Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»News»Tanoto Foundation: 46,8 Persen Siswa Tidak Senang Belajar di Rumah
    News

    Tanoto Foundation: 46,8 Persen Siswa Tidak Senang Belajar di Rumah

    June 4, 2020No Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
    Tanoto Foundation: 46,8 Persen Siswa Tidak Senang Belajar di Rumah

    Ilustrasi belajar dari rumah di depan komputer (Foto: Agsinger)

    Jakarta, Jurnas.com – Hasil survei yang dilakukan Tanoto Foundation kepada guru, kepala sekolah, orangtua, dan siswa dari 454 sekolah dan madrasah mitra, menemukan bahwa masih banyak siswa yang tidak menyukai kegiatan belajar di rumah.

    Dalam studi tersebut, 46,8 persen siswa menyatakan belajar di rumah tidak menyenangkan dengan alasan terbanyak ialah terlalu banyak tugas dari guru.

    “(Sedangkan) 48.3% siswa senang dengan belajar di rumah karena gurunya membuat mereka belajar lebih menarik, bervariasi, dan bermakna,” papar Direktur Program Pendidikan Dasar Tanoto Foundation, M Ari Widowati pada Kamis (4/6) dalam diskusi daring dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud).

    Karenanya, lanjut Ari, praktik baik tersebut perlu disebarkan agar lebih banyak siswa yang belajar dengan baik walaupun di rumah.

    Adapun pada masa pandemi, Ari mengatakan Tanoto Foundation tetap melatih dan mendampingi para guru, kepala sekolah, pengawas, dan dosen LPTK dan menyesuaikan materinya dengan konteks pembelajaran berbasis teknologi, daring dan luring.

    Baca juga.. :

    • Kemdikbud Bantah Ada Kenaikan UKT selama Pandemi Covid-19
    • Ini Alasan Kemdikbud Tak Geser Tahun Ajaran Baru ke Januari
    • Wacana Kemdikbud Geser Mata Kuliah Praktik di Kampus Vokasi

    “Konsep pelatihan kami adalah pembelajaran dengan menerapkan unsur MIKiR atau mengalami, interaksi, komunikasi, dan refleksi, sehingga siswa bisa aktif dan mengembangkan kemampuan berpikir tingkat tinggi dalam pembelajaran jarak jauh,” jelas Ari.

    Sementara Iwan Syahril, Dirjen GTK Kemendikbud menyampaikan bahwa new normal memprioritaskan keamanan, kesehatan, dan keselamatan.

    Apabila daerahnya aman, namun sekolah tidak aman, maka sekolah dilarang melaksanakan pembelajaran yang mengumpulkan massa. Begitu juga kalau komunitas sekolah menyampaikan tidak aman, maka tidak perlu dibuka.

    “Menutup sekolah bukan berarti pembelajaran tidak terjadi. Pilihannya bisa melaksanakan belajar dari rumah, baik secara daring, luring, atau blended. Yang terpenting orientasi pembelajarannya berdasar pada kebutuhan siswa,” tegas Iwan.

    Dia juga menggarisbawahi bahwa jangan sampai penggunaan teknologi dalam pembelajaran jarak jauh, hanya memindahkan tatap muka ceramah di kelas. Siswa harus difasilitasi untuk aktif belajar bukan berpusat pada guru.

    Sekarang tidak ada tuntutan yang kuat siswa harus ikut ujian, kata Iwan. Ini menjadi kesempatan bagi guru dan kepala sekolah untuk membuat inovasi-inovasi hal-hal yang relevan untuk kebutuhan belajar siswanya.

    Kemdikbud saat ini juga sedang mengembangkan super aplikasi pendidikan yang dapat membantu siswa belajar lebih baik. Aplikasi ini jauh lebih canggih dan semudah penggunaannya seperti aplikasi gojek atau tokopedia.

    “Dengan adanya pandemi ini, kita ingin mempercepat untuk mengakselerasi pemanfaatan aplikasi tersebut. Semoga bisa lebih cepat dari yang direncanakan,” tandas Iwan.

    TAGS : Belajar di Rumah Kemdikbud Tanoto Foundation

    This article is automatically posted by WP-AutoPost Plugin

    Source URL:http://www.jurnas.com/artikel/73295/Tanoto-Foundation-468-Persen-Siswa-Tidak-Senang-Belajar-di-Rumah/

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleSerangan Rusia Hantam Benteng Terakhir Pemberontak Suriah
    Next Article Hari Ini, MRT Beroperasi Normal
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    ManA Social Cafe, Tempat Berkumpul yang Nyaman di Dua Titik Kota Bandung

    ManA Social Cafe, Tempat Berkumpul yang Nyaman di Dua Titik Kota Bandung

    July 20, 2026
    cara cek bansos

    Cara Cek Bansos Online 2026 Lewat Website dan Aplikasi Resmi

    July 19, 2026
    Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja BPJS Kelas Berapa (Ilustrasi/AI)

    Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja BPJS Kelas Berapa? Dicatat Aturannya

    July 14, 2026
    6 Tips Memilih Hoodie Korea Original Agar Tidak Salah Beli

    6 Tips Memilih Hoodie Korea Original Agar Tidak Salah Beli

    July 13, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • Daftar Pinjaman Online Legal OJK 2026 Lengkap dan Terbaru
    • 11 Makanan Penurun Gula Darah yang Baik untuk Dikonsumsi
    • Jadwal Survei Lingkungan Belajar 2026 Dimajukan, Dicatat Tanggalnya

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.