dimulai

    June 29, 2026
    5 Jasa Konsultan KPI Terbaik di Indonesia untuk Efektivitas Bisnis

    5 Jasa Konsultan KPI Terbaik di Indonesia untuk Efektivitas Bisnis

    June 25, 2026
    Ancaman Ransomware Naik, Sysware Sebut EDR Adalah Investasi IT Krusial

    Ancaman Ransomware Naik, Sysware Sebut EDR Adalah Investasi IT Krusial

    June 24, 2026
    Polda Sumbar Gelar Road to Kapolri Cup MLBB 2026, Ajak Generasi Muda Ukir Prestasi di Dunia Esports

    Polda Sumbar Gelar Road to Kapolri Cup MLBB 2026, Ajak Generasi Muda Ukir Prestasi di Dunia Esports

    June 23, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • Wimbledon Schedule 2026 Diumumkan, Turnamen Resmi Dimulai
    • Tempat Wisata Bandung Terbaru 2026 untuk Healing Akhir Pekan
    • Cek Desil Dinsos untuk Bansos 2026, Begini Cara Melihat Statusnya

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.